Cari Artikel

Selasa, September 02, 2008

Distribusi Opini Publik

Distribusi opini publik:

Yang satu, yang sedikit, dan yang banyak

Pola Opini Publik

Berdasarkan filosof Yunani, Aristoteles, pola opini publik dalam pemerintahan terbagi menjadi yang satu,yang sedikit, dan yang banyak. Pemerintahan yang satu bisa merupakan tirani (untuk kepentingan penguasa) maupun kerajaan (untuk kepentingan semua). Pemerintahan yang sedikit bisa berupa oligarki (dijalankan oleh orang yang berkuasa) atau aristokrasi (berada di tangan kaum bangsawan)

Yang satu: Budaya Politik dan Konsensus massa

Para sarjana melukiskan opini publik dari yang Satu sebagai “komunitas”. A. Lawrence Lowell beragumentasi bahwa opini publik ditegakkan atas pandangan umum rakyat tentang tujuan yang diinginkan dari pemerintah serta penerimaan umum mengenai alat yang tepat untuk mecapai tujuan itu.

Robert Nisbet membedakan opini pulik dari opini rakyat. Nisbet berakata, “Bukan rakyat menurut jumlah angkanya, bukan mayoritas, juga bukan hanya minoritas manapun yang mewakili opini publik jika individu-individu yang terlibat tidak membentuk suatu jenis komnitas atas dasar memiliki tujuan, maksud, dan aturan prosedur bersama. Opini publik telah memperleh karakternya dengan consensus yang sejati, dengan tradisi yang mempersatukan dan dengan apa yang oleh Elmund Burke disebut semangat konsistusioal”.

Pandangan ketiga tentang opini publik yang digunakan oleh para sarjana maupun politikus, menganggap bahwa opini public seabgai kesadarn jiwa (mood suatu bangsa). Pemimpin politik mngacu pada public atau kesadaran jiwa public sebagai cara mengasosiasikan kepentingan diri dengan apa yang dipandang oleh mereka sebagai pikiran dan pesanan yang lebih tersebar dan sah.Gabriel Almond, sebagai ilmuwan politik menggunakan anggapan opini public sebagai kesadaran jiwa untuk melukiskan konteks pembuatan kebijakan luar negeri Amerika setelah perang dunia II. Dua gagasan yang digunakan ole ilmuwan politik dalam menguraikan opini massa yang masih berhubungan dengan opini public, yaitu budaya politik, dan consensus politik.

1) Budaya Politik

Salah satu definisi budaya politik ialah bahwa budaya politik merupakan pola orientasi kepada tindakan politik. Dalam pengertian ini orientasi adalah kecenderungan kegiatan (citra). Maka pada hakikatnya budaya poliik terdiri atas pola kecenderungan kepercayaan, nilai, dan pengharapan yang diikiuti secara luas

Samuel Beer menggunakan dua konsepsi unutk menguraikan isi budaya politikyang manapun. Pertama, didalam setiap masyarakat terdapat gagasan umum tentang bagaimana sepantasnya pemerintahan dilaksanakan (konsepsi autoritas). Kedua, ada pandangan yang dianut secara luas tentang untuk apa autoritas seharusnya digunakan dan apa yang seharusnya digunakan oleh pemerintah.

Budaya politik sebagai konsensus massa

Consensus hanyalah sebagai keadaan yang disepakati diantara orang-orang mengenai objek yang diperhitungkan oleh mereka. Secara khusus, terdapat konsensus dalam beberapa prinsip:

a) Peraturan itu perlu

b) Konstitusi adalah inti system perauran

c) Peraturan dasar adalah pemerintahan oleh mayoritas rakyat

d) Pemerintahan rakyat harus memenuhi syarat

e) Lembaga pokok harus lembaga legislative

f) Ada rasa hormat yang berhati-hati terhadap autoritas eksektif dan yudikatif

g) Federalism diterima

h) Harus ada system desntralisasi pada partai politik

i) Masa jabatan dalam pemerintahan harus dibatasi

Donald Devine, menguraikan karakter consensus politik massa di Amerika Serikat. Ia menyebutkan budaya politik mempunyai empat aspek, pertama ada aspek komunitas, yakni rakyat memikirkan diri sendiri dan mengingatkan diri sendiri sebagai sesama anggota suatu nation dan kesatuan politik bersama. Kedua, yaitu perkembangan lambing-lmbang yang mempersatkan dengan makna yang relative sama bagi setiap orang. Ketiga, ialah perangkat aturan yang ditaati bersama tentang bagaimana pemerintah harus berjalan, yang telah kita beri label dengan konsepsi bersama tentang autoritas. Keempat, ialah kesepakatan atas nilai dan tujuan fundamental, yaitu konsepsi tentang tujuan. Hancurnya yang satu disebabkan oleh dua hal, yaitu generalitas lawan kekerasan dan keyakinan kepada pemerintah.

Yang sedikit : Opini public yang tak terorganisir, dan yang terorganisasi

Opini public dari yang sedikit terdiri atas pandangan kepentingan social utama dan diungkapkan dalam bentuk kelompok fungsional. Focus kita adalah pada dua tipe kelompok, yaitu yang tak teroganisasi dan yang terorganisasi

A. Kepentingan tak terorganisasi

Tiga tipe opini publik yang tak terorganisasi ditunjau dari publik atentif, publik berfikiran isu, dan ideology.

Publik atentif. Menduduki posisi yang penting dalam proses opini, pertama mereka bertindak sebagai saluran komunikasi interpersonal dalam aliran pesan timbal balik antara pemmpin politik dan publik umum. Kedua, yang atentif bergabung dengan pemimpin politik sebagai pembawa consensus politik. Pada umumnya, publik atentif adalah orang-orang yang lebih tinggi status sosio ekonominya daripada orang-orang diantara massa publik umum.

Publik berpikiran isu. Publik isu secara khas mencerminkan konvergensi 5 jenis kepentingan. Pertama, terdapat segala jenis orang yang mempunyai kepentinagn khusus terhadap kontroversi. Kedua, sehubungan dengan iu tersebut ada orang-orang yang mempunyai banyak pengalaman dalam menanganiya dan biasa diminta membuat putusan yang tidak memihak mengenai hal iu. Ketiga, terdapat pembela berbagai posisi; mereka bisa mewakili kelompok terorganisasi, tetapi warga Negara pribadi bisa juga muncul dalam peran kepemimpinan. Keempat, ada orang-orang yang tidak langsung berurusan dengan isu, tetapi terpengaruh oleh pemecahannya. Kelima, orang-oran yang pengetahuannya relative rendah (sedikit) tentang msalahnya, tetapi diminta menyatakan opininya.

Publik ideologis. Ada yang mengatakan bahwa publik ideologis itu besar dan sedang tumbuh, yang lain berargumentasi bahwa bangsa Amerika tidak pernah sangat ideologis dan kecil kemugkinannya untuk menjadi sangat ideologis di masa depan dimana pada penjelasan sebelumnya ideolog merupakan orang yang memiliki system kepercayaan yang relarif tertutup, yang nilai-nilainya adalah suka dan tak suka dipegang erat-erat. Pendekatan terpenting untuk mengukur liberalism atau konservatisme di Amerika ialah dengan menanyakan kepada rakyat bagaimana mereka menganggap diri mereka sendiri. Pendekatan kedua untuk mengukur ideology ialah dengan mengklasifikasikan rakyat sebagai orang-orang liberal atau konserfative berdasakan posisi yang diambil mereka terhadap isu.

B. Kepentingan Terorganisasi

Sebelumnya mengenai beberpa pengamatan awal. Pertama, seperti yang diteliti oleh Truman dan kebanyakan ilmuwan poliik, kelompok kepentingan adalah kelompok keanggotaan. Kedua, karena opini kelompok adalah pernyataan rangkuman dari opini individual para anggota, pandangan kepentingan terorganisasi yang tersendiri manapun jarang mengemuakan releksi yang akurat dariopini individual dari seluruh anggota kelompok. Ketiga, persis sebgaimana setiap opini kelompok tidak identik dengan kepercayaan, nilai, dan pengharapan seluruh anggotanya, begitu juga opini kelompok tidak identik dengan opini publik.

Dari perspektif kepentngan terorganisasi, opini publik dihasilkan dari saling pengaruh yang kompleks antara penyusunan personal dan penyusunan kelompok. Singkatnya, bila sumbangan kepentingan tak terorganisasi kepada opini publik adalah hasil dari perpaduan negosiasi dan pemilihan individual yang konvergen, maka sumbangan kepentingan terorganisasi adalah perpaduan antara negosiasi dengan teknik control social (propaganda).

Yang banyak: Kumpulan opini rakyat

Opini rakyat mencakup distribusi jumlah seluruh dan atau persentase yang mendukung atau menentang pendirian. Selain poll, pengungkapan utama yang yang lain bagi opini rakyat ialah melalui pemberian suara dalam pemilihan nonpartisan, dan pemilihan referendum yang mendukung dan menolak kandidat, partai, dan usul. Jika opini rakyat mengenai suatu objek berbeda, yang mengakibatkan sejumlah besar orang, maka terdapat isu politik. Dalam penelitian mengenai opini yang banyak kita melakukan tiga hal: (1) menelaah berbagai perhatian bangsa Amerika yang menimbulkan opini rakyat, (2) menetapkan domain isu pokok dan utama yang telah merangsang bangsa Amerika untuk menyatakan opini rakyat, (3) meneliti penstrukturan dan pendestrukturan opini rakyat kontemporer di Amerika Serikat.

Harapan dan kekhawatiran rakyat

Sejak tahun 1959, beberapa peneliti melakukan survai nasional tentang bangsa Amerika untuk menemukan apa yang paling dipikirkan orang Amerika mengenai kehidupan personal mereka dan mengenai Amerika sebagai bangsa. Perhatian personal yang pokok pada bangsa Amerika ialah mengenai standar hidup, kesejahteraan ekonomi, dan kesehatan fisik mereka.

