Saya sedang mengikuti kontes Capillanos Sweet Moments..
Mohon bantuan rekan-rekan untuk like grup http://www.facebook.com/coklatpermenCapilanos
lalu like notes sy yang berjudul Interisti loves Milanisti
thx
Cari Artikel
Rabu, Juli 14, 2010
Kontes Menulis Capilanos
Minggu, Oktober 25, 2009
Media Marxist Theory
Bab I
Sejarah Teori
1.1. Pengembang Teori
Media marxist theory dikembangkan oleh Karl Henrich Marx dan Friedrich Engels.
Karl Marx (kiri), Friedrich Engels (kanan)
Karl Heinrich Marx (Trier, Prussian Rhineland, 5 Mei 1818 – London, 14 Maret 1883) merupakan tokoh besar Jerman dalam hal filsuf, politik ekonomi, dan revolusioner sosial. Marx meneliti berbagai macam isu, termasuk pengasingan dan pengeksploitasian pekerja, mode kapitalis dalam produksi, dan sejarah materialisme. Pengaruh idenya mulai meluas saat kemenangan Russian Bolsheviks dalam October Revolution tahun 1917. Namun ada beberapa bagian yang tidak sepenuhnya dibahas dalam ide Marxian pada abad ke-20.
Friedrich Engels (Wuppertal, 28 November 1820 – London 8 Agustus 1895) merupakan penemu bersama dan pendukung Marxism. Marx dan Engels bertemu pada September 1844. Mereka memiliki kesamaan pandangan dalam filsafat dan kapitalisme dan memutuskan untuk bekerja sama, menghasilkan beberapa karya termasuk Die heilige Familie (The Holy Family). Januari 1845 mereka memutuskan pindah dari Prancis ke Belgia, yang menjanjikan kebebasan berekspresi lebih tinggi dibandingkan negara lain di Eropa. Engels dan Marx kembali ke Belgia Januari 1846, dan membentuk Komite Koresponden Komunis.
Mereka berdua menemukan media Marxist theory, hubungan antara Marxist theory dan studi media. Menurut Marx dan Engels, faktor mediasi (mediation) adalah kapital atau pengganti tenaga kerja tergantung pada bagaimana satu pandangan masyarakat kapitalis (kapital begitu dominan dalam faktor mediasi, tenaga kerha adalah faktor mediasi lain yang juga penting).
Banyak pemikir yang mempertimbangkan bagaimana teori Marxist mempengaruhi jalan pikiran kita terhadap media, dalam satu waktu media baru menjadi hal utama dalam komunikasi. Saat itu teori media sering menggunakan elemen dalam Marxist theory seperti mediasi, untuk melihat bagaimana media mempengaruhi hubungan sosial dan gaya hidup tergantung kemampuan untuk mengomunikasikan gambar, suara, dan bentuk lain dari informasi melintasi dunia dengan kecepatan tak terbatas
Setelah meninggalnya Marx tahun 1883, Engels menghabiskan sisa hidupnya untuk mengedit dan menerjemahkan tulisan Marx. Dia juga berkontribusi besar pada feminist theory dan Marxist feminism dalam Origins of the Family, Private Property, and the State, menyusun konsep pernikahan monogami yang banyak dibicarakan karena dominasi laki-laki terhadap perempuan. Dalam kasus ini ia menghubungkan teori komunis pada keluarga, setuju bahwa laki-laki mendominasi perempuan seperti kelas kapitalis yang mendominasi kaum pekerja. Engels meninggal di London tahun 1895.
1.2. Latar Belakang Teori
Sebelum Karl Marx, sudahlah banyak teori dan gagasan tentang sosialisme. Tetapi saat itu basis sosialisme adalah murni moralitas, dalam kata lain sosialisme saat itu adalah utopian sosialisme. Karl Marx mencoba untuk memberikan fondasi yang lebih kuat untuk sosialisme, yaitu penjelasan dari segi material. Dari situ, Marx menemukan dialektikal Materialisme atau Marxisme.
Marxisme menjadi alat analisa sosial yang paling ampuh yang mampu menjelaskan kontradiksi kapitalisme dan memaparkan secara material sosialisme sebagai sistem yang mampu menyelesaikan kontradiksi-kontradiksi kapitalisme. Dan bila tiba saatnya, Marxisme juga akan menjelaskan kontradiksi sosialisme dan memaparkan sistem yang baru (apapun namanya dan bentuknya) untuk menyelesaikan kontradiksi tersebut dan salah satunya adalah marxist media theory.
Marx sendiri tidak menyebut gagasannya Marxisme. Pandangan marxist disebut oleh berbagai terminologi. Secara umum merupakan istilah kritis dan radikal. Di Inggris Raya dan dataran eropa, pendekatan aliran neo-marxist pada umumnya berkembang di media sejak tahun 60-an sampai 80-an. Saat itu pengaruh Marxist belum begitu dominan. Maka penting untuk menyadari konsep-konsep dalam mengalisis media massa. Namun belum ada satu pemikiran dalam marxisme, jargon tak dapat ditembus lebih sering bersatu. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan panduan beberapa kunci konsep.
Teori marxist cenderung menekankan kepada peran media massa dalam perkembangbiakan status quo yang membedakan dengan paham liberal dan menekankan peran media dalam mengembangkan kebebasan berbicara. Biasanya, pandangan marxian tergantung pengaruh media dalam suatu pengembangan dan perluasan operasi yang menyangkut dugaan ideologi.
