Cari Artikel

Senin, Desember 08, 2008

"Bangkit Itu Mencuri!"

Berbicara mengenai bangkit, saya pernah mengirim tulisan dan berhasil dimuat di rubrik Analisisku Tabloid SOCCER No 08/IX, Sabtu 23 Agustus 2008..
Walaupun sudah lama saya rasa tulisan ini masih bisa dimaknai dalam rangka Gerakan Indonesia Bangkit..

“Bangkit itu mencuri, mencuri perhatian dunia dengan prestasi!” Itulah salah satu perkataan yang diungkapkan Deddy Mizwar dalam iklan tayangan masyarakat yang ditayangkan berbagai televisi dalam rangka Kebangkitan Nasional beberapa waktu lalu.


Yup, di tengah carut marut kondisi negeri ini dengan berbagai problem dan masalah, kita membutuhkan sesuatu yang bisa membuat dunia terhenyak. Yakni sebuah prestasi membanggakan yang sayangnya tak kunjung mampir ke negeri yang sudah berusia 63 tahun ini.


Salah satu momen yang pas untuk meraih prestasi adalah di Piala Kemerdekaan yang akan diselenggarakan di Jakarta. Kebetulan kita menjadi tuan rumah. Jargon, “Ini kandang kita!” seperti di Piala Asia 2007 lalu harus dihidupkan kembali.


Dalam lima pertandingan uji coba yang sudah dilakoni tim Merah-Putih di era kepelatihan Benny Dollo sangat terlihat timnas kita belum menunjukkan performa optimal. Dalam pertandingan ujicoba tersebut sangat terlihat Bendol masih mencari-cari formula yang tepat untuk skuad Merah-Putih.


Turnamen Piala Kemerdekaan beberapa saat lagi akan menjadi ujian yang sesungguhnya bagi skuad Benny Dollo. Ranking FIFA yang semakin menukik (kini ranking 147) harus benar-benar diperbaiki dengan meningkatkan performa timnas.


Di Turnamen Piala Kemerdekaan nanti, Indonesia akan berhadapan dengan Myanmar, Kamboja, Libya, dan Brunei Darussalam. Tiga negara, yakni Myanmar, Kamboja dan Brunei sudah sering dihadapi oleh tim Merah-Putih. Kewaspadaan tinggi harus ditunjukkan saat menghadapi Myanmar, sang juara bertahan Piala Kemerdekaan. Apalagi beberapi kali Myanmar sanggup merepotkan Indonesia. Sedangkan Kamboja di atas kertas masih satu level di bawah Indonesia.


Negara lain yakni Libia nyaris tak dikenal oleh Indonesia. Bisa dibilang Indonesia buta akan kekuatan negara tersebut. Yang jelas, saat ini harapan warga Indonesia berada di pundak Ponaryo Astaman dkk. Jika mampu memaksimalkan segala potensi, saya rasa kali ini Indonesia bisa mencuri perhatian dunia dengan prestasi. Jika tidak sekarang, kapan lagi?


Indonesia memang akhirnya bisa menjadi juara Piala Kemerdekaan. Namun saya rasa gelar juara itu diperoleh dengan cara yang aneh dan tidak membanggakan.. Hanya dengan menang WP lawan Libia di final. Kini dengan jargon "Maju Tak Gentar" saya berharap timnas kita bisa menjadi juara tentunya tidak dengan menang WO..

KITA HARUS BANGKIT!!!

(TOPIK TULISAN: Olahraga)

0 komentar:

Poskan Komentar

silakan komentarnya..
kalo gak punya blog, pilihnya name/url.. urlnya kosongin aja.. okey.. thx a lot