Survai dalam lima tahun (1959, 1964, 1971, 1972, dan 1974) menunjukkan adanya kestabilan yang mencolok dalam bagaimana bangsa Amerika menaksir kehidupan mereka sekarang, di masa lalu, dan di masa depan. Bangsa Amerika cenderung menentang bahwa pada masa lalu bangsanya mengalami masa yang lebih baik daripada sekarang. Hasil survai juga menunjukkan pengharapan bangsa Amerika tentang hari depan bangsanya merosot.

Domain isu dan opini rakyat

Di dalam konteks harapan dan kekhawatiran mereka bagi diri mereka dan bagi bangsa, bangsa Amerika memperlihatkan perhatian kepada beberapa jenis isu tertentu. Poll Gallup yang dilakukan selama lebih dari empat dasawarsa memberikan petunjuk tentang adanya tipe umum isu, atau domain isu yang telah menyulitkan bangsa Amerika dalam lima periode historis terakhir.

Pola keseluruhannya: masalah luar negeri dan masalah ekonomi (perdamaian dan kemakmuran) muncul kembali dari satu periode ke periode berikutnya sebagai masalah yang penting bagi bangsa Amerika, isu sosial menjadi semakin penting, dan dalam masa empat dasawarsa tampaknya dalam pikiran bangsa Amerika terjadi pertambahann variasi masalah.

Beberapa pokok tertentu harus tetap diingat. Pertama, tekanan relatif yang diberikan oleh variasi pada waktu yang berbeda bangsa Amerika menanggapi dengan cara yang berbeda bergantung pada masalahnya. Kedua, terdapat fakta bahwa bangsa Amerika menjadi sangat prihatin terhadap isu tertentu yang mudah dicerminkan dalam daftar mana pun dari puncak perhatian mereka.

Opini rakyat tentang isu yang penting: Pandangan pollster

Pollster profesional tidak hanya mengukur kepercayaan, nilai, dan pengharapan sampel rakyat. Pollster biasanya menanyai rakyat tentang masalah yang menjadi berita, dan karena itu turut berfungsi sebagai pengatur agenda isu dengan komunikator profesional dari media massa.

Isu ekonomi. Isu ekonomi utama yang dibicarakan orang dengan pollster pada masa kepresidenan Roosevelt adalah mengenai hubungan buruh-manajemen. Beberapa survai dalam periode tersebut menunjukkan adanya dukungan rakyat yang kukuh terhadap arbitrase yang diwajibkan untuk menyelesaikan perselisihan buruh-manajemen.

Periode kepresidenan Truman juga menekankan hubungan buruh manajemen sebagai masalah ekonomi utama. Yang diperselisihkan ialah persetujuan Taft-Hartley Act tahun 1947, yaitu rencana undang-undang yang membatasi hak buruh yang terorganisasi.

Sejak Perang Dunia II, sebagian besar kekhawatiran dalam masalah ekonomi ialah mengenai bagaimana menghadapi siklus resesi dan inflasi yang terjadi berulang-ulang. Di antara isu yang spesifik adalah pengendalian harga dan upah, pengeluaran federal, dan penanganan

Isu Kesejahteraan. Pollster mengenal hubungan hubungan antara isu ekonomi dan isu kesejahteraan. Isu utama dalam periode 1937-1944 adalah mengenai jaminan sosial, yaitu program yang menetapkan bantuan pemerintah kepada kaum tua, orang cacat, anak yang dependen, dan sebagainya.

Isu penting yang muncul pada era Truman dan berlanjut sampai tahun 1960-an adalah bantuan federal bagi pendidikan. Bangsa Amerika dengan tegas menolak gagasan penggunaan bantuan federal untuk mendorong sekolah lokal agar berintegrasi; survai tahun 1956 dan 1957 menunjukkan bahwa bantuan federal harus diberikan kepada semua sekolah, baik terintegrasi ataupun tidak.

Tahun 1960-an terdapat banyak isu mengenai kesejahteraan dan ekonomi sebagai tanggapan terhadap perang melawan kemiskinan dari pemerintah Johnson. Terdapat dukungan rakyat yang besar kepada program kesejahteraan federal, baik yang diarahkan pada pengurangan kemiskinan maupun jenis program yang lebih konvensional yang berkaitan dengan kebijakan kesejahteraan. Survai pertengahan 1970-an menunjukkan dukungan rakyat terhadap tindakan kesejahteraan tersebut cukup stabil.

Isu Sosial. Isu ini terdiri dari hubungan ras, gerakan feminis, penanggung kejahatan dan jaminan ketertiban umum, penanggulangan peningkatan pemakaian obat bius, dan kemerosotan yang terasa dalam moralitas publik dan pribadi.

Hubungan ras membangkitkan perhatian pada tahun 1930-an dan 1940-an, tetapi masalah rasial menjadi lebih intensif ketika Mahkamah Agung AS pada tahun 1954 mempermaklumkan bahwa segregasi sekolah bertentangan dengan konstitusi. Masalah rasial tidak lenyap sama sekali dijelaskan oleh opini rakyat terhadap dua pokok masalah. Pertama, survai tahun 1968 menunjukkan bahwa lebih dari dua kali orang Amerika yang berpendapat bahwa orang kulit hitamlah, bukan orang kulit putih yang bertanggung jawab atas keadaan orang kulit hitam seperti sekarang. Kedua, terdapat pemisahan besar pada isu tentang apakah para siswa harus dibuskan ke sekolah negeri untuk membantu pelaksanaan penghapusan pemisahan. Tahun 1975 diadakan survai tentang amandemen konstitusional untuk melarang sistem bus bagi anak sekolah atau mendukung sistem bus untuk mencapai integrasi sosial. Hasilnya, 72 persen mendukung amandemen, 18 persen mendukung sistem bus, dan 10 persen ragu-ragu.

Kemerdekaan wanita menjadi isu sosial tahun 1970-an. Opini rakyat mendukung usul seperti, “Negara ini akan menjadi lebih baik jika wanita lebih besar pengaruhnya dalam politik.” Popularitas Amandemen Persamaan Hak yang diusulkan meningkat. Tahun 1975 mayoritas bangsa Amerika menyetujui amandemen tersebut.

Kejahatan sudah lama menjadi masalah sosial utama bangsa Amerika. Tahun 1960-an opini publik mendukung pandangan bahwa pengadilan tidak cukup kerja dalam menangani penjahat. Pada tahun 1970-an bangsa Amerika pada umumnya percaya bahwa tindakan apa pun yang telah dicoba untuk memecahkan masalah kejahatan tidak berhasil. Dua isu yang berkaitan dengan kejahatan utama tahun 1970-an adalah pengendalian senjata api dan hukuman mati.

Obat bius dan kecanduan obat bius muncul sebagai isu sosial yang penting pada tahun 1970-an. Dalam survai 1972 dan 1974, 80 sampai 90 persen responden menyatakan pandangan bahwa tingkat pengeluaran pemerintah untuk mencegah kecanduan obat bius harus dipertahankan atau dinaikkan. Kedua isu yang lain pun menjadi sumber kontroversi sosial yang hebat. Pertama, terdapat konflik mengenai diinginkannya aborsi. Kedua, menyangkut euthanasia yaitu pengakhiran hidup seseorang untuk menghindari penderitaan lebih lama dari penyakit yang tidak disembuhkan.

Isu kelestarian. Isu kelestarian hidup yang pokok menyangkut sifat lingkungan, sumber energi, dan pertumbuhan penduduk.

Polusi lingkungan menarik perhatian sebagai isu yang dimulai pada akhir tahun 1960-an. Tahun 1974, survai memberikan bukti bahwa di atas 80 persen bangsa Amerika menyatakan kekhawatiran yang serius terhadap polusi air dan udara, dan dengan persentase yang sama mendukung dipertahankan atau dinaikkannya tingkat pengeluaran saat itu untuk memberantas kedua-duanya.

Isu energi memiliki tiga fokus. Pertama, dengan ancaman embargo oleh negara-negara produsen minyak timbul masalah apa yang harus dilakukan untuk menjamin pemasokan minyak dan bensin. Titik fokus kedua dari isu energi menyangkut pengembangan sumber energi baru. Sedangkan fokus ketiga dari masalah energi ini ialah pada isu penghematan.

Pertumbuhan penduduk adalah salah satu sumber masalah lingkungan maupun energi. Survai opini rakyat menyingkapkan adanya peningkatan dukungan kepada pembatasan pertumbuhan penduduk, pelaksanaan kontrol kelahiran, dan pengurangan besar rata-rata penduduk Amerika.

Isu kebijakan luar negeri. Perang dan komitmen Amerika di luar negeri telah menjadi perhatian bangsa Amerika dalam hal isu internasional. Pada tahun 1975 bangsa Amerika pesimistik terhadap kemungkinan tetap tidak melibatkan diri dalam peperangan di masa depan. Survai tersebut menunjukkan bahwa orang Amerika tidak mempunyai pikiran bahwa “perang dapat dihindari”.

Isu tahun 1970-an: Rangkuman dari opini yang banyak

Hanya sedikit isu spesifik yang telah ditanyakan oleh pollster kepada bangsa Amerika mengenai empat dasawarsa yang terakhir (dihitung dari akhir tahun 1970-an). Isu yang diajukan oleh pollster kepada rakyat merupakan isyarat yang oleh setiap orang diinterpretasi dan ditanggapi dengan makna khusus dan diindividualkan.

Dengan adanya keberatan bahwa opini poll mengukur kemungkinan masa sekarang, bukan kepastian pada masa depan, ada dua pokok masalah yang merangkumkan opini rakyat pada tahun 1970-an. Pertama, opini yang banyak adalah sesuatu yang sekaligus merupakan konflik dan konsensus. Kedua, bangsa Amerika pada umumnya mendukung peningkatan kegiatan dan pengeluaran pemerintah untuk memecahkan sejumlah besar masalah. Namun, sumber daya terbatas. Ini berarti, penempatan prioritas atas apa yang harus dilakukan.