Pada waktu yang sama eropa menguasai aliran neo-marxism dalam teori media pada tahun 1970-1980. Berkembangnya aliran neo-marxism dalam ilmu sosial mewakili bagian yang menentang fungsi masyarakat. Karena berfungsi untuk mencari dan menjelaskan syarat-syarat dalam institusi sosial dalam menyatukan pandangan mereka dengan menguburkan keuntungan dan sistem sosial budaya.
Kaum pluralis melihat masyarakat sebagai sesuatu yang kompleks dalam persaingan kelompok, serta tak satu pun dari mereka yang menonjol dalam setiap waktu. Organisasi media melihatnya sebagai sebuah sistem yang dibatasi. Sebagai dasar simetris adalah tetap berada di antara institusi media dan pemirsa, sejak McQuail’s mengatakan biasanya hubungan memasuki kedalam secara sukarela dengan syarat-syarat yang sama dan pemirsa melihatnya sebagai mampu memanipulasi media dengan berbagai macam jalan yang tak terhingga, menurutnya mereka terlebih dahulu dibutuhkan pengaturan.
Para ahli teori marxist membuat fakta-fakta mengenai pembedaan antara pokok persoalan dan obyek. Dalam pikiran marxist, individu adalah sebagai penguasa yang siap membawa kedudukannya terhadap dampak hubungan sosial yang akan terjadi. Individu memproduksi secara alami pokok materi dari budaya. Teori individu terpusat pada perbedaan antara orang-orang dan menjelaskan perbedaan ini secara alami.
Marxists melihat masyarakat kapitalis sebagai salah satu kelas dominasi, media dipandang sebagai bagian dari arena ideologis di mana berbagai kelas yang sedang berjuang dilihat, walaupun dalam konteks dominasi dari kelas-kelas tertentu, kontrol pemikiran semakin terkonsentrasi di monopoli modal; media profesional, sambil menikmati ilusi otonomi yang disosialisasikan ke dalam norma-norma yang menginternalisasikan budaya yang dominan, media yang diambil secara keseluruhan, relay interpretif kerangka konsonan dengan kepentingan kelas yang dominan, penonton dan media, sementara terkadang terjadi kontes dan negosiasi dalam kerangka ini, kurangnya akses ke alternatif siap berarti sistem yang akan memungkinkan mereka untuk menolak definisi yang ditawarkan oleh secara konsisten dengan definisi.
Teori Marxist dalam sejarah materialisme memahami dapat masyarakat sebagai fundamental ditentukan oleh kondisi material pada suatu waktu - ini berarti hubungan orang-orang yang masuk ke dalam satu sama lain dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka, misalnya untuk belanja dan pakaian mereka dan keluarga. Secara umum Marx dan Engels mengidentifikasi lima (dan satu transisi) berturut-turut tahapan pengembangan material ini kondisi di Eropa Barat.
Ada lima tahap dalam perkembangan materialisme:
1. Komunisme primitif: seperti yang terlihat di masyarakat suku tribal.
2. Masyarakat slave: yang berkembang saat suku menjadi sebuah negara kota. Aristokrasi lahir.
3. Feodalisme: aristokrasi memerintah kelas. Pedagang berkembang menjadi kapitalis.
4. Kapitalisme: kapitalis kelas yang memerintah, yang membuat dan menggunakan kelas yang benar bekerja.
5. Sosialisme ("kediktatoran dari rakyat jelata"): pekerja mendapatkan kesadaran kelas, yang meruntuhkan kapitalis dan mengambil kontrol atas negara.
6. Komunisme: sebuah kelas dan masyarakat bernegara yang berbagi produksi barang.
Bab II
Pembahasan
2.1 Pokok-pokok Teori (Asumsi Dasar)
Asumsi dasar dari Marxist media theory adalah cara pendirian materialis yang menentukan kesadaran masyarakat. Menurut sikap ini, posisi ideologis adalah fungsi dari posisi kelas, dan ideologi yang dominan di masyarakat adalah ideologi dari kelas dominan. Hal ini kontras dengan 'idealistis' sikap yang prioritas pada kesadaran. Dalam fundamentalis Marxism, ideologi adalah 'kesadaran palsu', yang hasil dari pertandingan yang dominan ideologi oleh kepentingan orang-orang yang tidak berpikir. Dari perspektif ini media massa menyebarkan ideologi dominan: nilai kelas yang memiliki dan mengontrol media.
Teori Marxist lainnya dalam ideologi adalah Valentin Volosinov yang merupakan ideologi Marxist teoritikus. Volosinov menentang teori ideologi itu mengenai konsep dana bantuan yang semata-mata tidak masuk akal tanpa adanya kesadaran terlebih dahulu untuk bentuk material dimana organisasi bisa saja menjadi metafisika. Bentuk ideologi bukanlah terbentuk atas kesadaran, melainkan cukup menimbulkan kesadaran. Dengan jelas, teori Marxist setuju dengan adanya kekuatan ideologi dalam media massa tetapi tidak setuju terbentuk secara alami atau terjadi dengan sendirinya.
