Cari Artikel

Rabu, Januari 16, 2008

Bubarkan IPDN! Jadikan stadion persib sajah!

Bulan Juli 2007 kasus IPDN sedang marak-maraknya. Di sisi lain, stadion persib juga tak kunjung dibangun. yah saya pun akhirnya menulis artikel ini.. cukup gila memang, tapi mendapat respons positif dari para bobotoh di www.persib-bandung.or.id

“IPDN deui IPDN deui… Geus ah ABCDEFGH, Aduh bo cape deh elah fusing guaa!!!” Ya gimana nggak, tahun ini teh banyak pisan kasus-kasus yang terjadi di Institut Pendidikan Dalam Negeri (IPDN). Sebuah kampus yang seharusnya mendidik seorang menjadi birokrat justru melahirkan orang-orang yang kental dengan tindak kekerasan. Kecaman, tuntutan pembubaran terhadap IPDN selalu bermunculan. Namun, kampus itu masih saja tetap berdiri megah di Jatinangor. IPDN benar-benar membuat daerah Jatinangor menjadi terkenal. Ari kampus urang mah, Unpad adem ayem wae euy, tara disorot.

Bulan April masyarakat digegerkan dengan kematian praja IPDN Cliff Muntu yang tidak wajar. Ia meninggal karena dianiaya seniornya. Setelah kasus ini mereda, bulan Juli ada lagi kasus. Kali ini kematian warga Wendi Budiman karena dikeroyok praja IPDN. Belum lagi ada kasus-kasus lainnya seperti seks bebas, korupsi, dan lain-lain. Pokona mah parah pisan lah!
Nah dengan banyaknya kasus-kasus IPDN sudah sewajarnya kampus ini dibubarkan. Ya daripada engke beuki banyak korban berjatuhan, betul teu? Nah pertanyaannya ari kampus ieu geus dibubarkan, alusna dijieun naon nya? Da lahan di kampus ieu teh luas pisan, kudu dimanfaatkeun bisi mubazir. Mal di Jatinangor geus aya dua. Dijeun naon atuh?

Kalau bobotoh Persib tentunya akan menjawab lantang, “Jadikan stadion Persib saja!!” Iya bener pisan. Kalau (ini kalau ya) IPDN nanti bener-bener dibubarkan saya mengusulkan lahannya dijadikan stadion saja. Daripada menunggu stadion baru yang (katanya) akan dibuat di daerah Gede Bage, namun sampai sekarang belum saja terealisasi. Tiap kali saya lewat daerah Gede Bage gak ada tuh tanda-tanda bakalan dibuat stadion. Jangankan peletakan batu pertama, kerikil pertama ge euweuh.

Bobotoh Persib itu kan sangat fanatik. Di stadion Siliwangi yang hanya berkapasitas 25ribu saja penonton Persib adalah keempat terbanyak setelah Sriwijaya FC, Arema Malang, dan PSM Makassar. Andaikan saja kapasitas stadion mencapai 80ribu bukan tidak mungkin penonton Persib menjadi yang terbanyak di Liga Indonesia. Ini tentunya akan menjadi kebanggan tersendiri bagi masyarakat dan juga menjadi keuntungan bagi panpel. Selain itu jika Indonesia menyelenggarakan ajang besar seperti Piala Asia kemarin yang dimenangkan Irak (salut urang euy negara perang juara) stadion alternatif kedua adalah di Bandung bukan di Palembang.

Bobotoh Persib di daerah Jatinangor pan loba pisan euy. Kebanyakan mahasiswa. Ini sebuah potensi. Bagaimana dengan yang tinggal di Bandung yang jauh dari Jatinangor? Buat bobotoh sejati itu kan tidak jadi soal betul? Kalau bobotoh yang dari Jatinangor saja mau bela-belaan datang ke Siliwangi, kenapa yang dari Bandung ga mau ke jatinangor?

Gimana pendapat bobotoh yang lain? Kampus IPDN teh luas bisa dijieun stadion kapasitas 85ribu euy. Kalau emang setuju hayu urang demo ka IPDN. Tuntut pembubaran IPDN jadikan stadion Persib!! Dengan demikian daerah Jatinangor tetap terkenal. Bukan karena kekerasan praja IPDN tentunya, namun karena suara riuh rendah bobotoh yang mendukung Persib. Hidup Persib!!!

0 komentar:

Poskan Komentar

silakan komentarnya..
kalo gak punya blog, pilihnya name/url.. urlnya kosongin aja.. okey.. thx a lot