Cari Artikel

Kamis, September 04, 2008

Dasar-dasar Penulisan

Hal-hal Yang Harus Diperhatikan dalam Menulis

Ide à ide dapat muncul setelah sang penulis diterpa oleh berbagai berita atau pesan yang disiarkan oleh media massa. Ide juga bisa muncul setelah melihat iklan kontroversial di layar televisi, atau setelah membaca berita atau artikel atau tajuk rencana sebuah koran harian. Semua hal dapat dijadikan ide atau gagasan.

Sistematika à sebuah tulisan harus dipaparkan runtut (memiliki sistematika yang baik)

Bahasa à tulisan harus disajikan dengan bahasa yang baik, menggunakan bahasa baku

Gaya à gaya penyajian harus menarik (memikat pembaca) sehingga pembaca dapat menikmatinya dengan baik

Setiap tulisan terdiri dari tiga bagian besar:

  1. Pendahuluan à isinya secara singkat menjelaskan latar belakang masalah yang dibahas
  2. Isi à Memetakan masalah pokok yang dibahas, menganalisnya dan kalau bisa sang penulis juga memecahkan masalah yang dibahasnya
  3. Penutup à bisa berupa saran atau kesimpulan atas masalah yang dibahas

TEKNIK MENULIS

Banyak orang tidak biasa menulis dengan baik. Akibatnya “otot-otot” menulis kita jadi kaku dan sulit digerakkan.

Karena itu perlu dibentuk kebiasaan menulis dengan baik setiap hari, apapun itu. Walaupun hanya satu kalimat.

Biasakan menulis apapun yang terasa menarik: ide, pengalaman, opini, komentar, dsb.

JADI: Untuk menulis dengan baik konsentrasilah pada “apa” lalu “bagaimana”


Menulis = Printing + Editing

ISI lebih penting daripada GAYA


Cara Mengutip

WAJIB menyebutkan sumber referensi jika ada:

- Kalimat pernyataan (kalau tidak, pembaca menganggap itu pernyataan penulis)

- Kalimat data (pasti ada sumbernya)

- Kalimat kutipan langsung (persis aslinya)

- Kalimat berita/news (biasanya dari media)

- Menulis dengan cara meramu:

- Fokus pada Riset dan BAHAN

- Selalu tandai setiap data dan pernyataan dengan sumber referensi.

- Skill yang diperlukan: EDITING


Kunci Sukses Menulis

What –content

- Kaya dengan gagasan dengan cara MEMBACA

- Kaya dengan bahan

Strategi Kunci

- Tahu Pembaca (misal: usia, demografi, ekonomi)

- Tahu Media (rubrik apa dan karakternya)

- Kaya dengan bahan (misal: literature, liputan)

- Menguasai persoalan (pelajari sampai paham)


Membuat pengalaman pribadi

Jika menulis terasa sulit mungkin kita dapat memulainya dengan menulis pengalaman pribadi. Pengalaman yang sarat makna seperti dalam diary. Tak perlu menggunakan EYD dalam menulis pengalaman karena yang membaca adalah diri sendiri. Contoh pengalaman pribadi:

(diambil dari diaryku)

Setelah itu kami bertiga pun pulang. Ga penting bgt ya, ke jatinangor jajan doank. Cape deh. Pas sampai di riung ada kejadian unik dan aneh. Saat irham mau masukin mobil, mobil pa georgemeng (nama disamarkan) kan ditaruh di tengah jalan, ngalangan jalan gitu, emang jalan punya mbahmu! tRus si ghozi dari belakang muncul, malah ngelakson keras lagi, dua kali lagi. Trus saat si ghozi kabur, dasar nih malah kabur. Si pa georgemeng nyamperin gitu deh si irham ama gw yg masih di depan mobil. Sambil marah-marah gitu. Dia ngomong gini nih:Pa georgemeng : "Hei kamu pelajar kan? Sopan dikit ya, jangan klakson."

gw dan irham: "Bukan aku yg ngelakson, itu tuh orangnya di belakang." (sambil nunjuk si ghozi yg di belakang)

pa georgemeng : "Siapa pun yang ngelakson. Pokoknya saya ga mau tau." pergi aja tuh orang tua


Jenis-jenis Tulisan

Artikel opini merupakan tulisan yang bersifat menjelaskan, memberi konteks kepada publik, menganalisis, memberikan alternatif solusi dan memberi makna dari peristiwa yang berlangsung. Semua masyarakat umum dapat menulis opini dan mengirimkannya ke media massa.