Marxism berpendapat bahwa perjuangan kelas adalah elemen utama dari perubahan sosial. Karena ketegangan antara kelas sosial dianggap sebagai penyebab kerusuhan politik, Marxism mencoba untuk memecahkan masalah ini membuat publik oleh kepemilikan sebagai fitur dominan. Walaupun ada banyak teori dan praktek perbedaan di antara berbagai bentuk Marxism, kebanyakan bentuk Marxism berbagi prinsip-prinsip ini:
1. perhatian kepada materi kondisi kehidupan sosial dan hubungan di antara orang
2. kepercayaan bahwa kesadaran masyarakat tentang kondisi kehidupan mereka ini mencerminkan kondisi material dan hubungan
3. pemahaman dari kelas yang berbeda dalam hal hubungan produksi dan sebagai posisi tertentu dalam hubungan seperti itu
4. pemahaman tentang materi dan kondisi sosial sebagai hubungan historis lunak
5. tampilan sejarah yang sesuai dengan perjuangan kelas, yang berkembang antara konflik kelas dengan menentang kepentingan, struktur setiap periode historis dan melihat sejarah perubahan
6. simpati untuk bekerja atau kelas rakyat jelata
7. kepercayaan bahwa segala kepentingan pekerja sesuai dengan yang terbaik dari kemanusiaan secara umum
Poin utama dari pertikaian antara Marxists adalah gelar untuk mereka yang berkomitmen untuk pekerja revolusi sebagai cara untuk mencapai pencerahan dan emansipasi manusia, dan melalui mekanisme yang sebenarnya seperti yang mungkin terjadi revolusi dan berhasil. Marxism adalah benar tetapi tidak secara mendalam digambarkan sebagai berbagai bentuk sosialisme. Beberapa Marxists menyatakan bahwa sebenarnya tidak ada negara yang pernah sepenuhnya menerapkan prinsip Marxist; Marxists lainnya, seperti Autonomists mengklaim prinsip Marxist tidak dapat diwujudkan dalam setiap negara membangun dilihat melalui abad 20 dan akan memerlukan sebuah rekonseptualisasi dari gagasan negara sendiri
Marxisme menyediakan perspektif sejarah yang melihat perubahan dalam hubungan kelas sebagai sesuatu yang tetap. Kelas kapitalis dan ideologinya secara terus-menerus mengklaim sistem mereka adalah akhir sejarah atau satu-satunya alternatif. Marxisme menunjukkan bahwa sistem setiap kelas dalam sejarah, termasuk sistem kapitalis dan kekaisaran terkini, diakibatkan oleh konflik kelas dan perjuangan pembebasan nasional yang kurang lebih secara luas berpotensi untuk menghancurkan dan mengganti sebuah sistem. Perspektif marxis memberikan kelas pekerja sebuah pemahaman tentang "kekacauan" dan "krisis" kelebihan produksi kapitalis dan aktivitas spekulasinya serta menyediakan strategi politik untuk menggantikan sistem tersebut dengan negara buruh-tani.
2.2 Mediasi dalam Marxism
Masalah mediasi dalam Marxism juga disebut sebagai masalah penetapan, yaitu bagaimana atau aktor sosial menelusuri struktur sosial yang mengikat mereka. Untuk Marx, utama bentuk mediasi adalah tenaga kerja, yang berhubung dengan logat sebuah bentuk hubungan antara seorang pekerja tubuh dan alam. Tenaga kerja sehingga menengahi antara manusia dan alam dunia. Setelah menjadi tenaga kerja, atau dibuat menjadi abstak yang menjadi komoditas, namun memindahkan pekerja yang memiliki hal tersebut dan ditukar menjadi seperti komoditi lainnya. Setelah ini terjadi, modal menjadi mediasi atau menentukan faktor, kapitalis dengan menetapkan upah atau nilai-nilai tukar tenaga kerja. Satu-satunya hal yang memiliki pekerja dalam hal ini, tenaga kerja nya kuasa atau kemampuan untuk bekerja, menjadi pekerja satu-satunya alat subsisten. Pekerja harus mendapatkan sebanyak dari nilai-nya adalah sebagai tenaga kerja yang terbuka mungkin pada pasar untuk bertahan hidup.
Satu hal yang mencemaskan mengapa seorang pekerja akan terlibat dalam proses ini di tempat pertama. Ini telah menjadi tema utama dalam Marxism dan merupakan pokok dari masalah mediasi atau penetapan: upaya untuk mengetahui mengapa aktor sosial izin ke penindasan mereka sendiri, dan jumlah mereka mempunyai kebebasan yang menentukan kekuatan suatu budaya . James Arnt Aune menyebutkan, pertanyaan yang muncul mengenai masalah ini mencakup: "Bagaimana institusi, praktik, dan pesan bentuk formasi kelas? Apa alternatif institusi, praktik, dan pesan yang tersedia untuk mereka yang ingin kembali ke kelas membahana dalam rangka struktural kemungkinan? "(Pertanyaan tentang mediasi, kemudian, adalah sebuah pertanyaan, seperti Aune membahas, bagaimana teori Marxist menengahi "kemungkinan struktural dan perjuangan populer"
Karl Marx dan Friedrich Engels
Bagi Marx dan Engels, aktor sosial yang tertangkap dalam lingkaran mediasi antara ekonomi dasar dari budaya dan ide-ide dan sistem nilai budaya yang diberikan oleh ini menimbulkan dasar. Dengan demikian, karena dia baik sekali dirumuskan dalam ideologi Jerman:
“Ide dari kelas yang berkuasa di setiap masa yang memerintah ide, yakni kelas yang merupakan bahan kekuatan memerintah masyarakat, yang pada saat yang sama kekuatan intelektual yang memerintah. Kelas yang memiliki alat produksi material pada pembuangan, memiliki kontrol pada saat yang sama melalui alat produksi mental, sehingga dengan demikian, umumnya, ide dari orang-orang yang tidak memiliki sarana produksi mental tunduk kepadanya. Yang memerintah ide yang tidak lebih dari ekspresi yang ideal dari hubungan material yang dominan, yang dominan sebagai bahan hubungan tergenggam ide; maka dari hubungan yang membuat satu kelas satu yang memerintah, oleh karena itu, ide dari dominasi.”