Penstrukturan dan pendestrukturan opini rakyat

Ilmuwan politik Richard Dawson mengemukakan bahwa pola pandangan rakyat bisa berbeda pada tahun-tahun yang akan dating dari masa lalu karena telah muncul berbagai isu jenis baru yang meruntuhkan struktur tradisional mengenai pandangan politik. Opini rakyat mempunyai struktur jika segmen masyarakat yang dapat diidentifikasi mengungkapkan opini tertentu, sementara pengelompokan sosial yang lain menyatakan opini yang berbeda.

Dawson mendemonstrasikan bahwa pada pertengahan 1960-an pendestrukturan dimulai. Kategori rakyat menurut sosial, demografi, dan politik hanya sedikit perbedaannya dalam opini dibandingkan dengan pada dasawarsa-dasawarsa sebelumnya.

Selain pendestrukturan opini rakyat kontemporer terdapat juga fragmentasi domain isu politik Amerika. Selama periode tahun 1930-an sampai 1950-an, masalah ekonomi dan kebijakan luar negeri menjadi masalah yang dominan. Tidak ada domain isu ataupun isu tersendiri yang mendominasi politik Amerika, fakta yang membuat proses penyusunan opini yang sangat berubah-ubah, bergeser, dan dinamis.

Opini Publik: Menghindari Kekeliruan Reduksionis

Ketiga wajah opini publik – yang Satu, yang Sedikit, dan yang Banyak – adalah pengingat tambahan bahwa proses opini tidak dapat diperkecil artinya (direduksi) menjadi sebuah pernyataan tentang apa opini publik itu atau apa yang dipikirkan oleh publik.

Opini publik melibatkan komunitas terorganisasi, budaya politik, dan konsensus politik, yang semuanya menyajikan latar belakang kontekstual dan mitos kehendak umum yang memungkinkan pembuat kebijakan untuk bertindak. Karena opini publik terdiri atas kehendak khusus maupun konsensus umum, kita harus memperhitungkan saling pengaruh opini yang direfleksikan dalam kegiatan publik-publik tak terorganisasi (publik atentif, publik perkiraan isu, dan ideolog) dan kepentingan yang terorganisasi.

Ringkasnya, khalayak komunikasi politik, yakni publik dan opini publik, sama sekali terlalu bervariasi bagi kita untuk secara serampangan menerima pernyataan yang fasih tentang apa yang diinginkan atau ditolak oleh publik, apakah pernyataan yang fasih itu keluar dari politikus, jurnalis, penjaja profesional, pollster, jurubicara kelompok, yang diduga pemuka pendapat, atau bahkan ilmuwan social

Teori Social Marketing

Definisi Social Marketing

Berdasarkan definisi dari para ahli, social marketing pada dasarnya merupakan aplikasi strategi pemasaran komersil untuk “menjual” gagasan dalam rangka mengubah sebuah masyarakat, terutama dalam manajemen yang mencakup analisa, perencanaan, implementasi dan pengawasan.

Marketing menurut Hermawan Kertajaya adalah sesuatu yang sederhana. Ia mengumpamakannya sebagai seni “menjual” diri (selling self) atau organisasi. Apabila seseorang atau organisasi mempraktikkan prinsip-prinsip: promosi tanpa memaksa, memahami dan menerapkan positioning secara tepat, memahami branding dan diferensiasi berarti lembaga atau seseorang perusahaan telah menjalankan marketing dengan benar.

Hermawan mengistilahkan dasar-dasar marketing sebagai “3i Marketing Triangle”, yaitu positioning (cara sasaran/publik yang hendak diubah perilakunya mendefinisikan perusahaan/organisasi dengan kompetitor), differentiation (perbedaan ) dan brand (keunikan, ketajaman, dan fokus sebuah produk dibandingkan dengan produk lainnya, bisa berupa logo dan bentuk unik). Telah dikenal 9 elemen marketing (segmentasi pasar, target, positioning, diferensiasi, marketing mix, selling, brand, service dan process).

Proses Social Marketing:

1. Terapkan SWOT (Strenght Weakness Opportunity Threat) pada analisa kondisi awal

2. Pilih kelompok sasaran yang perilakunya hendak diubah

3. Tetapkan perubahan perilaku yang diinginkan

4. Identifikasi manfaat atau hambatan dalam mengubah perilaku

5. Terapkan strategi social marketing yang beranekaragam untuk mengelakkan hambatan dan mengejar manfaat

6. Perubahan perilaku memakan waktu sehingga strategi social marketing harus diusahakan secara gigih dalam waktu lama dengan indikator prestasi yang terukur

Penerapan social marketing merupakan salah satu bagian dari sebuah framework yang disebut “doing great by doing good” (Philip Kotler & Nancy Lee, “Corporate Social”). 6 pilihan untuk berbuat baik tersebut adalah cause promotions, cause related marketing, social marketing, corporate philantropy, community volunteering. Social marketing merupakan upaya untuk mendukung implementasi dan/atau mengubah perilaku masyarakat.

Hermawan berpendapat bahwa pemasaran di masa kini menjadi lebih berhasil apabila memperbanyak strategi marketing horisontal (dari individu ke individu). Misalnya, dengan membuat situs web. Cara-cara vertikal seperti menggunakan metode komunikasi satu arah kini kurang efektif. Hal serupa menurut, Hermawan berlaku untuk social marketing. Marketing seharusnya tidak dipandang hanya sebagai sebuah alat atau seolah anggota tubuh. Pandanglah marketing sebagai sebuah keseluruhan (the whole), sesuatu yang menyeluruh. Menurut Hermawan, di masa kini visi, misi dan nilai-nilai organisasi tidak hanya melibatkan intelektualitas (mind) dan hati (heart),melainkan juga ruh (spirit). Penjabaran dapat dilihat pada bagan “3² Values-BasedMatrix”.

Praktik pemasaran sosial tak ada artinya apabila kemitraan tidak dijadikan tujuan organisasi. Menurut Andreason, penekanannya adalah padamasyarakat luas, langsung mempengaruhi perilaku dan kebutuhan atau kepentingan target sasaran sebagai dasar pertimbangan. Demikian pula, social marketing tak ada artinya apabila tidak diikuti atau dilanjutkan dengan upaya mendorong tersusunnyasebuah kebijakan. Salah satu contoh pembentukan sistem kebijakan adalah adanya tax eduction (pemotongan pajak) bagi lembaga atau korproasi yang menyumbang. Pajak yang jumlahnya reduksi ini bisa menjadi bagian dari advokasi organisasi nirlaba sehingga pada akhirnya organisasi tidak tergantung semata-mata kepada donor.

Sabtu, Agustus 30, 2008

Pengertian Organisasi

(maaf ga bisa bantu banyak,, ini mah tugas kuliah sy aja.. iseng di posting di blog.. kalo kurang mah cari aja lagi.. hihi.. kalo mau protes, protes ke gugel aja kenapa bisa halaman pertama.. hehe)

Pengertian Organisasi (didapat dari buku)

1. Organisasi adalah susunan dan aturan dari berbagai-bagai bagian (orang dsb) sehingga merupakan kesatuan yang teratur. (W.J.S. Poerwadarminta, Kamus Umum Bahasa Indonesia)
2. Organisasi adalah sistem sosial yang memiliki identitas kolektif yang tegas, daftar anggota yang terperinci, program kegiatan yang jelas, dan prosedur pergantian anggota. (Janu Murdiyamoko dan Citra Handayani, Sosiologi untuk SMU Kelas I)

Pengertian organisasi berikut ini didapat dari artikel yang berjudul “Pengertian, Definisi dan Arti Organisasi - Organisasi Formal dan Informal - Belajar Online Lewat Internet Ilmu Manajemen” oleh godam64
tanggal 16 Februari 2008 (http://organisasi.org/pengertian_definisi_dan_arti_organisasi_organisasi_formal_dan_informal_belajar_online_lewat_internet_ilmu_manajemen)

3. Menurut Stoner, organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan manajer mengejar tujuan bersama.
4.Menurut James D. Mooney, organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.
5. Menurut Chester I. Bernard, organisasi merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih
Selanjutnya, pengertian di bawah ini diambil dari Wikipedia, tanggal 16 Februari. Alamat web/halaman: http://id.wikipedia.org/wiki/Organisasi

6. Organisasi (Yunani: ὄργανον, organon - alat) adalah suatu kelompok orang yang memiliki tujuan yang sama. Baik dalam penggunaan sehari-hari maupun ilmiah, istilah ini digunakan dengan banyak cara.

Pengertian di bawah ini diperoleh dari artikel yang berjudul PENGARUH KEPUASAN KERJA DAN STRESS DIHADAPKAN DENGAN KONSELING DALAM TINGKAT PRODUKTIFITAS DAN PRESTASI KERJA SUATU ORGANISASI oleh : Mistiani, S.sos, Puslitbang Strahan Balitbang Dephan
(http://buletinlitbang.dephan.go.id/index.asp?vnomor=18&mnorutisi=9) 16 Februari

7. Organisasi adalah bentuk formal dari sekelompok manusia dengan tujuan individualnya masing-masing (gaji, kepuasan kerja, dll) yang bekerjasama dalam suatu proses tertentu untuk mencapai tujuan bersama (tujuan organisasi). Agar tujuan organisasi dan tujuan individu dapat tercapai secara selaras dan harmonis maka diperlukan kerjasama dan usaha yang sungguh-sungguh dari kedua belah pihak (pengurus organisasi dan anggota organisasi) untuk bersama-sama berusaha saling memenuhi kewajiban masing-masing secara bertanggung jawab, sehingga pada saat masing-masing mendapatkan haknya dapat memenuhi rasa keadilan baik bagi anggota organisasi/pegawai maupun bagi pengurus organisasi/pejabat yang berwenang.

Pengertian selanjutnya diperoleh dari artikel yang berjudul “Manajemen Konflik Dalam Organisasi” oleh fickry tanggal 16Februari(http://defickry.wordpress.com/2007/09/13/manajemen-konflik-dalam-organisasi/)

8. Organisasi adalah suatu koordinasi rasional kegiatan sejumlah orang untuk mencapai tujuan umum melalui pembagian pekerjaan dan fungsi lewat hirarki otoritas dan tanggungjawab (Schein). Karakterisitik organisasi menurut Schein meliputi : memiliki struktur, tujuan, saling berhubungan satu bagian dengan bagian yang lain untuk mengkoordinasikan aktivitas di dalamnya.

