Cari Artikel

Kamis, Februari 14, 2008

Kerennya Persib di Putaran Pertama

Saat putaran pertama Persib sukses menjadi juara paruh musim. Keren abis pokoknya mah. Nah pas itu aku buat majalah namanya Kotak, buat tugas PIJ. Ada rubrik persib pastinya. Mengulas putaran pertama Persib. Andai majalah itu masih ada, bukan cuma buat tugas, maka judul yg cocok adalah Putaran Kedua yang Mengkhawatirkan… Hiks..hikss… Tapi ga pa-apa baca aja deh kerennya Persib waktu putaran pertama:

“Puas … puas … puas!” Mungkin itulah perasaan yang tergambarkan dari semua ofisial, pemain, juga para bobotoh Persib setelah putaran pertama Liga Indonesia XIII berakhir. Betapa tidak, Persib, Sang Pangeran Biru berhasil menutup jeda kompetisi sebagai juara paruh musim. Benar-benar prestasi yang luar biasa dan membanggakan bagi kota Bandung dan Jawa Barat. Asa untuk mengulang kejayaan 13 tahun silam pun semakin membuncah.

Sebelumnya tak ada yang mengira prestasi tim kebanggaan kota kembang ini akan sedahsyat ini. Musim lalu saja Persib hanya berkutat di papan bawah dan nyaris saja terdegradasi. Andai saja tak ada gempa di Yogyakarta dan sekitarnya – yang membuat PSSI menghilangkan degradasi – mungkin saja tahun ini Persib harus bermain di Divisi I.

Tak mau mengulangi kesalahan musim lalu, manajemen Persib pun bertindak cepat. Pelatih Arcan Iurii dipertahankan, sembilan pemain dipertahankan, dan tentu saja mendatangkan pemain-pemain baru yang berkualitas tinggi. Yang paling sensasional adalah mendatangkan striker timnas U-23 Kamerun, Christian Beckamenga dengan nilai kontrak Rp 1,1 miliar. Selain itu manajemen juga mendatangkan pemain lokal berkualitas seperti Bayu Sutha dan Nova Arianto. Beberapa pertandingan persahabatan pun diadakan sebelum liga bergulir. Dengan pemain-pemain yang berkualitas dan berbanderol tinggi, target juara tentunya bukan sekadar omong kosong belaka.

Setelah terhenti seminggu akibat masalah APBD, akhirnya pada tanggal 10 Februari Liga Indonesia resmi bergulir. Persib mengawali perjalanan panjangnya dengan melawat ke Aceh melawan Persiraja Banda Aceh. Partai itu berhasil dilalui dengan sukses. Suwitha Patha cs berhasil menang 2-1. Namun, keraguan muncul saat Persib ditundukkan PSDS Deli Serdang 2-0. Apakah pasukan Maung Bandung benar-benar sanggup menjawab keinginan bobotoh yang menginginkan tim pujaannya kembali menjadi yang terbaik di tanah air?

Bukan Maung Bandung namanya kalau tidak bisa bangkit. Semua kritikan berhasil dijawab tuntas dengan kemenangan demi kemenangan. Dua partai kandang awal berhasil dimenangkan. Kekalahan dari tim yang mengejutkan musim ini, Sriwijaya FC membuat banyak orang yang menganggap Persib hanya “jago kandang”. Benarkah demikian?

Ternyata lagi-lagi Sang Maung mampu menjawab semua kritikan tersebut dengan permainan menawan dan menakjubkan. Saat Christian Beckamenga absen karena harus membela negaranya, duet Zaenal Arif dan Redouanne Barkawi adalah jaminan mutu. Semua pemain Persib dapat bermain baik saat dipercaya Arcan Iurii. Hasilnya Persib sanggup melakukan lima kali kemenangan beruntun. Bukan hanya di Stadion Siliwangi, Persib sanggup menang juga di Tangerang dan Bogor. Hal tersebut membuktikan bahwa Persib bukan hanya “jago kandang”.