Bagi Marx dan Engels, maka kelas-kelas yang memerintah mengontrol kelas subordinat melalui dominasi dari ide yang tersedia dalam budaya. Dengan cara ini yang subordinat kepada kelas-kelas yang akan mediated oleh pengaruh ideologi, atau "kesadaran palsu" atau sistem kepercayaan yang tidak memungkinkan mereka untuk melihat penindasan mereka kekal untuk apa itu. Masalah dengan ide ini, karena banyak Marxists telah mencatat, adalah bahwa ia tidak meninggalkan ruang bagi anggota dari kelas bawahan untuk bertindak di dunia di sekitar mereka melalui alternatif bentuk mediasi.
2.3 Aplikasi Teori
Penerapan media sebagai alat produksi. Menurut kedudukan marxist klasik, media massa adalah meyebarluaskan ide dengan sederhana dan menyangkal pandangan dunia atau memiliki gagasan lain. Sebagai contoh argumentasi marx’s yang mengatakan “bahwa kelas yang mempunyai rata-rata produksi material pada penjualannya mempunyai kendali waktu yang sama d iatas rata-rata produksi mental. Sehingga dengan demikian, secara umum gagasan untuk mereka yang kekurangan rata-rata produksi mental adalah tunduk kepada pemilik kelas”. media massa memiliki fungsi untuk menghasilkan kesadaran palsu dalam kelas pekerja. Ini memimpin ke arah suatu cara berpendirian yang berbeda dengan melihat hasil media sebagai pernyataan monolitis yang mempunyai nilai peraturan-peraturan.
2.4 Aplikasi Teori Marxist dalam Studi Media
Banyak pemikir yang sekarang bekerja dalam persimpangan Marxisme dan studi media, dan mencoba untuk mengusik dari berbagai interelasi, kontradiksi, dan kemungkinan melekat di kedua percakapan. Buku baru seperti Marxism And Media Studies: Key Concepts and Contemporary Trends by Mike Wayne, Media Ecologies: Materialist Energies in Art and Technoculture by Matthew Fuller, Media and Cultural Studies oleh Meenakshi Gigi Durham dan Douglas Kellner, Marxism and Communication Studies: The Point Is to Change It diedit oleh Lee Artz, Steve Macek, and Dana L. Cloud, dan Hypercapitalism: New Media, Language, and Social Perceptions of Value oleh Phil Graham.
Banyak dari pemikir melihat ini sebagai proyek rehabilitasi teori Marxist dan studi budaya dalam terang baru bentuk media dan paralel perkembangan sosial dan sejarah dan sebaliknya. Deepa Kumar menggambarkant, aspek teori Marxist seperti berhubung dengan dialek materialisme:
metode analisis yang dikembangkan oleh Marx dan Engels, yang lebih relevan dengan media dan studi budaya saat untuk sedikitnya dua alasan: krisis dari neoliberalism dan runtuh dari Stalinism .... Waktu telah datang untuk melepaskan diri dari menyerah TINA (tidak ada alternatif), dan mulai mengambil yang serius dari kebangkrutan kapitalisme dan kemungkinan dari alternatif sosialis.
Dengan demikian, Kumar melihat tugas ulama media dan budaya sebagai dua kali lipat: "untuk menjelaskan dan kritik negara dan budaya masyarakat, dan kemudian bertindak atas dunia untuk mengubahnya. Dalam mengambil atas tantangan ini, klasik Marxism sebagai pedoman untuk tindakan telah banyak menawarkan”Selain itu, jenis pekerjaan yang mungkin menurut Kumar karena kontradiktif dengan sifat media: "Media teks yang kontradiktif, karena semua adalah kenyataan kontradiktif. Kontradiksi dan memungkinkan untuk mengubah totalitas dalam hubungan sosial. Perubahan ini adalah produk dari manusia menolak mereka kondisi penindasan dan eksploitasi”
Dan ini kontradiksi sifat media, yang pada gilirannya disebabkan oleh cara-cara yang kami mediated media dalam kebudayaan modern: "Singkatnya, massa mediated-produk yang ditentukan oleh berbagai faktor-sistem kepemilikan, proses produksi budaya, tingkat dari perjuangan, negara kesadaran masyarakat di dalam suatu waktu, dan sebagainya. J berhubung dengan logat metode analisis studi akan melibatkan semua faktor-faktor ini dalam konteks sejarah yang konkret, sehingga untuk menjelaskan beberapa mediasi yang menanam produk budaya”
Bagi banyak pemikir baru ini, dengan cara yang sangat baru bentuk media adalah mediated oleh aktor sosial, atau cara yang ini aktor navigasi yang kompleks dan kontradiktif kekuatan sejarah, materi dunia, dan budaya melalui media merupakan kunci untuk usia tua masalah mediasi dalam teori Marxist.