9. Organisasi adalah sistem hubungan yang terstruktur yang mengkoordinasikan usaha suatu kelompok orang untuk mencapai tujuan tertentu (Kochler).

10. Organisasi adalah suatu bentuk sistem terbuka dari aktivitas yang dikoordinasi oleh dua orang atau lebih untuk mencapai tujuan bersama.

Cerpen ga jelas.. hohoh

Suatu hari di SMAN 1001 Sukakaya saat pra UAN mata pelajaran Bahasa Indonesia, murid-murid sedang sibuk mengerjakan soal. Saat pengawas lengah mereka tentunya memanfaatkan situasi tersebut.
“Hoi, Jim no 5,6,7 jawabannya apa?” kata Tamtam.
“Teuing, atuh! Jawab sendiri dong!” ujar Jimmy.
“Dasar pelit lu!”
“Oke, oke jawabannya B, C, E” kata Jimmy setengah berbisik.
Beberapa saat kemudian, pengawas mulai menyadari gerak-gerik mereka.
“Baik, bagi yang sudah selesai silakan kumpulkan! Jimmy sedang apa?”
“Oh, nggak Pa! Ini mau minjam penghapus.”
Yah, begitulah suasana di kelas XII-5 saat praUAN Bahasa Indonesia. Tentunya selain Jimmy dan temannya Tamtam murid-murid selalu saja siap dengan berbagai strategi mencontek dan mengelabui pengawas.
Sebenarnya Jimmy anak yang cukup pintar. Wajahnya yang lumayan ganteng dan tubuhnya yang atletis membuat banyak wanita terpikat kepadanya. Ia sangat tidak senang dengan kelakuan teman-temannya yang selalu mencontek dan mencontek. Tidak jarang ia mendapat nilai yang lebih rendah dibandingkan teman-temannya hanya karena tidak mau mencontek.
“Dung … dung ….dung….” lonceng telah berbunyi tiga kali. Ini menandakan waktu mengerjakan soal telah habis.
“Silakan kumpulkan jawaban kalian, waktu sudah habis,” kata Pak Beto yang hari itu bertindak sebagai pengawas.
“Bentar, Pak dikit lagi!” kata Arianto nyeletuk.
“Ah, udah cepat kumpulkan, saya hitung sampai lima!”
Akhirnya semua murid pun mengumpulkan jawabannya dengan wajah lesu. Namun, Jimmy tampaknya sangat yakin dengan jawabannya.
Jimmy memang sangat menguasai pelajaran bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Nilai pra-UAN sebelumnya pun cukup tinggi. Ia pernah mendapatkan nilai 9,4 untuk bahasa Indonesia dan 8,6 untuk bahasa Inggris. Ia selalu saja menjadi target contekan teman-temannya untuk kedua mata pelajaran tersebut.
Namun, Jimmy paling tidak suka dengan pelajaran Matematika. Nilainya selalu saja pas-pasan, bahkan nyaris tidak lulus. Batas standar nilai UAN kali ini adalah 4,5. Jimmy selalu saja mendapat nilai sekitar 5. Walaupun begitu, ia tetap yakin dengan kemampuannya dan bertekad tidak akan mencontek dengan metode apa pun.
Sepulang ujian hari itu, Jimmy mengobrol dengan sahabatnya, Tamtam.
“Aduh, Jim, gimana tadi ujiannya bisa?” kata Tamtam.
“Alhamdulillah, bisa. Gimana sih kamu, hampir aja tadi ketahuan.”
“Wah, sorry, Jim. Tadi itu emang ujiannya bikin lieur. Kayaknya soal-soalnya banyak yang ngejebak, gitu!”
“Kalau kamu banyak latihan, sebenarnya kan soalnya biasa-biasa aja, lagi!”
“Iya, deh, iya kamu emang pinter. Ngomong-ngomong gimana persiapannya buat pra-UAN Matematika besok?” tanya Tamtam.
“Waduh, waduh kumaha nya? Perasaan saya teh udah belajar, tapi kok nggak ngerti-ngerti aja!” kata Jimmy penuh kebingungan.
“Kalau mau besok saya mau bantu kasih tau jawabannya. Besok tuh rencananya saya bakal nulis contekan rumus. Trus biasanya bakal dapet jawaban dari teman yang di depan.”
“Ah, ga, ga usah repot-repot. Saya mau coba jawab sekemampuan saya sendiri.”
“Ya, udah terserah kamu. Saya cuma mau kasih solusi, kok!” kata Tamtam setengah emosi.
Setelah itu Jimmy pulang ke rumahnya dengan naik sepeda motor Kaze-R berwarna hitamnya. Seperti biasa Tamtam ikut membonceng. Maklum, rumah mereka berdua berdekatan.
Sesampainya di rumah Jimmy ingin melepaskan penat akibat ujian. Saat ini bulan April awal, hanya dua minggu lagi UAN sesungguhnya akan tiba. Tentunya tidak hanya Jimmy yang merasakan ketegangan seperti ini. Teman-temannya juga merasa tegang, takut tidak lulus. Angkatan kemarin pun yang tidak lulus berjumlah 10 orang. Wajar, jika mereka takut. Guru-guru mereka pun mengimbau agar murid-murid memfokuskan diri untuk lulus UAN terlebih dahulu. SPMB atau tes perguruan tinggi lainnya pikirkan saja nanti, toh kalau tidak lulus SPMB masih bisa ikut lagi tahun depan. Berbeda jika tidak lulus UAN, tentunya tak ada murid yang rela untuk ikut belajar lagi setahun dan mengikuti UAN tahun depan.
Saat itu Jimmy membolak-balik buku persiapan UAN-nya. Ia mencoba mengerjakan soal-soal Matematika.
1
“ Hasil dari ∫ 3x √3x t 1 dx adalah” Jimmy membaca soal integralnya. Aduh
0
kalo soal integral kayak gini, gimana cara ngerjainnya ya, pikir Jimmy. Ia pun membolak-balik buku yang membahas tentang integral. Ia masih bingung. Sepertinya harus ada yang membantunya mengerjakan soal-soal ini.
Setelah pamit kepada kedua orang tuanya, Jimmy pergi ke tempat bimbel. Guru-guru di tempat bimbelnya sangat baik hati dan senantiasa membantunya jika ada kesulitan. Ia merasa bimbelnya bagaikan rumah sendiri.
Jimmy merasa puas. Sepulangnya dari bimbel ia merasa sedikit mengerti. Ia merasa siap untuk pra-UAN besok.
***

“Baik, waktunya sudah habis.” suara Pak Astaman terdengar saat Jimmy sedang pusing mengerjakan soal. Alamak, masih sepuluh soal lagi, pikir Jimmy. Ya, sudah terpaksa deh ia menembak sisa-sisa soalnya.
Ujian Pra-UAN Matematika hari itu memang memusingkan. Soal-soalnya sangat kompleks dan membutuhkan waktu yang lama untuk mengerjakannya. Namun, teman-teman Jimmy selalu saja mempunyai “trik-trik jitu” untuk menyelesaikan soal. Berbeda dengan Jimmy yang tetap teguh pada pendiriannya, tidak mau mencontek.
“Waduh, Jim. Tadi itu saya sukses besar lho. Tadi saya dapet jawabannya dari si Kiroi.” Kata Tamtam saat mereka mengobrol di kantin.
“Ah, dasar lu curang mulu. Kita kan harus jujur, gimana bangsa ini mau maju kalo generasi mudanya nyontek melulu.” Kata Jimmy sambil meminum es jeruknya.
“Biasa aja kali. Daripada nanti ga lulus, bener gak? Lihat aja cewek terpintar di kelas kita aja si Andin tadi nyontek. Istilahnya tuh kita emang mau cari aman aja biar lulus, coy!”
“Iya juga sih. Tapi kan tadi tuh baru pra-UAN. Bagusnya kan coba dulu kemampuan sendiri.”
Saat itu teman sekelas mereka Arianto datang.
“Hai, Jim, Tam, lagi ngobrolin apa nich!” kata Arianto.
“Oh, Anto, ini lagi ngobrolin ujian tadi. Si Jimmy masih keukeh ga mau nyontek.” Kata Tamtam.
“Aduh Jim, hari gene ga mau nyontek! Udah ketinggalan jaman kali! Kata Bu Sophi juga ga apa-apa kita bekerja sama juga untuk kelulusan bersama. Kita buat tim sukses aja. Ayo, gimana. Berminat ga, Jim?” kata Arianto antusias.
Jimmy pun hanya terdiam. Ia merasa bingung.
Malam harinya Jimmy termenung. Ia melihat-lihat kembali soal Pra-UAN yang dikerjakannya tadi pagi. Aduh, kayaknya soalnya memang susah banget. Gimana nanti UAN yang benerannya ya?
Malam itu Jimmy melaksanakan shalat tahajud. Ia merasa bingung dan meminta petunjuk Allah SWT untuk memecahkan masalahnya.