Kolom merupakan rubrik yang hanya dapat diisi oleh wartawan atau orang-orang tertentu. Masyarakat umum, sebagus apa pun tulisannya tidak akan bisa dimuat di rubrik Kolom.

Surat Pembaca adalah ruang publik yang disediakan media untuk sumbang saran, kritik, komplain dan menyebar ide lainnya. Surat Pembaca adalah cara menulis tentang keresahan dan ketidakadilan, mengabarkan tentang kebaikan, mengontrol sistem sosial yang dirasa tidak benar, sampai menulis tentang informasi ringan tetapi penting bagi banyak orang. Surat Pembaca tidak saja berpengaruh terhadap untuk siapa surat itu “dikepadakan”, tetapi juga menujukan eksistensi penulis itu sendiri.

ini adalah surat pembacaku yang dimuat di SOCCER No 41/VII/Sabtu, 14 April 2007


Photobucket

(hehe.. sekalian mo narsis nih..)

Ini adalah artikel opiniku yang dimuat di Media Indonesia, Sabtu 22 September 2007


Photobucket

Feature (berita khas) merupakan salah satu jenis berita. Berbeda dengan straight news, tulisan feature adalah berita yang kreatif, kadang-kadang subyektif, yang terutama dimaksudkan untuk membuat senang dan memberi informasi kepada pembaca tentang suatu kejadian, keadaan, atau aspek kehidupan. Tulisan feature tidak mengikuti aturan piramida terbalik dan tidak terlalu terikat aktualitas.

Iklan Advertorial adalah iklan yang bertujuan untuk mempromosikan suatu program tertentu dengan menawarkan beberapa keuntungan dan kelebihan program tersebut sehingga membuat pembaca tertarik.

Iklan Korporatorial adalah iklan yang bertujuan untuk mengenalkan suatu perusahaan dengan menunjukkan prestasi yang telah diraih dan membuat pembaca mengetahui dan mempunyai kepercayaan terhadap perusahaan tersebut. Menurut Kamus Inggris-Indonesia susunan John M. Echols dan Hassan Shadily corporate berarti yang berhubungan dengan badan hukum. Berbeda dengan Advertorial, iklan Korporatorial hanya mempromosikan perusahaan tidak mengenalkan program atau produk tertentu.

Resensi buku adalah tulisan yang menguraikan kelebihan dan kekurangan dari suatu buku dengan menguraikan hal-hal apa saja yang dibahas dalam buku tersebut.

Artikel ilmiah populer adalah artikel ilmiah yang menggunakan bahasa umum sehingga mudah dipahami oleh masyarakat awam. Artikel ini dapat dipahami oleh masyarakat umum karena disajikan dengan abstraksi rendah atau sedang.

Artikel ilmiah adalah artikel yang bersifat ilmu, memenuhi syarat (hukum) ilmu pengetahuan. Karena artikel ilmiah menggunakan abstraksi tinggi, artikel ini hanya dapat dipahami oleh komunitas ilmu pengetahuan yang bersangkutan.

Jangan Berhenti Menulis!

Yup, apa pun pekerjaan atau aktivitas Anda jangan pernah menghilangkan aktivitas menulis. Menulis sudah harus menjadi suatu kebutuhan. Ingat, tiada hari tanpa menulis!

Mengapa tulisan tak kunjung dimuat di media massa? Memang, dimuat di media massa tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Namun, apabila kita sudah tahu karakteristik media yang kita tuju, Insya Allah tidak akan sulit untuk dimuat. Sebagai contoh saya sudah berlangganan Tabloid Soccer sejak lama sehingga tahu apa keinginan redaktur media tersebut. Sudah tak asing kan dengan tulisan Luzman Karami di Tabloid Soccer? (Sepuluh kali dimuat euy… hehehe). Jika memang sulit menulis di media massa, anda bisa mengapresiasikan tulisan Anda di blog. Contohnya saya mengapresiasikan kecintaan saya pada persib dan Inter Milan di blog Kumaha Anjeun (http://kumahaanjeun.blogspot.com)

writing - the art of communicating thoughts to the mind – is the great invention in the world Great, very great, it enabling us to converse with the dead, the absent, and the unborn, at all distances of time and space, and great not only its direct benefits, but its great help to all other inventions”

Abraham Lincoln

Selasa, September 02, 2008

Distribusi Opini Publik

Distribusi opini publik:

Yang satu, yang sedikit, dan yang banyak

Pola Opini Publik

Berdasarkan filosof Yunani, Aristoteles, pola opini publik dalam pemerintahan terbagi menjadi yang satu,yang sedikit, dan yang banyak. Pemerintahan yang satu bisa merupakan tirani (untuk kepentingan penguasa) maupun kerajaan (untuk kepentingan semua). Pemerintahan yang sedikit bisa berupa oligarki (dijalankan oleh orang yang berkuasa) atau aristokrasi (berada di tangan kaum bangsawan)

Yang satu: Budaya Politik dan Konsensus massa

Para sarjana melukiskan opini publik dari yang Satu sebagai “komunitas”. A. Lawrence Lowell beragumentasi bahwa opini publik ditegakkan atas pandangan umum rakyat tentang tujuan yang diinginkan dari pemerintah serta penerimaan umum mengenai alat yang tepat untuk mecapai tujuan itu.

Robert Nisbet membedakan opini pulik dari opini rakyat. Nisbet berakata, “Bukan rakyat menurut jumlah angkanya, bukan mayoritas, juga bukan hanya minoritas manapun yang mewakili opini publik jika individu-individu yang terlibat tidak membentuk suatu jenis komnitas atas dasar memiliki tujuan, maksud, dan aturan prosedur bersama. Opini publik telah memperleh karakternya dengan consensus yang sejati, dengan tradisi yang mempersatukan dan dengan apa yang oleh Elmund Burke disebut semangat konsistusioal”.

Pandangan ketiga tentang opini publik yang digunakan oleh para sarjana maupun politikus, menganggap bahwa opini public seabgai kesadarn jiwa (mood suatu bangsa). Pemimpin politik mngacu pada public atau kesadaran jiwa public sebagai cara mengasosiasikan kepentingan diri dengan apa yang dipandang oleh mereka sebagai pikiran dan pesanan yang lebih tersebar dan sah.Gabriel Almond, sebagai ilmuwan politik menggunakan anggapan opini public sebagai kesadaran jiwa untuk melukiskan konteks pembuatan kebijakan luar negeri Amerika setelah perang dunia II. Dua gagasan yang digunakan ole ilmuwan politik dalam menguraikan opini massa yang masih berhubungan dengan opini public, yaitu budaya politik, dan consensus politik.

1) Budaya Politik

Salah satu definisi budaya politik ialah bahwa budaya politik merupakan pola orientasi kepada tindakan politik. Dalam pengertian ini orientasi adalah kecenderungan kegiatan (citra). Maka pada hakikatnya budaya poliik terdiri atas pola kecenderungan kepercayaan, nilai, dan pengharapan yang diikiuti secara luas

Samuel Beer menggunakan dua konsepsi unutk menguraikan isi budaya politikyang manapun. Pertama, didalam setiap masyarakat terdapat gagasan umum tentang bagaimana sepantasnya pemerintahan dilaksanakan (konsepsi autoritas). Kedua, ada pandangan yang dianut secara luas tentang untuk apa autoritas seharusnya digunakan dan apa yang seharusnya digunakan oleh pemerintah.

Budaya politik sebagai konsensus massa

Consensus hanyalah sebagai keadaan yang disepakati diantara orang-orang mengenai objek yang diperhitungkan oleh mereka. Secara khusus, terdapat konsensus dalam beberapa prinsip:

a) Peraturan itu perlu

b) Konstitusi adalah inti system perauran

c) Peraturan dasar adalah pemerintahan oleh mayoritas rakyat

d) Pemerintahan rakyat harus memenuhi syarat

e) Lembaga pokok harus lembaga legislative

f) Ada rasa hormat yang berhati-hati terhadap autoritas eksektif dan yudikatif

g) Federalism diterima

h) Harus ada system desntralisasi pada partai politik

i) Masa jabatan dalam pemerintahan harus dibatasi

Donald Devine, menguraikan karakter consensus politik massa di Amerika Serikat. Ia menyebutkan budaya politik mempunyai empat aspek, pertama ada aspek komunitas, yakni rakyat memikirkan diri sendiri dan mengingatkan diri sendiri sebagai sesama anggota suatu nation dan kesatuan politik bersama. Kedua, yaitu perkembangan lambing-lmbang yang mempersatkan dengan makna yang relative sama bagi setiap orang. Ketiga, ialah perangkat aturan yang ditaati bersama tentang bagaimana pemerintah harus berjalan, yang telah kita beri label dengan konsepsi bersama tentang autoritas. Keempat, ialah kesepakatan atas nilai dan tujuan fundamental, yaitu konsepsi tentang tujuan. Hancurnya yang satu disebabkan oleh dua hal, yaitu generalitas lawan kekerasan dan keyakinan kepada pemerintah.