Hypercapitalism dan Media Baru
Satu persimpangan teori Marxist dan studi media baru yang akan ditemukan di Phil Graham dari Hypercapitalism: media baru, Bahasa, Sosial dan Persepsi terhadap Nilai, di mana ia mencoba untuk berteori bahwa cara baru ilmu ekonomi adalah mediated oleh berbagai faktor . Untuk Graham, dalam rangka untuk teori untuk "membentuk sejarah penting dari global, digital mediated ilmu ekonomi," pendekatan:
harus memegang hubungan antara bahasa, hak, dan nilai dianggap relatif berbeda kelas dalam pengenal dan pengetahuan; pegang ke efek dari media baru dan hubungan mereka dengan perubahan dalam konsep tentang karakter pengetahuan, dan-sejak pengetahuan, media baru, bahasa, dan nilai-nilai yang abadi dan dinamis mempengaruhi manusia dalam masyarakat untuk mengidentifikasi tanda saat transisi dalam hubungan sosial seperti sejarah penting atau unik, jika sesuatu.
Untuk melakukan pekerjaan ini, maka, Graham adalah mengadopsi sebuah "proses mediasi pandangan",
melihat gerakan dan transformasi arti di kali, spasi, dan konteks sosial, yang mengakui bahwa, ya, ada teknologi aspek mediasi yang tidak dapat diabaikan, dan ada masalah besar di sekeliling apa yang biasanya difahami dengan istilah "isi" . Namun, mediasi adalah jauh lebih baik daripada "isi" atau teknologi. Ini adalah kompleks set nyata, materi, proses sosial yang difasilitasi oleh teknologi spesifik berarti.
Akhirnya, Graham adalah wakil dari badan baru ini bekerja karena dia ingin menentukan metodologi yang menyumbang kompleksitas dan menimbulkan pertentangan diberikan oleh media baru cara yang baru dan metode pertukaran informasi adalah mediated oleh semua faktor yang mungkin.
Bab 3
Evaluasi Teori
3.1 Kelemahan dan Kekuatan Teori
Sisi negatif "Marxisme" adalah ia dibangun di atas landasan abstrak ekspresi metafisika "Hegelian," yang "tak pernah menyentuh bumi" yang tidak memiliki analisis yang konkret dan terpisah dari perjuangan kelas. Padahal Marxisme bersifat historis dan empiris, dimana teori digunakan untuk memahami sejarah yang konkret dan pengalaman-pengalaman kontemporer. Marxisme negatif adalah dogmatis, imitatif, akademik serta suka menggunakan "bahasa eksotik." Hal ini menyebabkannya tertutup pada gagasan-gagasan baru, pengalaman dan realitas-realitas yang ada. Seluruh jawaban dari bangunan ini adalah sebuah buku yang ditutup oleh para pemimpin atau rejim yang berpengalaman meniru tanpa menghiraukan kekhususan-kekhususan sejarah, kebudayaan, politik dan kelas. Marxis akademik berbicara pada diri mereka sendiri dalam jargon-jargon teknik yang terpisah dari praktek perjuangan kelas pekerja dan petani dan pada kritik panjang dan singkat tentang solusi-solusi praktek dan alternatifnya.
Beberapa penganut paham marsisme menuduh gagasan-gagasan teoritis yang bersifat tak praktis. Marxisme sering kali dilihat seperti teori agung, karena menjauhkan dari riset empiris. Bagaimanapun, riset di dalam marxist tradisi ekonomi negara pada khususnya menggunakan metode empiris.
Perspektif marxist menggambarkan perhatian kita terhadap isu menarik tentang ekonomi dan politik di dalam media massa dan pentingnya menyoroti ketidaksamaan sosial di dalam penyajian media. Marxisme membantu meletakkan ke arah teks media di dalam pembentukan sosial yang lebih besar. Serta analisa ideologis yang dapat membantu kita untuk menyingkapkan kenyataan siapa yang sedang kita tawarkan dalam suatu teks media.
Kaum Marxis memiliki daya cipta untuk menerapkan konsep-konsep dasar secara khsusus dan terutama pada bidang sejarah dan kebudayaan serta struktur kelas. Mereka menolak mekanisme peniruan model-model lain tentang revolusi atau strategi politik. Mereka mengakui perubahan dalam waktu, tempat, struktur kelas, dan hubungannya dengan kekuasaan. Marxisme positif tidak hanya menyangkut "studi" tentang masalah-masalah tapi, juga berorientasi pada tindakan. Guna menghubungkan analisisnya pada praktek kerja, dibutuhkan sebuah bahasa yang menyeluruh pada kelas pekerja. Untuk seluruh alasan ini, kemajuan gerakan kelas pekerja, perkembangan dan penyebaran gagasan-gagasan Marxis di kalangan kelas pekerja dan perjuangan kelas adalah sesuatu yang harus dilaksanakan secara bersama-sama.
Teori marxist menekankan pentingnya kelas sosial dalam hubungan dengan pemilik-pemilik media dan penafsiran pendengar dengan kepemilikan teks media: sisa ini merupakan suatu faktor penting dalam analisa media. Sedang analisa isi dan semiotik memberi keterangan mengenai isi media, penganut paham teori marksisme menyoroti kondisi-kondisi material dalam resepsi dan produksi media. Riset teori marxist media meliputi analisa penyajian di mass media dalam rangka mengungkapkan mendasari ideologi. Kita masih memerlukan analisa: bagaimanapun mungkin golongan oposisi terkadang menjadi melanjutkan penafsiran pendengar untuk beroperasi dalam hubungan yang sesuai dengan isi. Karena tenaga distribusi dalam masyarakat mempunyai beberapa versi kenyataan yang lebih pengaruh dibanding orang yang lain.
