Cari Artikel

Selasa, September 02, 2008

Distribusi Opini Publik

Distribusi opini publik:

Yang satu, yang sedikit, dan yang banyak

Pola Opini Publik

Berdasarkan filosof Yunani, Aristoteles, pola opini publik dalam pemerintahan terbagi menjadi yang satu,yang sedikit, dan yang banyak. Pemerintahan yang satu bisa merupakan tirani (untuk kepentingan penguasa) maupun kerajaan (untuk kepentingan semua). Pemerintahan yang sedikit bisa berupa oligarki (dijalankan oleh orang yang berkuasa) atau aristokrasi (berada di tangan kaum bangsawan)

Yang satu: Budaya Politik dan Konsensus massa

Para sarjana melukiskan opini publik dari yang Satu sebagai “komunitas”. A. Lawrence Lowell beragumentasi bahwa opini publik ditegakkan atas pandangan umum rakyat tentang tujuan yang diinginkan dari pemerintah serta penerimaan umum mengenai alat yang tepat untuk mecapai tujuan itu.

Robert Nisbet membedakan opini pulik dari opini rakyat. Nisbet berakata, “Bukan rakyat menurut jumlah angkanya, bukan mayoritas, juga bukan hanya minoritas manapun yang mewakili opini publik jika individu-individu yang terlibat tidak membentuk suatu jenis komnitas atas dasar memiliki tujuan, maksud, dan aturan prosedur bersama. Opini publik telah memperleh karakternya dengan consensus yang sejati, dengan tradisi yang mempersatukan dan dengan apa yang oleh Elmund Burke disebut semangat konsistusioal”.

Pandangan ketiga tentang opini publik yang digunakan oleh para sarjana maupun politikus, menganggap bahwa opini public seabgai kesadarn jiwa (mood suatu bangsa). Pemimpin politik mngacu pada public atau kesadaran jiwa public sebagai cara mengasosiasikan kepentingan diri dengan apa yang dipandang oleh mereka sebagai pikiran dan pesanan yang lebih tersebar dan sah.Gabriel Almond, sebagai ilmuwan politik menggunakan anggapan opini public sebagai kesadaran jiwa untuk melukiskan konteks pembuatan kebijakan luar negeri Amerika setelah perang dunia II. Dua gagasan yang digunakan ole ilmuwan politik dalam menguraikan opini massa yang masih berhubungan dengan opini public, yaitu budaya politik, dan consensus politik.

1) Budaya Politik

Salah satu definisi budaya politik ialah bahwa budaya politik merupakan pola orientasi kepada tindakan politik. Dalam pengertian ini orientasi adalah kecenderungan kegiatan (citra). Maka pada hakikatnya budaya poliik terdiri atas pola kecenderungan kepercayaan, nilai, dan pengharapan yang diikiuti secara luas

Samuel Beer menggunakan dua konsepsi unutk menguraikan isi budaya politikyang manapun. Pertama, didalam setiap masyarakat terdapat gagasan umum tentang bagaimana sepantasnya pemerintahan dilaksanakan (konsepsi autoritas). Kedua, ada pandangan yang dianut secara luas tentang untuk apa autoritas seharusnya digunakan dan apa yang seharusnya digunakan oleh pemerintah.

Budaya politik sebagai konsensus massa

Consensus hanyalah sebagai keadaan yang disepakati diantara orang-orang mengenai objek yang diperhitungkan oleh mereka. Secara khusus, terdapat konsensus dalam beberapa prinsip:

a) Peraturan itu perlu

b) Konstitusi adalah inti system perauran

c) Peraturan dasar adalah pemerintahan oleh mayoritas rakyat

d) Pemerintahan rakyat harus memenuhi syarat

e) Lembaga pokok harus lembaga legislative

f) Ada rasa hormat yang berhati-hati terhadap autoritas eksektif dan yudikatif

g) Federalism diterima

h) Harus ada system desntralisasi pada partai politik

i) Masa jabatan dalam pemerintahan harus dibatasi

Donald Devine, menguraikan karakter consensus politik massa di Amerika Serikat. Ia menyebutkan budaya politik mempunyai empat aspek, pertama ada aspek komunitas, yakni rakyat memikirkan diri sendiri dan mengingatkan diri sendiri sebagai sesama anggota suatu nation dan kesatuan politik bersama. Kedua, yaitu perkembangan lambing-lmbang yang mempersatkan dengan makna yang relative sama bagi setiap orang. Ketiga, ialah perangkat aturan yang ditaati bersama tentang bagaimana pemerintah harus berjalan, yang telah kita beri label dengan konsepsi bersama tentang autoritas. Keempat, ialah kesepakatan atas nilai dan tujuan fundamental, yaitu konsepsi tentang tujuan. Hancurnya yang satu disebabkan oleh dua hal, yaitu generalitas lawan kekerasan dan keyakinan kepada pemerintah.