Yang sedikit : Opini public yang tak terorganisir, dan yang terorganisasi

Opini public dari yang sedikit terdiri atas pandangan kepentingan social utama dan diungkapkan dalam bentuk kelompok fungsional. Focus kita adalah pada dua tipe kelompok, yaitu yang tak teroganisasi dan yang terorganisasi

A. Kepentingan tak terorganisasi

Tiga tipe opini publik yang tak terorganisasi ditunjau dari publik atentif, publik berfikiran isu, dan ideology.

Publik atentif. Menduduki posisi yang penting dalam proses opini, pertama mereka bertindak sebagai saluran komunikasi interpersonal dalam aliran pesan timbal balik antara pemmpin politik dan publik umum. Kedua, yang atentif bergabung dengan pemimpin politik sebagai pembawa consensus politik. Pada umumnya, publik atentif adalah orang-orang yang lebih tinggi status sosio ekonominya daripada orang-orang diantara massa publik umum.

Publik berpikiran isu. Publik isu secara khas mencerminkan konvergensi 5 jenis kepentingan. Pertama, terdapat segala jenis orang yang mempunyai kepentinagn khusus terhadap kontroversi. Kedua, sehubungan dengan iu tersebut ada orang-orang yang mempunyai banyak pengalaman dalam menanganiya dan biasa diminta membuat putusan yang tidak memihak mengenai hal iu. Ketiga, terdapat pembela berbagai posisi; mereka bisa mewakili kelompok terorganisasi, tetapi warga Negara pribadi bisa juga muncul dalam peran kepemimpinan. Keempat, ada orang-orang yang tidak langsung berurusan dengan isu, tetapi terpengaruh oleh pemecahannya. Kelima, orang-oran yang pengetahuannya relative rendah (sedikit) tentang msalahnya, tetapi diminta menyatakan opininya.

Publik ideologis. Ada yang mengatakan bahwa publik ideologis itu besar dan sedang tumbuh, yang lain berargumentasi bahwa bangsa Amerika tidak pernah sangat ideologis dan kecil kemugkinannya untuk menjadi sangat ideologis di masa depan dimana pada penjelasan sebelumnya ideolog merupakan orang yang memiliki system kepercayaan yang relarif tertutup, yang nilai-nilainya adalah suka dan tak suka dipegang erat-erat. Pendekatan terpenting untuk mengukur liberalism atau konservatisme di Amerika ialah dengan menanyakan kepada rakyat bagaimana mereka menganggap diri mereka sendiri. Pendekatan kedua untuk mengukur ideology ialah dengan mengklasifikasikan rakyat sebagai orang-orang liberal atau konserfative berdasakan posisi yang diambil mereka terhadap isu.

B. Kepentingan Terorganisasi

Sebelumnya mengenai beberpa pengamatan awal. Pertama, seperti yang diteliti oleh Truman dan kebanyakan ilmuwan poliik, kelompok kepentingan adalah kelompok keanggotaan. Kedua, karena opini kelompok adalah pernyataan rangkuman dari opini individual para anggota, pandangan kepentingan terorganisasi yang tersendiri manapun jarang mengemuakan releksi yang akurat dariopini individual dari seluruh anggota kelompok. Ketiga, persis sebgaimana setiap opini kelompok tidak identik dengan kepercayaan, nilai, dan pengharapan seluruh anggotanya, begitu juga opini kelompok tidak identik dengan opini publik.

Dari perspektif kepentngan terorganisasi, opini publik dihasilkan dari saling pengaruh yang kompleks antara penyusunan personal dan penyusunan kelompok. Singkatnya, bila sumbangan kepentingan tak terorganisasi kepada opini publik adalah hasil dari perpaduan negosiasi dan pemilihan individual yang konvergen, maka sumbangan kepentingan terorganisasi adalah perpaduan antara negosiasi dengan teknik control social (propaganda).