***
Esok harinya Jimmy mengikuti mentoring di DKM sekolahnya. Jimmy memang aktif di DKM. Kali itu ia sangat antusias mendengarkan kakak mentornya yang telah kuliah di Unpad jurusan Jurnalistik Fikom.
“Surat Al-Fatihah ayat 5 berbunyi ‘Iyya kana budu wa iya kanasta’in’, ‘Hanya kepada Engkaulah kami mengabdi dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan, sayangnya banyak di antara kita yang tidak mampu mengamalkan ayat ini.” Kata Azmi, kakak mentor Jimmy.
“Contohnya apa Kang?” tanya Jimmy.
“Contohnya yang deket-deket aja, nyontek misalnya. Disadari atau tidak sebenarnya perbuatan tersebut dilarang oleh Allah SWT.”
Jimmy pun semakin antusias mendengarkan.
“Misalnya saat bekerja nanti saya ingin menjadi seorang pembicara. Untuk diterima itu nilai mata kuliah Retorika harus A. Saat ujian saya mencontek 3 soal. Anggaplah jawaban yang dicontek itu menentukan nilai akhir saya, taruh lah 30%. Kira-kira saat saya setiap bulan mengambil gaji misalkan Rp25 juta, itu kan dari hasil nyontek yang 30%. Padahal nyontek itu haram. Bagaimana dengan uangnya?”
“Waduh, waduh serem juga ya kang” kata Jimmy.
Mentoring pun terus dilanjutkan. Tak terasa adzan ashar sudah berkumandang. Mereka pun melaksanakan shalat ashar berjamaah.
***

Hari-hari seminggu menjelang UAN pelajaran di sekolah Jimmy hanyalah pelajaran-pelajaran yang di-UAN-kan yaitu bahasa Indonesia, Matematika, dan bahasa Inggris. Ketiga guru mata pelajaran tersebut tentunya tak ada yang ingin anak didiknya ada yang tidak lulus.
Saat itu wali kelas XII-5 membagikan nilai Pra-UAN.
“Jimmy!” Bu Hindi memanggil.
“Ya, Bu!” kata Jimmy.
Bu Hindi pun memperlihatkan hasil pra-UAN Jimmy.
“Jimmy, nilai bahasa Inggris dan bahasa Indonesia kamu tertinggi di kelas. Namun, nilai matematikamu sangat menghawatirkan. Kamu harus lebih giat lagi belajar ya, Jim. Ibu tidak ingin anak sepintar kamu tidak naik kelas.” Kata Bu Hindi.
“Baik, Bu!”kata Jimmy seraya memandang nilai matematikanya, ia mendapat nilai 5,5. Setelah mendengarkan petuah wali kelasnya Jimmy pun kembali duduk.
“Hai Jim gimana nilainya?” Kata Tamtam.
Jimmy tidak mendengarkan pertanyaan sahabatnya itu. Ia sangat bersedih dan bingung sehingga tak mampu berkata-kata.
***
Akhirnya saat yang menegangkan itu pun tiba. UAN Matematika dimulai setelah sebelumnya UAN Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris telah dilaksanakan.
Pagi itu, pengawas yang berasal dari sekolah lain, membagikan soal Matematika, pelajaran yang paling ditakuti Jimmy. Saat itu Jimmy menyimpan HP-nya di jaket di kolong meja. Teman-temannya memang berjanji akan memberikan jawaban via SMS jika memang ia membutuhkan. Memang pada awalnya Jimmy berniat tidak akan mencontek. Namun, karena teman-temannya terus mendesaknya akhirnya hatinya luluh juga.
Jimmy pun mulai mengerjakan soal-soal Matematikanya. Kali ini ia bisa mengerjakannya walaupun dengan susah payah. Ketika waktu menyisakan lima belas menit lagi, Jimmy masih belum mengerjakan 10 nomor. Saat itulah temannya memberikan jawaban via SMS.
Belum sampai ia melihat seluruh jawaban pengawas mendekatinya. Jimmy merasa tegang, ia tidak tahu harus berbuat apa.
“Hai, nak sedang apa kamu? Lihat jawaban lewat SMS ya, bagus!” kata pengawas sambil menuliskan nama Jimmy di berita acara.

***
Setelah kejadian itu Jimmy benar benar menyesal dan bingung dan juga stress. Betapa tidak, ia baru pertama kali sepanjang hidupnya mencontek namun langsung ketahuan. Mengapa teman-temannya yang sudah bertahun-tahun mencontek tapi tak pernah ketahuan? Mengapa ia harus mencontek, padahal jika pun tidak mencontek sebenarnya ia bisa mendapat nilai bagus? Bagaimana jika nilainya dikurangi? Jutaan pertanyaan berkelebat dalam kepalanya pasca kejadian itu.
Akhirnya Jimmy memperoleh surat yang memberitahukan hasil UAN. Dengan penuh rasa penasaran dan tegang Jimmy membuka surat itu.
LULUS
Begitulah tulisan dalam surat itu. Hatinya pun merasa gembira. Perjuangannya akhirnya memperoleh hasil.
“Alhamdulillah ya Allah!” kata Jimmy penuh suka cita.

Keesokan harinya Jimmy ke sekolah untuk melakukan cap tiga jari dan mengurus ijazah.
Jimmy pun melihat nilainya. Memang nilai Matematikanya pas-pasan, bebeda dengan nilai teman-temannya yang lain. Mungkin nilainya dikurangi gara-gara kejadian itu.
“Hai, Jim gimana nilainya?” kata Tamtam.
“Alhamdulillah.” Kata Jimmy. “Oh, iya ngomong-ngomong dari sekolah kita apa lulus semua?”
“Iya katanya sich gitu.” Kata Tamtam
“Wah seneng banget ya!” kata Jimmy.
Hari itu memang SMAN 1001 Sukakaya tengah bergembira karena siswanya lulus 100 %. Begitu pun Jimmy, walaupun sebenarnya ia lebih senang lulus tanpa mencontek. Dalam hati ia berjanji tidak akan mencontek lagi apa pun alasannya.

Sabtu, Agustus 23, 2008

Global Positioning System (GPS)

Kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) pada satu dekade terakhir ini sungguh dahsyat dan sangat pesat. Manusia, seiring dengan berkembangnya zaman dan meningkatnya mobilitas, terus berusaha menciptakan alat-alat tertentu sesuai dengan kebutuhan dan keperluannya. Kebutuhan manusia yang beraneka ragam dan betapa mendesaknya kegiatan berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain menyebabkan manusia membutuhkan assistant yang selalu bisa membantunya melakukan apa saja.

Assistant yang dimaksudkan di sini tentu saja berhubungan dengan perangkat teknologi, yang pada era saat ini merupakan rekan/mitra/partner/assistant sejati bagi penggunanya. Mengapa perangkat teknologi dianggap merupakan partner sejati bagi penggunanya?

Sudah tidak dapat dipungkiri lagi bahwa manusia sangat bergantung pada alat-alat yang diciptakannya. Perangkat teknologi, sebagai suatu bentuk ciptaan dari terobosan intelektualitas manusia, tidak lain tidak bukan telah dengan sangat baik menjalankan tugasnya dalam mempermudah aktivitas manusia. Teknologi sangat mumpuni dalam mengatasi hambatan jarak dan waktu yang sejak dahulu kala merupakan persoalan utama yang dihadapi manusia.

Manusia dapat mengirim dan menerima informasi dengan sangat cepat, dapat mengetahui perang yang terjadi di negara lain, dapat mengakses data dari benua lain, tanpa perlu mengkhawatirkan jarak dan waktu yang terbentang didepannya. Itulah teknologi. Lebih tepatnya, teknologi komunikasi informasi.

Pada dasarnya, teknologi – khususnya teknologi komunikasi informasi – yang berkembang saat ini telah membuktikan pendapat Manuel Castells dalam bukunya The Network Society tentang “......masyarakat dalam jaringan global yang saling terhubung”. Adapun teknologi komunikasi itu sendiri adalah alat atau sistem yang dapat meningkatkan kemampuan berkomunikasi atau mempermudah penyampaian dan penerimaan pesan. Kebutuhan manusia akan infomasi, penyampaian dan penerimaan pesan, mobilitas, hasil kerja yang akurat dan teliti, dan berbagai permasalah lainlah yang mendorong perkembangan teknologi komunikasi informasi dengan begitu cepat.

Indonesia mungkin termasuk negara yang beruntung karena memiliki beragam teknologi komunikasi informasi yang bisa dinikmati oleh siapa saja dan menjadi pengguna ekstensif dinamika kemajuan teknologi tersebut (Kompas, 30 Agustus 2007). Salah satu kebutuhan manusia yang mendasar adalah mengetahui dimana posisinya pada saat-saat tertentu atau mencari tahu tentang keberadaan suatu wilayah tertentu.

Hal ini sebenarnya merupakan kebutuhan mendasar manusia sejak zaman dahulu kala. Kebutuhan untuk mengetahui posisi keberadaannya di muka bumi, menentukan arah yang harus ditempuh untuk menuju suatu tempat atau wilayah, mengetahui posisi atau letak suatu wilayah, jarak tempuh dan waktu yang diperlukan untuk mencapai suatu wilayah, hal-hal seperti ini akan memakan waktu dan biaya yang banyak jika kita harus mengerahkan beberapa orang dalam beberapa tim untuk menyurveinya ke seluruh dunia.

Oleh karena itu, dibuatlah suatu alat atau sistem yang pada akhirnya melahirkan teknologi mutakhir yang mampu memenuhi semua kebutuhan manusia akan arah dan wilayah, yang disebut dengan teknologi GPS (Global Positioning System). Arah dan posisi suatu wilayah memiliki peran yang sangat penting dalam berbagai aktivitas. Dan seringkali proses atau cara yang digunakan untuk mendapatkannya tidak praktis. Kehadiran teknologi GPS telah menjawab tantangan yang ada untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Dengan teknologi ini manusia dapat mengetahui posisi secara real time dan juga arah jalan yang dituju.

Selain itu, teknologi ini akan sangat membantu mereka yang tinggal di negara kepulauan, seperti kita – Indonesia, untuk menemukan posisi daerah atau wilayah tertentu di peta digital, baik melalui darat, air, maupun udara. Sorotan utamanya adalah penggunaan peta digital pada GPS di darat, yang tentu saja banyak diaplikasikan pada kendaraan-kendaraan bermotor, baik beroda dua maupun empat.

Sayangnya, sebagian besar masyarakat Indonesia masih awam dengan gadget canggih yang satu ini. Hal ini mungkin dikarenakan penggunaan GPS hanya bagi mereka yang berkendaraan. Namun, tak dapat dipungkiri, faktor penghambat lain yang utama adalah GPS masih merupakan barang mahal bagi masyarakat kita.

Oleh karena itu, dalam makalah ini kami akan membahas beberapa hal yang berkaitan dengan masih awamnya masyarakat Indonesia dengan teknologi GPS.