Marxisme menyediakan kelas pekerja sebuah pemahaman bahwa mereka memainkan peran sentral dalam produksi dan distribusi sistem kapitalis dan dalam mentransformasikan sistem tersebut ke dalam masyarakat sosialis yang setara dan demokratis. Kelas pekerja mengakui dan memahami bahwa mereka memainkan peran sentral dalam memimpin dengan harga diri yang tinggi, kehormatan dan solidaritas. Dan seperti biasanya, kepemimpinan kelas pekerja berperan aktif dalam memperjuangkan kepentingan-kepentingan strategis dan mendesak kelas pekerja. Yang sama pentingnya, Marxisme membekali kelas pekerja dengan visi strategis yang berkaitan langsung dengan reform-reform mendesak pada sebuah program transisional gunamengakumulasi kekuasaan untuk mengambil alih kekuasaan negara dan mendirikan sebuan negara buruh-tani. Identitas kelas pekerja yang secara benar dipahamisebagai sebuah kesadaran kelas (class-consciousness). keduanya adalah produk studi Marxis dan berdampak pada prinsip-prinsip tindakan Marxis, sebuah proses dialektik antara pembelajaran dan pengalaman.
Elite media massa, konsumer propaganda dan seluruh pengkhotbah reaksioner bertindak untuk memisahkan kelas pekerja dari solidaritas kelas. Dari mobilisasi kolektif menjadi kesadaran palsu individual dan mobilitas individual untuk membiayai kelasnya. Marxisme merupakan alat yang esensial untuk menguak topeng kebohongan, ilusi dan manipulasi media massa dan memenangkan pertarungan gagasan: menyediakan pembuktian yang jelas dan masuk akal atas kesalahan-kesalahan gagasan yang membenarkan peran elite dan kekaisaran serta menginformasikan kepada kelas pekerja sebuah alternatif dalam memahami keuntungan kepemilikan kolektif dan kebenaran
kepentingan kelasnya.
3.2 Teori Pembanding
Ada teori yang berkebalikan dengan teori Marxist. Teori yang juga menjelaskan pandangan terhadap media. Teori tersebut adalah teori pluralist. Asumsi dasar teori ini adalah hal-hal yang kita yakini sebagai kebenaran. Masyarakat terdiri dari berbagai perbedaan dan berbagai kepentingan, memiliki kebebasan untuk menetukan relatif punya kekuasaan/otoritas.
Berkebalikan dengan teori Marxist, dalam pandangan pluralist tak ada kekuatan yang dominan. Media dibuat seusai dengan kepentingan khalayak. Kekuatan kelompok merepresentasikan kepentingam masyarakt. Semua terjadi secara wajar dan normal. Berikut ini perbedaan antara Marxist dan Pluralist:
Kategori Marxist Pluralist
Sosial persaingan minat dan kelompok kelas pemerintah atau elit
Media banyak dan saling independen /mandiri Seragam dan di bawah kepemilikan terkonsentrasi
Produksi kreatif, bebas, asli Standardisasi, rutinitas, dikontrol
Isi beragam dan bersaing, responsif pada permintaan khalayak Selektif dan diputuskan dari 'yang di atas' (pemilik perusahaaan)
Keahlian kemandirian dan otonomi ilusi otonomi, dan disosialisasikan ke dalam norma-norma yang masuk dari budaya yang dominan
Audiens terbagi, selektif, reaktif & aktif Tergantung, pasif, terorganisasikan pada skala besar, kurangnya akses
Efek banyak kemungkinan tanpa konsistensi atau prediksi arah, tetapi seringkali tidak berpengaruh Kuat dan menegaskan pendirian ketertiban sosial
Kata Kunci demokrasi, liberalisme dominasi
Bab IV
Kesimpulan
Marxist media theory dikembangkan oleh Karl Henrich Marx dan Friedrich Engels, dua orang filsuf asal Jerman pada abad ke-19. Asumsi dasar dari Marxist media theory adalah cara pendirian materialis yang menentukan kesadaran masyarakat.
Walaupun ada banyak teori dan praktek perbedaan di antara berbagai bentuk Marxism, kebanyakan bentuk Marxism berbagi prinsip-prinsip ini:
1. perhatian kepada materi kondisi kehidupan sosial dan hubungan di antara orang
2. kepercayaan bahwa kesadaran masyarakat tentang kondisi kehidupan mereka ini mencerminkan kondisi material dan hubungan
3. pemahaman dari kelas yang berbeda dalam hal hubungan produksi dan sebagai posisi tertentu dalam hubungan seperti itu
4. pemahaman tentang materi dan kondisi sosial sebagai hubungan historis lunak
5. tampilan sejarah yang sesuai dengan perjuangan kelas, yang berkembang antara konflik kelas dengan menentang kepentingan, struktur setiap periode historis dan melihat sejarah perubahan
6. simpati untuk bekerja atau kelas rakyat jelata
7. kepercayaan bahwa segala kepentingan pekerja sesuai dengan yang terbaik dari kemanusiaan secara umum
Teori Marxist terus berkembang di media sejak tahun 60-an sampai 80-an. Konsep ideologi yaitu, pandangan terhadap pengaruh media yang tergantung pada suatu pengembangan dan pemahaman yang menyangkut operasi dugaan.