Yang banyak: Kumpulan opini rakyat

Opini rakyat mencakup distribusi jumlah seluruh dan atau persentase yang mendukung atau menentang pendirian. Selain poll, pengungkapan utama yang yang lain bagi opini rakyat ialah melalui pemberian suara dalam pemilihan nonpartisan, dan pemilihan referendum yang mendukung dan menolak kandidat, partai, dan usul. Jika opini rakyat mengenai suatu objek berbeda, yang mengakibatkan sejumlah besar orang, maka terdapat isu politik. Dalam penelitian mengenai opini yang banyak kita melakukan tiga hal: (1) menelaah berbagai perhatian bangsa Amerika yang menimbulkan opini rakyat, (2) menetapkan domain isu pokok dan utama yang telah merangsang bangsa Amerika untuk menyatakan opini rakyat, (3) meneliti penstrukturan dan pendestrukturan opini rakyat kontemporer di Amerika Serikat.

Harapan dan kekhawatiran rakyat

Sejak tahun 1959, beberapa peneliti melakukan survai nasional tentang bangsa Amerika untuk menemukan apa yang paling dipikirkan orang Amerika mengenai kehidupan personal mereka dan mengenai Amerika sebagai bangsa. Perhatian personal yang pokok pada bangsa Amerika ialah mengenai standar hidup, kesejahteraan ekonomi, dan kesehatan fisik mereka.

Survai dalam lima tahun (1959, 1964, 1971, 1972, dan 1974) menunjukkan adanya kestabilan yang mencolok dalam bagaimana bangsa Amerika menaksir kehidupan mereka sekarang, di masa lalu, dan di masa depan. Bangsa Amerika cenderung menentang bahwa pada masa lalu bangsanya mengalami masa yang lebih baik daripada sekarang. Hasil survai juga menunjukkan pengharapan bangsa Amerika tentang hari depan bangsanya merosot.

Domain isu dan opini rakyat

Di dalam konteks harapan dan kekhawatiran mereka bagi diri mereka dan bagi bangsa, bangsa Amerika memperlihatkan perhatian kepada beberapa jenis isu tertentu. Poll Gallup yang dilakukan selama lebih dari empat dasawarsa memberikan petunjuk tentang adanya tipe umum isu, atau domain isu yang telah menyulitkan bangsa Amerika dalam lima periode historis terakhir.

Pola keseluruhannya: masalah luar negeri dan masalah ekonomi (perdamaian dan kemakmuran) muncul kembali dari satu periode ke periode berikutnya sebagai masalah yang penting bagi bangsa Amerika, isu sosial menjadi semakin penting, dan dalam masa empat dasawarsa tampaknya dalam pikiran bangsa Amerika terjadi pertambahann variasi masalah.

Beberapa pokok tertentu harus tetap diingat. Pertama, tekanan relatif yang diberikan oleh variasi pada waktu yang berbeda bangsa Amerika menanggapi dengan cara yang berbeda bergantung pada masalahnya. Kedua, terdapat fakta bahwa bangsa Amerika menjadi sangat prihatin terhadap isu tertentu yang mudah dicerminkan dalam daftar mana pun dari puncak perhatian mereka.

Opini rakyat tentang isu yang penting: Pandangan pollster

Pollster profesional tidak hanya mengukur kepercayaan, nilai, dan pengharapan sampel rakyat. Pollster biasanya menanyai rakyat tentang masalah yang menjadi berita, dan karena itu turut berfungsi sebagai pengatur agenda isu dengan komunikator profesional dari media massa.

Isu ekonomi. Isu ekonomi utama yang dibicarakan orang dengan pollster pada masa kepresidenan Roosevelt adalah mengenai hubungan buruh-manajemen. Beberapa survai dalam periode tersebut menunjukkan adanya dukungan rakyat yang kukuh terhadap arbitrase yang diwajibkan untuk menyelesaikan perselisihan buruh-manajemen.

Periode kepresidenan Truman juga menekankan hubungan buruh manajemen sebagai masalah ekonomi utama. Yang diperselisihkan ialah persetujuan Taft-Hartley Act tahun 1947, yaitu rencana undang-undang yang membatasi hak buruh yang terorganisasi.

Sejak Perang Dunia II, sebagian besar kekhawatiran dalam masalah ekonomi ialah mengenai bagaimana menghadapi siklus resesi dan inflasi yang terjadi berulang-ulang. Di antara isu yang spesifik adalah pengendalian harga dan upah, pengeluaran federal, dan penanganan

Isu Kesejahteraan. Pollster mengenal hubungan hubungan antara isu ekonomi dan isu kesejahteraan. Isu utama dalam periode 1937-1944 adalah mengenai jaminan sosial, yaitu program yang menetapkan bantuan pemerintah kepada kaum tua, orang cacat, anak yang dependen, dan sebagainya.