Kebutuhan manusia akan arah dan letak memang merupakan barang langka yang baru bisa dipenuhi satu dekade terakhir ini. Penemuan dan pengembangan teknologi GPS merupakan terobosan suskes manusia yang semakin merealisasikan ungkapan “dunia dalam genggaman manusia”. Bagaimana tidak jika teknologi GPS yang dengan bantuan “kroni-kroni” satelitnya mampu merekam bumi dari berbagai sudut ini bahkan sudah dimasukkan ke dalam teknologi telpon genggam yang sudah marak beredar di pasaran saat ini?




1. GLOBAL POSITIONING SYSTEM (GPS)

Global Positioning System (GPS) adalah suatu sistem navigasi yang memanfaatkan satelit. Penerima GPS memperoleh sinyal dari beberapa satelit yang mengorbit bumi. Satelit yang mengitari bumi pada orbit pendek ini terdiri dari 24 susunan satelit, dengan 21 satelit aktif dan 3 buah satelit sebagai cadangan. Dengan susunan orbit tertentu, maka satelit GPS bisa diterima di seluruh permukaan bumi dengan penampakan antara 4 sampai 8 buah satelit. GPS dapat memberikan informasi posisi dan waktu dengan ketelitian sangat tinggi.

Nama lengkap GPS adalah NAVSTAR GPS (Navigational satellite Timing and Ranging Global Positioning System), namun lebih sering dikenal sebagai GPS. GPS mulai diaktifkan untuk umum pada 17 Juli 1995.

2. SEJARAH GPS

Amerika Serikat merupakan negara pencetus dan pemrakarsa GPS. Pada dasarnya, bentuk sistem teknologi GPS sama dengan sistem navigasi radio pangkalan pusat, seperti LORAN dan Decca Navigator yang dikembangkan pada tahun 1940-an dan digunakan selama Perang Dunia II. Inspirasi pembuatan sistem GPS sebenarnya datang dari Uni Soviet yang pada saat itu, tahun 1957, meluncurkan satelit pertama mereka, Sputnik.

Sebuah tim ilmuwan AS yang dipimpin oleh Dr. Richard B. Kershner saat itu memonitor transmisi radio Sputnik. Mereka menemukan bahwa Efek Doppler berpengaruh pada transmisi radio, di mana sinyal frekuensi yang ditransmisi Sputnik sangat tinggi saat baru diluncurkan dan semakin rendah seiring dengan satelit menjauhi bumi. Mereka menyadari bahwa dengan mengetahui letak bujur lokasi mereka dengan tepat di peta dunia, mereka mampu melacak posisi satelit tersebut mengorbit berdasarkan tolak ukur penyimpangan Efek Doppler.

Transit, satelit sistem navigasi pertama yang digunakan oleh Angkatan Laut AS sukses diujicobakan pertama kali pada tahun 1960. Sistem yang menggunakan kumpulan dari lima satelit ini mampu menentukan posisi sekali tiap jamnya. Pada tahun 1967, AL AS mengembangkan satelit Timation yang membuktikan kemampuannya dengan menetapkan waktu yang akurat di angkasa, merupakan teknologi acuan sistem GPS. Tahun 1970-an, Sistem Navigasi Omega pangkalan pusat, berdasarkan pembandingan fase sinyal, menjadi sistem navigasi radio pertama yang meliputi seluruh dunia.

Satelit percobaan pertama Block-I GPS diluncurkan pada Februari 1978. Satelit-satelit GPS pertama kali dibuat oleh Rockwell International (sekarang merupakan bagian dari Boeing) dan sekarang dibuat oleh Lockheed Martin (IIR/IIR-M) dan Boeing (IIF).

Timeline:

  • Pada tahun 1972, Holloman AFB AS melakukan perbandingan pengujian dua prototipe penerima GPS di atas White Sand Missile Range, menggunakan satelit tiruan pangkalan pusat.
  • Tahun 1978, satelit percobaan pertama Block-I GPS diluncurkan.
  • Tahun 1983, setelah pesawat interseptor Rusia menembak pesawat terbang sipil KAL 007 di wilayah udara terlarang Rusia, yang membunuh 269 orang dalam peristiwa tersebut, presiden AS Ronald Reagan mengumumkan bahwa sistem GPS akan dapat digunakan oleh rakyat sipil begitu sistem itu selesai dibuat.
  • Tahun 1985, sepuluh satelit percobaan Block-I GPS tambahan diluncurkan untuk memvalidasi konsep tersebut.
  • Pada 14 Februari 1989, satelit modern Block-II pertama diluncurkan.
  • Tahun 1992, Space Wing kedua, yang pada dasarnya mengontrol sistem, di-nonaktifkan dan diganti dengan Space Wing ke-50.
  • Pada Desember 1993 sistem GPS mampu beroperasi untuk pertama kalinya.
  • Pada 17 Januari 1994, konstelasi komplit 24 satelit telah mengorbit.
  • Kemampuan untuk beroperasi penuh dideklarasikan oleh NAVSTAR pada April 1995.
  • Tahun 1996, menyadari pentingnya GPS bagi rakyat sipil, presiden AS Bill Clinton mengeluarkan kebijakan langsung yang menyatakan GPS sebagai dual-use system dan mendirikan Interagency GPS Executive Board untuk mengatur penggunaannya sebagai aset negara.
  • Tahun 1998, Wakil Presiden AS Al Gore mengumumkan rencana untuk mengupgrade GPS dengan dua sinyal sipil untuk mempertinggi keakuratan dan keandalan pengguna, terutama dengan respek terhadap faktor keselamatan penerbangan.
  • Pada 2 mei 2000, “Selective Availability” tidak dilanjutkan sebagai hasil dari Peraturan Pemerintah tahun 1996, memungkinkan pengguna untuk menerima sinyal tidak bertingkat secara global.
  • Tahun 2004, pemerintah AS menandatangani sebuah perjanjian bersejarah dengan Komunitas Eropa membangun kerjasama dalam bidang GPS dan rencana sistem Galileo Eropa.
  • Tahun 2004, presiden AS George W. Bush memperbaharui kebijakan nasional, menggantikan lembaga eksekutif dengan National Space-Based Positioning, Navigation, and Timing Executive Committee.
  • November 2004, QUALCOMM mengumumkan keberhasilan menguji aplikasi bantuan sistem GPS pada telepon genggam.
  • 2005, satlelit GPS pertama yang dimodernisasi diluncurkan dan mulai mentransmisikan sinyal sipil kedua (L2C) untuk meningkatkan manfaatnya bagi pengguna.
  • Peluncuran terbaru pada 17 Oktober 2007. Satelit GPS tertua yang masih beroperasi diluncurkan pada 4 Juli 1991 dan mulai dioperasikan pada 30 Agustus 1991.
  • 14 September 2007, peraturan tentang Sistem Pengendalian Segmen Pusat yang telah usang digantikan dengan Rencana Evolusi Arsitektur yang baru.

3. KEGUNAAN GPS

· Militer
GPS digunakan untuk keperluan perang, seperti menuntun arah bom, atau mengetahui posisi pasukan berada. Dengan cara ini maka kita bisa mengetahui mana teman, mana lawan untuk menghindari salah target ataupun menentukan pergerakan pasukan.

· Navigasi
GPS banyak juga digunakan sebagai alat navigasi seperti kompas. Beberapa jenis kendaraan telah dilengkapi dengan GPS untuk alat bantu navigasi. Dengan menambahkan peta, maka bisa digunakan untuk memandu pengendara sehingga pengendara bisa mengetahui jalur mana yang sebaiknya dipilih untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

· Sistem Informasi Geografis

Untuk keperluan Sistem Informasi Geografis, GPS sering juga diikutsertakan dalam pembuatan peta, seperti mengukur jarak perbatasan, ataupun sebagai referensi pengukuran.

· Pelacak_kendaraan
Kegunaan lain GPS adalah sebagai pelacak kendaraan. Dengan bantuan GPS, pemilik kendaraan/pengelola armada bisa mengetahui ada di mana saja kendaraannya/aset bergeraknya berada saat ini.

· Pemantau Gempa

Bahkan saat ini, GPS dengan ketelitian tinggi bisa digunakan untuk memantau pergerakan tanah, yang ordenya hanya milimeter dalam setahun. Pemantauan pergerakan tanah berguna untuk memperkirakan terjadinya gempa, baik pergerakan vulkanik ataupun tektonik.

· Navigasi Pesawat Terbang

Kebanyakan sistem penerbangan menggunakan alat GPS biasa dalam penerbangan, kecuali ketika mendarat dan lepas landas, sama seperti alat elektronik lain. Larangan penggunaan GPS disebabkan adanya isu keselamatan, yaitu tidak ingin penumpang memetakan posisinya. Sebaliknya, sebagian penerbangan juga memasukkan GPS ke dalam sistem hiburan penerbangan. Dengan pengamatan GPS, maka informasi posisi 3D, kecepatan dan percepatan pesawat terbang dapat ditentukan secara teliti. Di samping itu GPS juga dapat digunakan sebagai sistem navigasi pesawat terbang pada saat survey dengan metode real time DGPS (Differential Global Positioning System).

· Penangkapan Ikan di Perairan Luas

Trimble memperkenalkan penerima GPS pertama di dunia untuk navigasi laut pada tahun 1985. Dan seperti yang mungkin kita duga, menavigasikan perairan dunia menjadi lebih tepat daripada sebelumnya. Saat ini alat penerima Trimble dapat ditemukan di perahu-pearhu di seluruh dunia, mulai dari perahu nelayan, kapal kargo pengantar barang, sampai kapal-kapal pesiar mewah. Sebuah perusahaan penangkapan ikan asal Selandia Baru menggunakan GPS supaya mereka dapat kembali ke wilayah terbaik untuk menangkap ikan tanpa perlu tersesat sebelumnya.