Persepktif pluralist dan Marxist adalah cara pandang, setiap orang bisa berbeda-beda. Tidak bisa dibilang ada media kategori Marxist dan pluralist. Satu media yang sama bisa dianggap sebagai pluralist atau Marxist tergantung cara pandang masing-masing
Daftar Pustaka
http://www.aber.ac.uk/media/Documents/marxism/marxism.html
http://www.aber.ac.uk/media/Documents/marxism/marxism01.html
http://www.aber.ac.uk/media/Documents/marxism/marxism02.html
http://www.aber.ac.uk/media/Documents/marxism/marxism03.html
http://www.aber.ac.uk/media/Documents/marxism/marxism04.html
http://www.aber.ac.uk/media/Documents/marxism/marxism05.html
http://www.aber.ac.uk/media/Documents/marxism/marxism06.html
http://www.aber.ac.uk/media/Documents/marxism/marxism07.html
http://www.mass media effects Marxism.html
http://en.wikipedia.org/wiki/Marxist_Theory
http://en.wikipedia.org/wiki/Criticisms_of_Marxism
http://en.wikipedia.org/wiki/Mediation_(Marxist_theory_and_media_studies)
http://kumahaanjeun.blogspot.com
O’Sullivan, Tim, Brian Dutton, Philip Rayner. 1994. Studying the Media an Introduction. New York: Routledge, Chapman and Hall, Inc.
Senin, Oktober 19, 2009
Dahsyatnya Kekuatan Doa
Saya ingin menceritakan suatu kejadian yg sampai sekarangpun terasa aneh,barangkali ada masukan ataupun kisah serupa yg bisa menjawab ketidak tahuan saya ini’
Kisah ini menjelang kesembuhan anakku,Selasa malam tgl 29 sep 09; sepulang dari Cimanggu Ciwidey(dlm rangka penyembuhan anakku) saya pulang kerumah dlm keadaan sedih dan kalut,
Saya langsung solat isya dilanjutkan dg rawatib dan witir,kemudian berdoa memohon kpd Allah +1,1/2jam .Belum pernah selama hidupku berdoa selama itu,saya memohon ,menjerit ,menangis dengan suara terbata2 diulang ulang permohonan itusampai habis suaraku,diantara doaku;
"Satukan hamba dg anakku,sembuhkanlah anakku…BagiMu mudah bagiMu gampang ,Engkau yg mempunyai kerajaan langit dan bumi…"
Sekitar jam 24.30 malam ketika mengantarkan Bapaknya Luzman ke BSM untuk menuju ke Aceh, didalam mobil ,Luzman minta didoakan yg biasanya dilakukan setelah solat Fardu atau tahajud. Subhanallah ada yg aneh ketika sedang didoakan ,Luzman seperti tercekik dan g bisa nafas,doa tka diteruskan.
Rabu 30 sep 09. Sholat subuh tidak berdoa bareng krn Luzman solat di masjid. Kejadian aneh menjelang dhuha ;saya menangis,Luzmanpun menangis, saya mual dan batuk , Luzmanpun mual dan batuk. Aneh!!.Setelah solat dhuhur dilanjutkan dg doa bareng dan Luzmanpun seperti tercekik tidak bisa bernafas dan ada suara aneh keluar dari mulut Luzman ,kayak suara harimau!!.Luzman meronta dan melempar barang yg ada didekatnya..kemudian dia mimnta spy saya membakar kertas dan Luzmanpun teriak panaas panaass…Doa diberhentikan,luzmanpun kecapean sekali..ada yg super aneh setelah itu…Setiap saya mengucapkan Tahlil( Laaillahaillallah) tahmid (Alhamdulillah) takbir (Alllahu akbar) ataupun apa saja yg berhubungan dg Asma Allah ,Luzman seperti tercekik,tangannya langsung memegang lehernya, padahal saya mengucapkan kalimat2 itu pelan2 dan jarak dg Luzmanpun berjauhan tp dlam satu ruangan. Saya bingung sekali ada apa ini!!!.kejadian ini terus berlangsung sampai magrib.,bahkan ucapan kata solatpun saya rubah dg gerakan, ,krn mendengar kata solatpun luzman tercekik, bahkan doa yg terucap dalam hatipun luzman terasa sesak!. .ketika sorenya teman2 BKI(DKM) Luzman menenggok, ada 3 temannya yg hafal ayat ruqyah dan langsung membacakannya ke dekat Luzman. Luzman biasa2 saja. Kemudian Luzmanpun membaca Al quran dan gada reaksia apa2. Tapi ketika keluar doa dari mulutku ,Subhanallah langsung Luzmanpun tercekik , sesak lagi…
Setelah sholat magrib,saya bertekad mau menuntaskan semua ini, sebelumnya teman2 Luzman yg memberikan sprit ;ibu harus kuat hanya ibu yg bisa! ..Saya ditemani Ghozi ,kepala Luzman ada dipangkuontaanku. Mulailah saya berdoa dengan bah Indonesia pas dekat telinga Luzman…Luzmanpun meronta ,seperti tercekik, g bisa nafas , ada suara yg menggeram…Ghozian pergi ke atas…Tinggalah saya sendirian ,saya harus kuat meskipun Luzman dah kepayahan ,saya teruskan dg suara keras dan marah…saya berteriak sekeras kerasnya sambil berucap; keluar kau dari tubuh anakku,jangan ganggu anakku! Kalau g keluar saya sembelih kau! Saya letakkkan tangan di leher luzman sambil berucap; Bismillahirrahmanirrrahim ,Allohu Akbar,Laaillahaillalllah diucapkan dg keras sekali di ulang sampai 3 x . Dan Luzmanpun tidak berkutik ,lemas,kepayahan sekali tangannnya diam tak bisa bergerak,dan kepala Luzmanpun tergolek…lemas!!!. Saya penasaran memcoba mengucapkan lapad Allah lagi , tapi Alhamdulillah tak ada lagi suara menggeram,luzmanpun tidak tercekik lagi,tidak sesak lagi…Segala puji bagi Allah ,suara2 .bisikan2 dan hal2 yg tak masuk akalpun sudah tidak ada lagi dan tak akan ada lagi!!! Subhanallah Allahu Akbar!!