Isu penting yang muncul pada era Truman dan berlanjut sampai tahun 1960-an adalah bantuan federal bagi pendidikan. Bangsa Amerika dengan tegas menolak gagasan penggunaan bantuan federal untuk mendorong sekolah lokal agar berintegrasi; survai tahun 1956 dan 1957 menunjukkan bahwa bantuan federal harus diberikan kepada semua sekolah, baik terintegrasi ataupun tidak.

Tahun 1960-an terdapat banyak isu mengenai kesejahteraan dan ekonomi sebagai tanggapan terhadap perang melawan kemiskinan dari pemerintah Johnson. Terdapat dukungan rakyat yang besar kepada program kesejahteraan federal, baik yang diarahkan pada pengurangan kemiskinan maupun jenis program yang lebih konvensional yang berkaitan dengan kebijakan kesejahteraan. Survai pertengahan 1970-an menunjukkan dukungan rakyat terhadap tindakan kesejahteraan tersebut cukup stabil.

Isu Sosial. Isu ini terdiri dari hubungan ras, gerakan feminis, penanggung kejahatan dan jaminan ketertiban umum, penanggulangan peningkatan pemakaian obat bius, dan kemerosotan yang terasa dalam moralitas publik dan pribadi.

Hubungan ras membangkitkan perhatian pada tahun 1930-an dan 1940-an, tetapi masalah rasial menjadi lebih intensif ketika Mahkamah Agung AS pada tahun 1954 mempermaklumkan bahwa segregasi sekolah bertentangan dengan konstitusi. Masalah rasial tidak lenyap sama sekali dijelaskan oleh opini rakyat terhadap dua pokok masalah. Pertama, survai tahun 1968 menunjukkan bahwa lebih dari dua kali orang Amerika yang berpendapat bahwa orang kulit hitamlah, bukan orang kulit putih yang bertanggung jawab atas keadaan orang kulit hitam seperti sekarang. Kedua, terdapat pemisahan besar pada isu tentang apakah para siswa harus dibuskan ke sekolah negeri untuk membantu pelaksanaan penghapusan pemisahan. Tahun 1975 diadakan survai tentang amandemen konstitusional untuk melarang sistem bus bagi anak sekolah atau mendukung sistem bus untuk mencapai integrasi sosial. Hasilnya, 72 persen mendukung amandemen, 18 persen mendukung sistem bus, dan 10 persen ragu-ragu.

Kemerdekaan wanita menjadi isu sosial tahun 1970-an. Opini rakyat mendukung usul seperti, “Negara ini akan menjadi lebih baik jika wanita lebih besar pengaruhnya dalam politik.” Popularitas Amandemen Persamaan Hak yang diusulkan meningkat. Tahun 1975 mayoritas bangsa Amerika menyetujui amandemen tersebut.

Kejahatan sudah lama menjadi masalah sosial utama bangsa Amerika. Tahun 1960-an opini publik mendukung pandangan bahwa pengadilan tidak cukup kerja dalam menangani penjahat. Pada tahun 1970-an bangsa Amerika pada umumnya percaya bahwa tindakan apa pun yang telah dicoba untuk memecahkan masalah kejahatan tidak berhasil. Dua isu yang berkaitan dengan kejahatan utama tahun 1970-an adalah pengendalian senjata api dan hukuman mati.

Obat bius dan kecanduan obat bius muncul sebagai isu sosial yang penting pada tahun 1970-an. Dalam survai 1972 dan 1974, 80 sampai 90 persen responden menyatakan pandangan bahwa tingkat pengeluaran pemerintah untuk mencegah kecanduan obat bius harus dipertahankan atau dinaikkan. Kedua isu yang lain pun menjadi sumber kontroversi sosial yang hebat. Pertama, terdapat konflik mengenai diinginkannya aborsi. Kedua, menyangkut euthanasia yaitu pengakhiran hidup seseorang untuk menghindari penderitaan lebih lama dari penyakit yang tidak disembuhkan.

Isu kelestarian. Isu kelestarian hidup yang pokok menyangkut sifat lingkungan, sumber energi, dan pertumbuhan penduduk.

Polusi lingkungan menarik perhatian sebagai isu yang dimulai pada akhir tahun 1960-an. Tahun 1974, survai memberikan bukti bahwa di atas 80 persen bangsa Amerika menyatakan kekhawatiran yang serius terhadap polusi air dan udara, dan dengan persentase yang sama mendukung dipertahankan atau dinaikkannya tingkat pengeluaran saat itu untuk memberantas kedua-duanya.