4. CARA KERJA GPS

Perangkat GPS menerima sinyal dari satelit dan kemudian melakukan perhitungan sehingga pada tampilan umumnya kita dapat mengetahui posisi (dalam lintang dan bujur), kecepatan, dan waktu. Disamping itu juga informasi tambahan seperti jarak, dan waktu tempuh. Posisi yang ditampilkan merupakan sistem referensi geodetik WGS-84 dan waktu merupakan referensi USNO (U.S. Naval Observatory Time).

Ilmuwan mengembangkan suatu konfigurasi untuk sistim GPS yang dapat menjangkau secara global dengan menggunakan sedikitnya 21 satelit pada medium earth orbit (MEO).

· 21 satelit yang aktif dan 3 satelit cadangan.

· Enam bidang orbit. Ketinggian: 20,200 km. Period: 11 jam 58 menit. Kemiringan: 530

· Empat satelit per pesawat.

· Lima stasiun pengawasan

Pada awalnya, peneliti berpendapat bahwa sebuah konfigurasi garis edar bumi geostationary (GEO) berada pada 36,000 km. Namun hal ini dibantah karena pendapat tersebut berarti satelit-satelit akan memerlukan pemancar yang lebih kuat dan sarana peluncuran yang lebih tangguh. Selain itu, GEO akan memberikan jangkauan daerah kutub yang lemah. Bahkan konfigurasi test pendahuluan menunjukan bahwa pesawat – pesawat peluncur berada pada kemiringan 630. 24 satelit-satelit GPS yang baru berada pada konfigurasi Block II, dan telah diluncurkan antara tahun 1989 dan 1994.

Konfigurasi ini menunjukan bahwa enam pesawat berada pada kemiringan 550. Berada pada posisi garis bujur yang sama yaitu pada 600 garis bujur, kemiringan ini memberikan jangkauan global terbaik, termasuk daerah kutub. Satelit-satelit bahkan dibagi menjadi empat generasi: II, IIA, IIR dan IIF. Perbedaan-perbedaan yang utama ada pada ketelitian dan jumlah maksimum hari tanpa kontak dari stasiun pemantauan dan kendali.

Stasiun pengawasan mengirimkan data yang baru dan telah diperbaiki kepada masing-masing satelit setiap empat jam. Data ini mencakup koreksi terhadap waktu dan posisi yang tepat dari satelit tersebut dan satelit-satelit GPS lainnya yang berada di dalam orbit. Data terbaru mengenai posisi satelit dapat ditentukan dengan melakukan pengukuran GPS terhadap ground antenna di lokasi yang telah diketahui. Stasiun pengawasan ditempatkan di dekat garis katulistiwa untuk mengurangi efek ionospheric.

Konsep GPS

Hubungan mendasar antara satelit dan receiver digambarkan dalam lima langkah-langkah di bawah ini :

1. Receiver menerima sinyal dari satelit GPS.

2. Hal tersebut menentukan perbedaan antara waktu yang ada dengan waktu yang disampaikan melalui frekuensi yang ada.

3. Sinyal yang dikirimkan juga menghitung jarak satelit dari receiver, dengan memperhitungkan bahwa sinyal tersebut dikirim dengan kecepatan cahaya.

4. Receiver menerima sinyal dari dua satelit yang lain, dan kembali menghitung jarak dari mereka.

5. Dengan mengetahui jarak nya dari tiga lokasi yang berbeda, receiver mentrianggulir (triangulation) posisi nya.


GPS memiliki dua tingkat ketelitian:

  • Sistem posisi standar (standard positioning system / SPS)
    SPS merupakan yang disediakan untuk umum (sipil). Tingkat akurasi yang dihasilkan adalah 100 m untuk posisi horisontal dan 150 meter untuk posisi vertikal.
  • Sistem posisi presisi (precision positioning system / PPS)
    PPS digunakan oleh Departemen Pertahanan AS dan tidak disediakan untuk umum.

Penerima GPS menghitung posisinya dengan mengukur jarak antara posisinya dan tiga atau lebih satelit GPS lainnya. Masing-masing satelit memiliki jam atom dan secara berkesinambungan mengirimkan pesan-pesan yang memuat waktu dan lokasi yang tepat. Penerima menggunakan jamnya untuk menetapkan dengan seksama waktu penerimaan setiap pesan. Hal itu membuat jarak dengan setiap satelit sejak pergerakan sinyal bergerak dengan kecepatan mendekati kecepatan cahaya. Dengan mengetahui jaraknya dengan sedikitnya tiga satelit dan posisi satelit tersebut, penerima menghitung posisinya menggunakan trilaterasi. Kenyataannya, penerima-penerima tersebut biasanya tidak memiliki ketepatan waktu yang akurat, tetapi melacak empat satelit atau lebih sehingga memungkinkan mereka untuk menetapkan baik lokasi maupun waktu yang akurat.

Bagaimana GPS mengetahui posisinya

Untuk mengetahui posisi dari GPS, diperlukan minimal 3 satelit. Pengukuran posisi GPS didasarkan oleh sistem pengukuran matematika yang disebut dengan Triliterasi. Yaitu pengukuran suatu titik dengan bantuan 3 titik acu. Misalnya anda berada di suatu kota A (disini kota kita anggap sebagai titik), tetapi anda tidak mengetahui dimana anda berada. Untuk mengetahui keberadaan anda, anda bertanya kepada seseorang, dan orang tersebut menjawab bahwa anda 2 km dari kota B.

Jawaban ini tidak memuaskan anda karena anda tidak tahu apakah anda di sebelah selatan, utara, barat, atau timur kota B. Kemudian anda bertanya kepada orang ke-2 dan mendapat jawaban bahwa anda berada 5 km dari kota C. Dengan jawaban ini anda sudah dapat membayangkan dimana posisi anda, hanya ada kemungkinan 2 titik berbeda yang berpotongan antara lingkaran dengan radius kota A dengan kota B dan lingkaran dengan radius kota A dengan kota C. Untuk lebih memperjelas lagi anda mumerlukan orang ke-3, misalnya anda berada di 1 km dari kota D.

Dengan demikian anda mendapatkan perpotongan antara lingkaran dengan radius jarak kota A ke kota B, lingkaran antara kota A dan kota C, dan lingkaran antara kota A dan kota D. Dalam GPS kota A adalah alat penerima GPS, kota B, C, dan D adalah Satelit. Beberapa fungsi dari GPS adalah : 1. Untuk melakukan navigasi terhadap kapal laut dan pesawat terbang. 2. Untuk menentukan jarak-jarak tertentu 3. Untuk melakukan suatu penemuan di bidang geografi 4. dll.

5. GPS DI INDONESIA

GPS sebenarnya bukan lagi barang baru di Indonesia. Hal ini terbukti karena sejak tahun 1999 PT Ratnacahaya Nusawiria yang berpusat di Bandung mampu mengembangkan sistem aplikasi navigasi berbasis GPS yang tak kalah canggih dengan aplikasi sejenis, seperti buatan Mapking, Navifone, atau Solomap, yang sekarang terpasang di beberapa ponsel yang memiliki fitur GPS (Kompas, 30 Agustus 2007).

Selain itu, pada bulan Aprill tahun 2000, Pusat Penelitian Antar Universitas bidang Mikroelektronika bekerjasama dengan Lembaga Penelitian dan Pengembangan ITENAS menyelenggarakan seminar – workshop tentang Global Positioning System (GPS) di Hotel Savoy Homann Bandung.

Topik seminar – workshop ini adalah mengenai Potensi dan Aplikasi Teknologi GPS. Acara ini digunakan sebagai wahana untuk mengetahui status dan potensi penerapan sistem GPS di Indonesia, khususnya mengkaji peluang pendayagunaan teknologi GPS tersebut dan sumbangannya pada peningkatan perekonomian dan daya saing nasional. Organisasi profesi maupun konsultan teknik juga menggalang kerjasama masyarakat pengguna GPS di Indonesia serta memberikan feedback terhadap kemampuan tenaga ahli Indonesia dalam pengembangan aplikasi teknologi GPS.

NusaMap merupakan salah satu produk GPS yang paling menonjol dan merupakan karya orang Indonesia yang patut dibanggakan. NusaMap merupakan aplikasi peta digital yang canggih dan serba bisa. Untuk menggunakan NusaMap, diperlukan satu PDA PocketPC disertai satu perangkat GPS (Bluetooth GPS, atau CompactFlash GPS, atau GPS yang dilengkapi kabel serial ke PocketPC).

Peta digital NusaMap mencakup Jawa-Bali, yang meliputi berbagai kota besar seperti Bali, Bandung, Bekasi, Bogor, Cirebon, Denpasar, Depok, Jakarta, Kuta, Malang, Nusa Dua, Semarang, Singaraja, Surakarta, Surabaya, Tangerang, dan Yogyakarta. Di dalamnya terdapat pula informasi lokasi POI yang dikategorikan dalam kelompok, bandara, stasiun kereta api, terminal, pelabuhan, hotel dan resort, restoran, lokasi turisme, lapangan golf, pertokoan, pasar, pom bensin, kantor polisi, rumah sakit, kantor pos, gedung perkantoran, apartemen, wali kota, dan universitas.

Walaupun NusaMap dapat dipakai secara stand-alone untuk melihat-lihat peta, akan jauh lebih bermanfaat bila dipasangkan dengan perangkat GPS. Perangkat GPS membantu memplot secara real time posisi setiap saat pada peta NusaMap.

Salah satu fitur yang tampak sederhana, tetapi berimplikasi besar, adalah digunakannya standar ASCII atau plain text file untuk menyimpan data waypoint. Masalah klasik yang dihadapi pada perangkat GPS adalah mengelola data waypoint mengingat adanya keterbatasan memory dan kesulitan pencarian. Data NusaMap berbentuk plain text memudahkan kita untuk menyimpan dan kemudian menemukan kembali waypoint tertentu dengan menggunakan fasilitas Search di PocketPC maupun di PC. Informasi waypoint juga dapat di cut & paste untuk dikirim via SMS atau e-mail kepada yang membutuhkan.

Untuk penggunaan lebih advanced, NusaMap memberikan pula fasilitas remote tracking. Dengan memasang perangkat GPS+GSM pada kendaraan, pemakai NusaMap dapat mengirim SMS permohonan info lokasi ke kendaraan tersebut, yang akan langsung dijawab secara otomatis sehingga lokasi kendaraan dapat ditampilkan seketika pada peta digital NusaMap yang ada pada kita.