Hasil imbang 0-0 saat melawan PSMS Medan tanggal 7 April seolah hanya menjadi penunda pesta Persib Bandung. Pasalnya tiga hari kemudian skuad Arcan Iurii sanggup menjinakkan PSSB Bireun dalam pertandingan tanpa penonton di Siliwangi dengan skor 3-1. Hasil tersebut membuat Persib menduduki peringkat pertama klasemen sementara. Asal tahu saja, Persib terakhir kali menjadi peringkat pertama pada tahun 1996 atau sebelas tahun silam. Wow, sudah cukup lama ya!

Kekalahan dari Persela Lamongan (18/4) memang sudah bisa diprediksi. Betapa tidak, saat itu Persib kehilangan enam pemain intinya! Dan gol kemenangan Persela dicetak pada saat injury time. Bener-bener nyere hate eta mah. Tapi tak perlu risau, toh Persib masih berada di peringkat kedua.

Dua partai kandang terakhir benar-benar dimaksimalkan oleh skuad Arcan Iurii untuk merebut kembali posisi puncak klasemen. Dimulai saat menjinakkan Semen Padang 3-0 dan saat menghadapi musuh bebuyutan, Persija Jakarta.


PERSIB 3-0 PERSIJA
Tanggal 24 April menjadi hari yang paling ditunggu oleh para bobotoh. Pada hari itu Persib bertanding melawan musuh bebuyutan Persija Jakarta. Kemenangan adalah hal yang sangat dinanti oleh para bobotoh. Persib memang memiliki catatan buruk jika bertemu Persija. Persib tidak pernah menang dalam 16 pertemuan terakhir atau 8 musim kompetisi.

Animo bobotoh saat menjamu Persija memang luar biasa. Berdasarkan pengamatan Kotak para bobotoh sudah memenuhi stadion sejak pukul 12.00. Pukul 13.15 stadion sudah penuh sesak, padahal pertandingan baru dimulai pada pukul 15.30. Stadion Siliwangi sudah menjadi lautan biru, tak ada Jakmania di Stadion Siliwangi mengingat permusuhan antara bobotoh dan Jakmania.

Sebelum pertandingan hujan deras sempat mengguyur stadion. Tapi hal itu tidak menyurutkan antusiasme bobotoh dalam bernyanyi mendukung Persib dan menghujat Persija. Untunglah hujan mereda saat pertandingan akan dimulai. Para bobotoh pun semakin antusias, ada yang menyalakan kembang api.

Pada menit ke-14 Eka Ramdani mencetak gol spektakuler dari jarak 25 meter. Gol yang disambut sukacita oleh puluhan ribu bobotoh. Tak cukup sampai di situ Persib kembali menambah gol melalui Christian Beckamenga pada menit 16 dan 40. Persib unggul 3-0 atas Persija. Benar-benar luar biasa.

Babak kedua hujan kembali mengguyur stadion. Akibatnya permainan menjadi kurang berkembang, kedudukan tetap 3-0 sampai pertandingan berakhir. Kemenangan sensasional di penghujung putaran pertama yang membuat Persib menjadi juara paruh musim.

“Prestasi Persib tahun ini sangat bagus, tentunya lebih bagus dari tahun kemarin. Adanya pemain baru membuat emosi baru sehingga tercipta teknik baru,” kata Yana Wulyo, Panglima Viking kepada Kotak.

Bobotoh menyambut kemenangan ini seolah-olah Persib telah juara. Di jalan-jalan bobotoh melakukan konvoi, menyanyi-nyanyi, dan berklakson ria. Pengamatan Kotak di daerah Cicadas, Cicaheum, dan Ujung Berung, bobotoh terus melakukan konvoi. Di pinggir jalan banyak pula bobotoh yang menyambut kemenangan ini. Sayangnya kemenangan ini masih dinodai oleh ulah bobotoh. Di daerah Cicadas ada mobil berplat B yang dilempari dan dipukul-pukuli. Untungnya ada polisi yang mengamankan
.
Anehnya walaupun Persib telah menjadi juara paruh musim, hanya tiga pemain yang dipanggil timnas: Eka Ramdani, Salim Alaydrus, dan Zaenal Arif. Mengapa begitu PSSI? Tapi tak apalah toh pemain yang tidak dipanggil dapat memperkuat Persib di ajang Copa Indonesia bulan Juni 2007.