Isu energi memiliki tiga fokus. Pertama, dengan ancaman embargo oleh negara-negara produsen minyak timbul masalah apa yang harus dilakukan untuk menjamin pemasokan minyak dan bensin. Titik fokus kedua dari isu energi menyangkut pengembangan sumber energi baru. Sedangkan fokus ketiga dari masalah energi ini ialah pada isu penghematan.

Pertumbuhan penduduk adalah salah satu sumber masalah lingkungan maupun energi. Survai opini rakyat menyingkapkan adanya peningkatan dukungan kepada pembatasan pertumbuhan penduduk, pelaksanaan kontrol kelahiran, dan pengurangan besar rata-rata penduduk Amerika.

Isu kebijakan luar negeri. Perang dan komitmen Amerika di luar negeri telah menjadi perhatian bangsa Amerika dalam hal isu internasional. Pada tahun 1975 bangsa Amerika pesimistik terhadap kemungkinan tetap tidak melibatkan diri dalam peperangan di masa depan. Survai tersebut menunjukkan bahwa orang Amerika tidak mempunyai pikiran bahwa “perang dapat dihindari”.

Isu tahun 1970-an: Rangkuman dari opini yang banyak

Hanya sedikit isu spesifik yang telah ditanyakan oleh pollster kepada bangsa Amerika mengenai empat dasawarsa yang terakhir (dihitung dari akhir tahun 1970-an). Isu yang diajukan oleh pollster kepada rakyat merupakan isyarat yang oleh setiap orang diinterpretasi dan ditanggapi dengan makna khusus dan diindividualkan.

Dengan adanya keberatan bahwa opini poll mengukur kemungkinan masa sekarang, bukan kepastian pada masa depan, ada dua pokok masalah yang merangkumkan opini rakyat pada tahun 1970-an. Pertama, opini yang banyak adalah sesuatu yang sekaligus merupakan konflik dan konsensus. Kedua, bangsa Amerika pada umumnya mendukung peningkatan kegiatan dan pengeluaran pemerintah untuk memecahkan sejumlah besar masalah. Namun, sumber daya terbatas. Ini berarti, penempatan prioritas atas apa yang harus dilakukan.

Penstrukturan dan pendestrukturan opini rakyat

Ilmuwan politik Richard Dawson mengemukakan bahwa pola pandangan rakyat bisa berbeda pada tahun-tahun yang akan dating dari masa lalu karena telah muncul berbagai isu jenis baru yang meruntuhkan struktur tradisional mengenai pandangan politik. Opini rakyat mempunyai struktur jika segmen masyarakat yang dapat diidentifikasi mengungkapkan opini tertentu, sementara pengelompokan sosial yang lain menyatakan opini yang berbeda.

Dawson mendemonstrasikan bahwa pada pertengahan 1960-an pendestrukturan dimulai. Kategori rakyat menurut sosial, demografi, dan politik hanya sedikit perbedaannya dalam opini dibandingkan dengan pada dasawarsa-dasawarsa sebelumnya.

Selain pendestrukturan opini rakyat kontemporer terdapat juga fragmentasi domain isu politik Amerika. Selama periode tahun 1930-an sampai 1950-an, masalah ekonomi dan kebijakan luar negeri menjadi masalah yang dominan. Tidak ada domain isu ataupun isu tersendiri yang mendominasi politik Amerika, fakta yang membuat proses penyusunan opini yang sangat berubah-ubah, bergeser, dan dinamis.

Opini Publik: Menghindari Kekeliruan Reduksionis

Ketiga wajah opini publik – yang Satu, yang Sedikit, dan yang Banyak – adalah pengingat tambahan bahwa proses opini tidak dapat diperkecil artinya (direduksi) menjadi sebuah pernyataan tentang apa opini publik itu atau apa yang dipikirkan oleh publik.

Opini publik melibatkan komunitas terorganisasi, budaya politik, dan konsensus politik, yang semuanya menyajikan latar belakang kontekstual dan mitos kehendak umum yang memungkinkan pembuat kebijakan untuk bertindak. Karena opini publik terdiri atas kehendak khusus maupun konsensus umum, kita harus memperhitungkan saling pengaruh opini yang direfleksikan dalam kegiatan publik-publik tak terorganisasi (publik atentif, publik perkiraan isu, dan ideolog) dan kepentingan yang terorganisasi.