Yang sedikit : Opini public yang tak terorganisir, dan yang terorganisasi

Opini public dari yang sedikit terdiri atas pandangan kepentingan social utama dan diungkapkan dalam bentuk kelompok fungsional. Focus kita adalah pada dua tipe kelompok, yaitu yang tak teroganisasi dan yang terorganisasi

A. Kepentingan tak terorganisasi

Tiga tipe opini publik yang tak terorganisasi ditunjau dari publik atentif, publik berfikiran isu, dan ideology.

Publik atentif. Menduduki posisi yang penting dalam proses opini, pertama mereka bertindak sebagai saluran komunikasi interpersonal dalam aliran pesan timbal balik antara pemmpin politik dan publik umum. Kedua, yang atentif bergabung dengan pemimpin politik sebagai pembawa consensus politik. Pada umumnya, publik atentif adalah orang-orang yang lebih tinggi status sosio ekonominya daripada orang-orang diantara massa publik umum.

Publik berpikiran isu. Publik isu secara khas mencerminkan konvergensi 5 jenis kepentingan. Pertama, terdapat segala jenis orang yang mempunyai kepentinagn khusus terhadap kontroversi. Kedua, sehubungan dengan iu tersebut ada orang-orang yang mempunyai banyak pengalaman dalam menanganiya dan biasa diminta membuat putusan yang tidak memihak mengenai hal iu. Ketiga, terdapat pembela berbagai posisi; mereka bisa mewakili kelompok terorganisasi, tetapi warga Negara pribadi bisa juga muncul dalam peran kepemimpinan. Keempat, ada orang-orang yang tidak langsung berurusan dengan isu, tetapi terpengaruh oleh pemecahannya. Kelima, orang-oran yang pengetahuannya relative rendah (sedikit) tentang msalahnya, tetapi diminta menyatakan opininya.

Publik ideologis. Ada yang mengatakan bahwa publik ideologis itu besar dan sedang tumbuh, yang lain berargumentasi bahwa bangsa Amerika tidak pernah sangat ideologis dan kecil kemugkinannya untuk menjadi sangat ideologis di masa depan dimana pada penjelasan sebelumnya ideolog merupakan orang yang memiliki system kepercayaan yang relarif tertutup, yang nilai-nilainya adalah suka dan tak suka dipegang erat-erat. Pendekatan terpenting untuk mengukur liberalism atau konservatisme di Amerika ialah dengan menanyakan kepada rakyat bagaimana mereka menganggap diri mereka sendiri. Pendekatan kedua untuk mengukur ideology ialah dengan mengklasifikasikan rakyat sebagai orang-orang liberal atau konserfative berdasakan posisi yang diambil mereka terhadap isu.

B. Kepentingan Terorganisasi

Sebelumnya mengenai beberpa pengamatan awal. Pertama, seperti yang diteliti oleh Truman dan kebanyakan ilmuwan poliik, kelompok kepentingan adalah kelompok keanggotaan. Kedua, karena opini kelompok adalah pernyataan rangkuman dari opini individual para anggota, pandangan kepentingan terorganisasi yang tersendiri manapun jarang mengemuakan releksi yang akurat dariopini individual dari seluruh anggota kelompok. Ketiga, persis sebgaimana setiap opini kelompok tidak identik dengan kepercayaan, nilai, dan pengharapan seluruh anggotanya, begitu juga opini kelompok tidak identik dengan opini publik.

Dari perspektif kepentngan terorganisasi, opini publik dihasilkan dari saling pengaruh yang kompleks antara penyusunan personal dan penyusunan kelompok. Singkatnya, bila sumbangan kepentingan tak terorganisasi kepada opini publik adalah hasil dari perpaduan negosiasi dan pemilihan individual yang konvergen, maka sumbangan kepentingan terorganisasi adalah perpaduan antara negosiasi dengan teknik control social (propaganda).

Yang banyak: Kumpulan opini rakyat

Opini rakyat mencakup distribusi jumlah seluruh dan atau persentase yang mendukung atau menentang pendirian. Selain poll, pengungkapan utama yang yang lain bagi opini rakyat ialah melalui pemberian suara dalam pemilihan nonpartisan, dan pemilihan referendum yang mendukung dan menolak kandidat, partai, dan usul. Jika opini rakyat mengenai suatu objek berbeda, yang mengakibatkan sejumlah besar orang, maka terdapat isu politik. Dalam penelitian mengenai opini yang banyak kita melakukan tiga hal: (1) menelaah berbagai perhatian bangsa Amerika yang menimbulkan opini rakyat, (2) menetapkan domain isu pokok dan utama yang telah merangsang bangsa Amerika untuk menyatakan opini rakyat, (3) meneliti penstrukturan dan pendestrukturan opini rakyat kontemporer di Amerika Serikat.