Putaran kedua Liga Indonesia baru akan dimulai pada bulan Agustus mendatang. Persib tidak boleh lengah, masih ada 17 pertandingan yang menentukan. Semua kemungkinan masih bisa terjadi, namun harapan bobotoh tetap satu: Persib kembali menjadi juara Liga Indonesia! (luzman)

Momen Persib di putaran pertama
10 Februari : Liga Indonesia resmi bergulir. Persib mengawalinya dengan sukses, mengalahkan Persiraja dengan skor 2-1.
18 Februari : Terjadi insiden saat Persib menjamu Persita di Stadion Siliwangi. Kiper Persib, Tema Mursadat meludahi pemain Persita. Akibatnya, ia diganjar denda Rp 25 juta.
4 Maret : Persib dikalahkan Sriwijaya FC 1-0. Sebagian kalangan menganggap Persib hanya “jago kandang”.
14 Maret : Bobotoh yang tidak memiliki tiket menjebol stadion saat Persib menjamu Persema Malang. Akibatnya pertandingan sempat tertunda selama satu jam. Badan Liga Indonesia (BLI) menghukum Persib dengan satu pertandingan tanpa penonton. Menurut Yana Wulyo kepada Kotak wajar-wajar saja mereka meluber karena mereka ingin nonton sedangkan kapasitas stadion kurang. Ia melanjutkan “Rasa mencintai bobotoh pada Persib kan tinggi. Jadi seharusnya Bapak Wali segera membuat stadion baru.”
11 Maret-3 April : Persib meraih lima kemenangan beruntun, termasuk di Tangerang dan Bogor sekaligus memupus anggapan Persib sebagai “jago kandang”.
7 April : Rekor 100 % kemenangan kandang dihapus PSMS Medan. Persib ditahan tanpa gol sehingga ambisi ke puncak klasemen tertunda.
10 April : Pertandingan ini tidak dihadiri penonton, sebagai hukuman atas keributan yang terjadi saat menjamu Persema Malang. Persib menang 3-1 dan berhasil naik ke puncak klasemen, terakhir kali terjadi sebelas tahun silam.
18 April : Persib bertanding tanpa diperkuat enam pemain pilarnya karena hukuman akumulasi kartu dan ada yang membela timnas negaranya. Akibatnya Persib dikalahkan Persela 2-1.
24 April : Persib mengalahkan musuh bebuyutannya Persija Jakarta dengan skor telak 3-0. Beberapa hari kemudian Sriwijaya FC ditahan PSIS 1-1. Hasil ini membuat Persib menjadi juara paruh musim.
27 April: Tiga pemain Persib dipanggil tim nasional untuk melakukan pemusatan latihan persiapan Piala Asia 2007 di Samarinda. Tiga pemain itu adalah Salim Alaydrus, Eka Ramdani, dan Zaenal Arif.
11 Mei : Salim Alaydrus dipulangkan dari timnas karena cedera. Pertandingan Copa melawan tim Divisi II, Persik Kendal yang seyogianya dimainkan 13 dan 16 Mei diundur menjadi 3 dan 7 Juni karena Persik harus bertanding di Divisi II. Jika lolos, pada 32 besar Persib akan berhadapan dengan Persijap Jepara.
20 Mei :Persib sebagai juara paruh musim wilayah barat bertanding melawan PSM Makassar, juara wilayah timur di Samarinda. Pertandingan ekshibisi tersebut dimenangkan Persib dengan skor 2-0. Gol kemenangan Persib dicetak oleh Barkawi menit ke-35 dan Beckamenga menit ke-72 melalui titik penalti.
23 Mei : Keputusan kontroversial dibuat PSSI. Bayu Sutha yang jarang dimainkan di Persib dipanggil untuk memperkuat tim nasional.


0 komentar:

Poskan Komentar

silakan komentarnya..
kalo gak punya blog, pilihnya name/url.. urlnya kosongin aja.. okey.. thx a lot