Selain itu, perusahaan Solo System mengeluarkan produk GPS yang dikemas oleh perusahaan multimedia Avix yang digunakan oleh sejumlah ATPM di Indonesia dan juga dimanfaatkan oleh industri seluler terkemuka di dunia, Nokia. Dimana pemilik perusahaan Solo System dan “otak” dari GPS ini tak lain adalah orang Indonesia, yaitu Arifin Effendy.

Aplikasi dari teknologi GPS di Indonesia meliputi, GPS potabel pada kendaraan bermotor, baik mobil maupun motor. Selain itu, banyak juga diaplikasikan dalam telepon genggam, baik pada produk GSM maupun CDMA. Selain sebagai penunjuk arah, GPS juga dapat berfungsi sebagai alat pelacak lokasi kendaraan yang dimanfaatkan oleh perusahaan jasa transportasi, taksi. Dimana salah satu perusahaan penggunanya adalah Blue Bird. Dengan bantuan GPS, perusahaan mampu menyelesaikan order lebih banyak daripada sebelumnya karena perusahaan mampu melacak taksi yang posisinya terdekat dengan lokasi pemesan.


Di Indonesia, teknologi GPS sebenarnya telah cukup lama diaplikasikan dalam sistem navigasi pesawat terbang. Dengan pengamatan GPS, maka informasi posisi 3D, kecepatan dan percepatan pesawat terbang dapat ditentukan secara teliti. Di samping itu GPS juga dapat digunakan sebagai sistem navigasi pesawat terbang pada saat survey dengan metode real time DGPS (Differential Global Positioning System). Penggunaan GPS ini juga diterapkan dalam kegiatan militer, berkaitan dengan pemantauan seluruh wilayah kekuasaan NKRI untuk menjaga pertahanan dan keamanan negara.

6. AWAMNYA MASYARAKAT INDONESIA TERHADAP GPS

Teknologi GPS sebenarnya bukan merupakan teknologi yang baru lagi di Indonesia. Hal ini terbukti dengan telah dianutnya teknologi ini pada akhir tahun 1990-an seperti yang telah diuraikan di atas. Sayangnya terdapat beberapa kendala utama yang menyebabkan teknologi ini kurang meng-Indonesia seperti teknologi-teknologi komunikasi informasi lainnya.

Adapun, menurut kelompok kami, terdapat beberapa faktor penyebab awamnya masyarakat Indonesia terhadap GPS, yaitu:

1. Adanya perbedaan budaya antara pencipta dan pengguna.

AS sebagai pencipta teknologi GPS tentunya memiliki budaya yang jauh berbeda dengan Indonesia dalam hal mencari tahu posisi dan keberadaan dirinya di muka bumi. Budaya orang AS adalah dengan selalu mengandalkan peta manual kemana pun mereka pergi. Dengan begitu, mereka tidak perlu takut tersesat dan kehabisan waktu di jalan. Sedangkan budaya orang Indonesia sangat bertolak belakang. Kita lebih senang menyempatkan diri sekian menit untuk berhenti di tengah jalan dan bertanya pada orang alamat tertentu atau lokasi tertentu. Perbedaan budaya antara budaya pencipta dan budaya pengguna inilah yang masih sulit untuk dijembatani dalam rangka memasyarakatkan GPS di Indonesia.

2. Kebutuhan akan teknologi penunjuk arah masih dirasakan tidak perlu dikalangan masyarakat.

Hal ini disebabkan oleh perbedaan budaya seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. GPS tidak seperti handphone yang sudah merupakan kebutuhan utama hampir setiap orang. Dengan demikian, tidak heran jika pengetahuan akan teknologi ini pun masih sangat minim di masyarakat kita.

3. Pengaplikasian GPS masih terbatas pada teknologi yang hanya digunakan oleh kalangan-kalangan tertentu.

Misalnya, penggunaan GPS sekarang masih sangat terbatas pada kendaraan beroda empat. Penggunaan GPS pada kendaraan beroda dua masih sangat jarang ditemukan. Selain itu, aplikasi GPS yang terdapat dalam beberapa produk telepon genggam terkadang hanya merupakan vitur tambahan bagi pemakainya tanpa tahu atau mengerti bagaimana cara menggunakannya. Atau walaupun mereka mengerti, vitur GPS hanya akan berakhir di menu handphone tanpa pernah digunakan.

4. Perangkat teknologi GPS masih merupakan barang mahal.

Berbeda halnya dengan aplikasi GPS yang sudah ditanamkan di dalam handphone, perangkat GPS potabel dijual dengan harga yang masih relatif mahal. Harga yang beredar di pasaran saat ini untuk GPS potabel ukuran 7 inci bernilai Rp. 5,5 juta, sedangkan untuk ukuran 3,5 inci bernilai Rp. 2,75 juta. Selain itu, perangkat portabel dengan harga demikian belum termasuk SD card untuk peta digitalnya. Hubungan antara GPS dengan SD card ini sama dengan handphone dengan simcardnya. GPS tanpa peta digitalnya hanya akan menunjukkan titik merah diantara berbagai garis tanpa keterangan apa pun yang akan sangat membingungkan penggunanya. Oleh karena itu, SD card yang berisi peta digital ini sangat dibutuhkan. Dengan adanya peta digital yang sudah dipasangkan didalamnya, maka GPS akan mampu memberikan keterangan mengenai nama jalan, letak, jarak yang harus ditempuh, bahkan posisi beberapa tempat seperti posisi SPBU, restoran, pertokoan, dan sebagainya.

IMPLEMENTASI GPS DI BIDANG KOMUNIKASI

Penggunaan GPS tampak membawa perubahan secara tidak langsung bagi masyarakat penggunanya di Indonesia. Hal paling mendasar yang berubah adalah budaya penggunanya. Budaya orang Indonesia yang terbiasa bertanya (lisan) arah dan lokasi sebuah tempat tujuan kepada orang yang ditemui di jalan, berubah menjadi budaya membaca (tulisan) peta sejak berkembangnya penggunaan GPS.

Selain itu, teknologi ini pun membawa dampak tertentu dalam konteks komunikasi pemasaran. Pemetaan GPS yang mampu menampilkan lokasi-lokasi fasilitas umum, restoran, hotel, café, dan sebagainya, sangat membantu penyedia fasilitas untuk mempromosikan lokasinya. Dengan kata lain, cara ini merupakan bentuk dari efektivitas penjualan langsung. Bukan hanya fasilitas umum, GPS pun dapat digunakan untuk mempromosikan tempat tujuan wisata di suatu daerah.

Melihat kemampuan GPS yang sangat membantu masyarakat memetakan posisinya maupun posisi tempat tujuannya, pemerintah seharusnya mampu menyediakan fasilitas GPS yang dapat diakses publik terutama di kota-kota besar. Dengan demikian, GPS dapat menjadi konsumsi publik yang tidak hanya terbatas pada kalangan tertentu.

Sebagai salah satu bentuk teknologi yang termasuk baru di kalangan masyarakat Indonesia, GPS sebenarnya mampu membantu proses pembangunan di Indonesia dengan kegunaan-kegunaannya yang telah disebutkan di atas. Oleh karena itu, perlu adanya terobosan baru dari pemerintah dengan memanfaatkan teknologi ini semaksimal mungkin.

Penerapan teknologi GPS telah membawa perubahan mendasar dalam sistem komunikasi informasi manusia. Ini terbukti dengan diaplikasikannya teknologi tersebut ke dalam berbagai bidang kehidupan manusia. GPS pertama kali dikembangkan oleh Departemen Pertahanan AS. Setelah itu, berbagai perkembangan yang dilakukan mulai mengantarkan GPS menjadi salah satu teknologi yang dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat umum.

GPS yang mengandalkan 24 satelit yang mengorbit bumi ini mampu mengirimkan data berupa posisi dan waktu yang akurat kepada penerima GPS di bumi. Tingkat keakuratan GPS sangat dapat diandalkan untuk menemukan lokasi suatu wilayah, melacak kendaraan, pemantauan gempa, kepentingan militer, navigasi pesawat terbang, maupun kegiatan penangkapan ikan di perairan luas atau laut.

Pengaplikasian GPS di Indonesia telah dimulai sejak tahun 2001, dimana salah satu perusahaan jasa transportasi menggunakannya untuk melacak lokasi taksi yang terdekat dengan lokasi pelanggan yang memberikan order. Setelah itu, GPS mulai dikembangkan untuk digunakan secara umum, baik pada kendaraan beroda empat maupun dua.

Walaupun begitu, masyarakat kita masih terbilang awam dengan teknologi ini dikarenakan adanya kesenjangan digital dan kesenjangan informasi di bidang teknologi komunikasi informasi. Selain itu, GPS masih merupakan barang mahal bagi masyarakat Indonesia. Faktor-faktor tersebut merupakan faktor utama rendahnya pengetahuan dan penggunaan GPS di kalangan masyarakat umum kita.

Adapun implementasi GPS di bidang komunikasi antara lain, Pertama, GPS secara tidak langsung mengubah budaya lisan menjadi budaya tulisan. Kebiasaan masyarakat Indonesia menanyakan arah dan lokasi tempat tujuan kepada orang yang ditemui di jalan berubah menjadi kebiasaan membaca peta jika orang tersebut mampu menggunakan GPS. Kedua, GPS dapat menampilkan nama lokasi sehingga dapat dimanfaatkan untuk mempromosikan lokasi suatu fasilitas publik seperti hotel dan restoran dan karenanya meningkatkan efektivitas penjualan langsung. Pengelola tempat tujuan pariwisata juga dapat diuntungkan karena kegunaan GPS di atas. Banyaknya manfaat yang diperoleh dari GPS seharusnya dapat membangkitkan kesadaran pemerintah untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dengan cara menyediakan fasilitas GPS yang dapat diakses publik di tempat-tempat umum, terutama di kota-kota besar.