Harapan dan kekhawatiran rakyat

Sejak tahun 1959, beberapa peneliti melakukan survai nasional tentang bangsa Amerika untuk menemukan apa yang paling dipikirkan orang Amerika mengenai kehidupan personal mereka dan mengenai Amerika sebagai bangsa. Perhatian personal yang pokok pada bangsa Amerika ialah mengenai standar hidup, kesejahteraan ekonomi, dan kesehatan fisik mereka.

Survai dalam lima tahun (1959, 1964, 1971, 1972, dan 1974) menunjukkan adanya kestabilan yang mencolok dalam bagaimana bangsa Amerika menaksir kehidupan mereka sekarang, di masa lalu, dan di masa depan. Bangsa Amerika cenderung menentang bahwa pada masa lalu bangsanya mengalami masa yang lebih baik daripada sekarang. Hasil survai juga menunjukkan pengharapan bangsa Amerika tentang hari depan bangsanya merosot.

Domain isu dan opini rakyat

Di dalam konteks harapan dan kekhawatiran mereka bagi diri mereka dan bagi bangsa, bangsa Amerika memperlihatkan perhatian kepada beberapa jenis isu tertentu. Poll Gallup yang dilakukan selama lebih dari empat dasawarsa memberikan petunjuk tentang adanya tipe umum isu, atau domain isu yang telah menyulitkan bangsa Amerika dalam lima periode historis terakhir.

Pola keseluruhannya: masalah luar negeri dan masalah ekonomi (perdamaian dan kemakmuran) muncul kembali dari satu periode ke periode berikutnya sebagai masalah yang penting bagi bangsa Amerika, isu sosial menjadi semakin penting, dan dalam masa empat dasawarsa tampaknya dalam pikiran bangsa Amerika terjadi pertambahann variasi masalah.

Beberapa pokok tertentu harus tetap diingat. Pertama, tekanan relatif yang diberikan oleh variasi pada waktu yang berbeda bangsa Amerika menanggapi dengan cara yang berbeda bergantung pada masalahnya. Kedua, terdapat fakta bahwa bangsa Amerika menjadi sangat prihatin terhadap isu tertentu yang mudah dicerminkan dalam daftar mana pun dari puncak perhatian mereka.

Opini rakyat tentang isu yang penting: Pandangan pollster

Pollster profesional tidak hanya mengukur kepercayaan, nilai, dan pengharapan sampel rakyat. Pollster biasanya menanyai rakyat tentang masalah yang menjadi berita, dan karena itu turut berfungsi sebagai pengatur agenda isu dengan komunikator profesional dari media massa.

Isu ekonomi. Isu ekonomi utama yang dibicarakan orang dengan pollster pada masa kepresidenan Roosevelt adalah mengenai hubungan buruh-manajemen. Beberapa survai dalam periode tersebut menunjukkan adanya dukungan rakyat yang kukuh terhadap arbitrase yang diwajibkan untuk menyelesaikan perselisihan buruh-manajemen.

Periode kepresidenan Truman juga menekankan hubungan buruh manajemen sebagai masalah ekonomi utama. Yang diperselisihkan ialah persetujuan Taft-Hartley Act tahun 1947, yaitu rencana undang-undang yang membatasi hak buruh yang terorganisasi.

Sejak Perang Dunia II, sebagian besar kekhawatiran dalam masalah ekonomi ialah mengenai bagaimana menghadapi siklus resesi dan inflasi yang terjadi berulang-ulang. Di antara isu yang spesifik adalah pengendalian harga dan upah, pengeluaran federal, dan penanganan

Isu Kesejahteraan. Pollster mengenal hubungan hubungan antara isu ekonomi dan isu kesejahteraan. Isu utama dalam periode 1937-1944 adalah mengenai jaminan sosial, yaitu program yang menetapkan bantuan pemerintah kepada kaum tua, orang cacat, anak yang dependen, dan sebagainya.

Isu penting yang muncul pada era Truman dan berlanjut sampai tahun 1960-an adalah bantuan federal bagi pendidikan. Bangsa Amerika dengan tegas menolak gagasan penggunaan bantuan federal untuk mendorong sekolah lokal agar berintegrasi; survai tahun 1956 dan 1957 menunjukkan bahwa bantuan federal harus diberikan kepada semua sekolah, baik terintegrasi ataupun tidak.