Ringkasnya, khalayak komunikasi politik, yakni publik dan opini publik, sama sekali terlalu bervariasi bagi kita untuk secara serampangan menerima pernyataan yang fasih tentang apa yang diinginkan atau ditolak oleh publik, apakah pernyataan yang fasih itu keluar dari politikus, jurnalis, penjaja profesional, pollster, jurubicara kelompok, yang diduga pemuka pendapat, atau bahkan ilmuwan social

Teori Social Marketing

Definisi Social Marketing

Berdasarkan definisi dari para ahli, social marketing pada dasarnya merupakan aplikasi strategi pemasaran komersil untuk “menjual” gagasan dalam rangka mengubah sebuah masyarakat, terutama dalam manajemen yang mencakup analisa, perencanaan, implementasi dan pengawasan.

Marketing menurut Hermawan Kertajaya adalah sesuatu yang sederhana. Ia mengumpamakannya sebagai seni “menjual” diri (selling self) atau organisasi. Apabila seseorang atau organisasi mempraktikkan prinsip-prinsip: promosi tanpa memaksa, memahami dan menerapkan positioning secara tepat, memahami branding dan diferensiasi berarti lembaga atau seseorang perusahaan telah menjalankan marketing dengan benar.

Hermawan mengistilahkan dasar-dasar marketing sebagai “3i Marketing Triangle”, yaitu positioning (cara sasaran/publik yang hendak diubah perilakunya mendefinisikan perusahaan/organisasi dengan kompetitor), differentiation (perbedaan ) dan brand (keunikan, ketajaman, dan fokus sebuah produk dibandingkan dengan produk lainnya, bisa berupa logo dan bentuk unik). Telah dikenal 9 elemen marketing (segmentasi pasar, target, positioning, diferensiasi, marketing mix, selling, brand, service dan process).

Proses Social Marketing:

1. Terapkan SWOT (Strenght Weakness Opportunity Threat) pada analisa kondisi awal

2. Pilih kelompok sasaran yang perilakunya hendak diubah

3. Tetapkan perubahan perilaku yang diinginkan

4. Identifikasi manfaat atau hambatan dalam mengubah perilaku

5. Terapkan strategi social marketing yang beranekaragam untuk mengelakkan hambatan dan mengejar manfaat

6. Perubahan perilaku memakan waktu sehingga strategi social marketing harus diusahakan secara gigih dalam waktu lama dengan indikator prestasi yang terukur

Penerapan social marketing merupakan salah satu bagian dari sebuah framework yang disebut “doing great by doing good” (Philip Kotler & Nancy Lee, “Corporate Social”). 6 pilihan untuk berbuat baik tersebut adalah cause promotions, cause related marketing, social marketing, corporate philantropy, community volunteering. Social marketing merupakan upaya untuk mendukung implementasi dan/atau mengubah perilaku masyarakat.

Hermawan berpendapat bahwa pemasaran di masa kini menjadi lebih berhasil apabila memperbanyak strategi marketing horisontal (dari individu ke individu). Misalnya, dengan membuat situs web. Cara-cara vertikal seperti menggunakan metode komunikasi satu arah kini kurang efektif. Hal serupa menurut, Hermawan berlaku untuk social marketing. Marketing seharusnya tidak dipandang hanya sebagai sebuah alat atau seolah anggota tubuh. Pandanglah marketing sebagai sebuah keseluruhan (the whole), sesuatu yang menyeluruh. Menurut Hermawan, di masa kini visi, misi dan nilai-nilai organisasi tidak hanya melibatkan intelektualitas (mind) dan hati (heart),melainkan juga ruh (spirit). Penjabaran dapat dilihat pada bagan “3² Values-BasedMatrix”.

Praktik pemasaran sosial tak ada artinya apabila kemitraan tidak dijadikan tujuan organisasi. Menurut Andreason, penekanannya adalah padamasyarakat luas, langsung mempengaruhi perilaku dan kebutuhan atau kepentingan target sasaran sebagai dasar pertimbangan. Demikian pula, social marketing tak ada artinya apabila tidak diikuti atau dilanjutkan dengan upaya mendorong tersusunnyasebuah kebijakan. Salah satu contoh pembentukan sistem kebijakan adalah adanya tax eduction (pemotongan pajak) bagi lembaga atau korproasi yang menyumbang. Pajak yang jumlahnya reduksi ini bisa menjadi bagian dari advokasi organisasi nirlaba sehingga pada akhirnya organisasi tidak tergantung semata-mata kepada donor.