Tahun 1960-an terdapat banyak isu mengenai kesejahteraan dan ekonomi sebagai tanggapan terhadap perang melawan kemiskinan dari pemerintah Johnson. Terdapat dukungan rakyat yang besar kepada program kesejahteraan federal, baik yang diarahkan pada pengurangan kemiskinan maupun jenis program yang lebih konvensional yang berkaitan dengan kebijakan kesejahteraan. Survai pertengahan 1970-an menunjukkan dukungan rakyat terhadap tindakan kesejahteraan tersebut cukup stabil.

Isu Sosial. Isu ini terdiri dari hubungan ras, gerakan feminis, penanggung kejahatan dan jaminan ketertiban umum, penanggulangan peningkatan pemakaian obat bius, dan kemerosotan yang terasa dalam moralitas publik dan pribadi.

Hubungan ras membangkitkan perhatian pada tahun 1930-an dan 1940-an, tetapi masalah rasial menjadi lebih intensif ketika Mahkamah Agung AS pada tahun 1954 mempermaklumkan bahwa segregasi sekolah bertentangan dengan konstitusi. Masalah rasial tidak lenyap sama sekali dijelaskan oleh opini rakyat terhadap dua pokok masalah. Pertama, survai tahun 1968 menunjukkan bahwa lebih dari dua kali orang Amerika yang berpendapat bahwa orang kulit hitamlah, bukan orang kulit putih yang bertanggung jawab atas keadaan orang kulit hitam seperti sekarang. Kedua, terdapat pemisahan besar pada isu tentang apakah para siswa harus dibuskan ke sekolah negeri untuk membantu pelaksanaan penghapusan pemisahan. Tahun 1975 diadakan survai tentang amandemen konstitusional untuk melarang sistem bus bagi anak sekolah atau mendukung sistem bus untuk mencapai integrasi sosial. Hasilnya, 72 persen mendukung amandemen, 18 persen mendukung sistem bus, dan 10 persen ragu-ragu.

Kemerdekaan wanita menjadi isu sosial tahun 1970-an. Opini rakyat mendukung usul seperti, “Negara ini akan menjadi lebih baik jika wanita lebih besar pengaruhnya dalam politik.” Popularitas Amandemen Persamaan Hak yang diusulkan meningkat. Tahun 1975 mayoritas bangsa Amerika menyetujui amandemen tersebut.

Kejahatan sudah lama menjadi masalah sosial utama bangsa Amerika. Tahun 1960-an opini publik mendukung pandangan bahwa pengadilan tidak cukup kerja dalam menangani penjahat. Pada tahun 1970-an bangsa Amerika pada umumnya percaya bahwa tindakan apa pun yang telah dicoba untuk memecahkan masalah kejahatan tidak berhasil. Dua isu yang berkaitan dengan kejahatan utama tahun 1970-an adalah pengendalian senjata api dan hukuman mati.

Obat bius dan kecanduan obat bius muncul sebagai isu sosial yang penting pada tahun 1970-an. Dalam survai 1972 dan 1974, 80 sampai 90 persen responden menyatakan pandangan bahwa tingkat pengeluaran pemerintah untuk mencegah kecanduan obat bius harus dipertahankan atau dinaikkan. Kedua isu yang lain pun menjadi sumber kontroversi sosial yang hebat. Pertama, terdapat konflik mengenai diinginkannya aborsi. Kedua, menyangkut euthanasia yaitu pengakhiran hidup seseorang untuk menghindari penderitaan lebih lama dari penyakit yang tidak disembuhkan.

Isu kelestarian. Isu kelestarian hidup yang pokok menyangkut sifat lingkungan, sumber energi, dan pertumbuhan penduduk.

Polusi lingkungan menarik perhatian sebagai isu yang dimulai pada akhir tahun 1960-an. Tahun 1974, survai memberikan bukti bahwa di atas 80 persen bangsa Amerika menyatakan kekhawatiran yang serius terhadap polusi air dan udara, dan dengan persentase yang sama mendukung dipertahankan atau dinaikkannya tingkat pengeluaran saat itu untuk memberantas kedua-duanya.

Isu energi memiliki tiga fokus. Pertama, dengan ancaman embargo oleh negara-negara produsen minyak timbul masalah apa yang harus dilakukan untuk menjamin pemasokan minyak dan bensin. Titik fokus kedua dari isu energi menyangkut pengembangan sumber energi baru. Sedangkan fokus ketiga dari masalah energi ini ialah pada isu penghematan.

Pertumbuhan penduduk adalah salah satu sumber masalah lingkungan maupun energi. Survai opini rakyat menyingkapkan adanya peningkatan dukungan kepada pembatasan pertumbuhan penduduk, pelaksanaan kontrol kelahiran, dan pengurangan besar rata-rata penduduk Amerika.

Isu kebijakan luar negeri. Perang dan komitmen Amerika di luar negeri telah menjadi perhatian bangsa Amerika dalam hal isu internasional. Pada tahun 1975 bangsa Amerika pesimistik terhadap kemungkinan tetap tidak melibatkan diri dalam peperangan di masa depan. Survai tersebut menunjukkan bahwa orang Amerika tidak mempunyai pikiran bahwa “perang dapat dihindari”.

Isu tahun 1970-an: Rangkuman dari opini yang banyak

Hanya sedikit isu spesifik yang telah ditanyakan oleh pollster kepada bangsa Amerika mengenai empat dasawarsa yang terakhir (dihitung dari akhir tahun 1970-an). Isu yang diajukan oleh pollster kepada rakyat merupakan isyarat yang oleh setiap orang diinterpretasi dan ditanggapi dengan makna khusus dan diindividualkan.

Dengan adanya keberatan bahwa opini poll mengukur kemungkinan masa sekarang, bukan kepastian pada masa depan, ada dua pokok masalah yang merangkumkan opini rakyat pada tahun 1970-an. Pertama, opini yang banyak adalah sesuatu yang sekaligus merupakan konflik dan konsensus. Kedua, bangsa Amerika pada umumnya mendukung peningkatan kegiatan dan pengeluaran pemerintah untuk memecahkan sejumlah besar masalah. Namun, sumber daya terbatas. Ini berarti, penempatan prioritas atas apa yang harus dilakukan.

Penstrukturan dan pendestrukturan opini rakyat

Ilmuwan politik Richard Dawson mengemukakan bahwa pola pandangan rakyat bisa berbeda pada tahun-tahun yang akan dating dari masa lalu karena telah muncul berbagai isu jenis baru yang meruntuhkan struktur tradisional mengenai pandangan politik. Opini rakyat mempunyai struktur jika segmen masyarakat yang dapat diidentifikasi mengungkapkan opini tertentu, sementara pengelompokan sosial yang lain menyatakan opini yang berbeda.

Dawson mendemonstrasikan bahwa pada pertengahan 1960-an pendestrukturan dimulai. Kategori rakyat menurut sosial, demografi, dan politik hanya sedikit perbedaannya dalam opini dibandingkan dengan pada dasawarsa-dasawarsa sebelumnya.

Selain pendestrukturan opini rakyat kontemporer terdapat juga fragmentasi domain isu politik Amerika. Selama periode tahun 1930-an sampai 1950-an, masalah ekonomi dan kebijakan luar negeri menjadi masalah yang dominan. Tidak ada domain isu ataupun isu tersendiri yang mendominasi politik Amerika, fakta yang membuat proses penyusunan opini yang sangat berubah-ubah, bergeser, dan dinamis.

Opini Publik: Menghindari Kekeliruan Reduksionis

Ketiga wajah opini publik – yang Satu, yang Sedikit, dan yang Banyak – adalah pengingat tambahan bahwa proses opini tidak dapat diperkecil artinya (direduksi) menjadi sebuah pernyataan tentang apa opini publik itu atau apa yang dipikirkan oleh publik.

Opini publik melibatkan komunitas terorganisasi, budaya politik, dan konsensus politik, yang semuanya menyajikan latar belakang kontekstual dan mitos kehendak umum yang memungkinkan pembuat kebijakan untuk bertindak. Karena opini publik terdiri atas kehendak khusus maupun konsensus umum, kita harus memperhitungkan saling pengaruh opini yang direfleksikan dalam kegiatan publik-publik tak terorganisasi (publik atentif, publik perkiraan isu, dan ideolog) dan kepentingan yang terorganisasi.

Ringkasnya, khalayak komunikasi politik, yakni publik dan opini publik, sama sekali terlalu bervariasi bagi kita untuk secara serampangan menerima pernyataan yang fasih tentang apa yang diinginkan atau ditolak oleh publik, apakah pernyataan yang fasih itu keluar dari politikus, jurnalis, penjaja profesional, pollster, jurubicara kelompok, yang diduga pemuka pendapat, atau bahkan ilmuwan social

0 komentar:

Poskan Komentar

silakan komentarnya..
kalo gak punya blog, pilihnya name/url.. urlnya kosongin aja.. okey.. thx a lot