Wassalamualaikum wr wb
Wallahu a’lam
Nita Kania
Ide-ide yang Begitu Saja Muncul
Aku terkadang heran dengan diriku sendiri. Di satu sisi aku adalah sosok manusia yang pendiam, manusia yang jarang berinteraksi dengan sesama manusia lain. Aku begitu menutup diri dari pergaulan. Terkadang cuek, apatis, atau autis. Ada orang di depanku pun aku cuek saja, yah rasanya begitu nikmat menjadi orang yang autis, hanya aku saja yang tahu apa yang terjadi pada diriku sendiri. Hanya aku dan Allah SWT, bahkan orang terdekat-pun seperti sahabat, orang tua, dll tak boleh tahu apa yang ada di dalam otakku. Di saat seperti itulah aku terkadang mendapatkan ide yang begitu luar biasa. Siap mengguncang dunia, sulit diungkapkan dengan kata-kata.
Tiba-tiba saja aku merasa lebih hebat dari seorang JK Rowling sekalipun, Andrea Hirata, bahkan siapa saja. Aku merasa bisa menulis buku yang begitu tebal, begitu hebat, spectakular, masterpiece, orang-orang akan merasa begitu luar biasa dengan tulisanku.
Bahkan saat membuat tulisan ini pun tiba-tiba aku merasa seperti orang lain. Yupz, tiba-tiba aku merasa seperti mengetahui segalanya tentang dunia penulisan. Hanya aku yang boleh tahu apa yang aku rasakan. Di saat seorang diri, pikiran gundah, tak jelas, tak beraturan seperti ini, Aku merasa setelah menulis dan mencurahkan segala pikiranku, aku akan menjadi orang yang hebat. Entah mengapa, entah dari mana tiba-tiba saja pikiran itu muncul.
Dengan menulis, rasanya segala masalah yang ada dalam pikiranku langsung plong, nikmat. Yah aku sangat menyukai perasaan ini. Aku menulis di saat pikiranku terbang ke mana-mana. Di saat aku bukanlah diriku. Tiba-tiba aku merasa menjadi orang hebat layaknya superman, yah mungkin karena didikan salah satu pengajarku yang mengatakan “Tulislah apa yang kamu pikirkan” cukup tuliskan apa saja yang ada di dalam pikiranmu. Tulisan adalah layaknya sebuah bendungan yah jangan ada batasan apa yang akan ditulis”
Seorang sahabatku bertanya, “Mau nulis apa man?”. Ku hanya menjawab “Yah pokoknya menulis”. Menulis apa yang ada di otak. Biarkan pena mengalir dengan sendirinya. Kata demi kata, kalimat demi kalimat.
Syarat kedua ialah jangan pernah takut merasa salah jangan pernah membatasi apa yang ada di otak. Ide ide gila bisa tiba-tiba muncul. Yah di saat pikiran tidak fokus pada sesuatu aku malah merasa ide ide itu begitu saja muncul. Harus langsung dituliskan! Tulis! Tulis! Tulis! Tulis apa saja yang ada dalam pikiran. Jangan pernah takut salah. Jangan terlalu perfeksionis. Justru keinginan untuk membuat tulisan yang perfeksionis bisa membuat ide-ide itu terhambat.
Bebaskan pikiran! Jangan terlalu fokus pada satu hal. Dengan ini yakinlah kamu akan membuat sesuatu yang spektakuler. Sesuatu yang spektakuler justru muncul di saat pikiran tidak fokus. Pikiran dibuat mengalir seperti orang gila. Tak jelas ingin menulis apa. Namun tiba-tiba saja saat otak mulai kembali sadar maka aku seringkali menemukan tulisanku begitu luar biasa.
Aku malah sering berpikir, “Apakah ini tulisanku? Hahaha keren banget. Padahal tadi ngasal. Cuman iseng mengisi waktu luang karena ga ada kerjaan. Hasilnya kok bisa keren gini yah? Ini pasti bukan tulisanku!”
Yah tiba-tiba saja aku melihat tulisanku bisa muncul dalam gaya yang berbeda. Terkadang tulisanku argumentatif, deskriptif, naratif, eksposisi, putif, dll. Terkadang bisa serius dengan sesuai EYD, terkadang tanpa pola. Aku baru sadar jenis tulisanku begitu tulisan itu selesai. Wow, kok tiba-tiba jadi pengalaman pribadi yah? Sangat narasi. Jadi tiba-tiba kepikiran kucing, jadi ingin nulis tentang kucing.
Wow, tiba-tiba jadi banyak penjelasan begini yah. Haha aneh sekali tulisanku tadi. Wow, jadi nulis tentang Persib gini yah padahal niatnya ingin nulis tentang dahsyatnya doa. Loh kok malah nyambung ke Persib? Tapi dipikir-pikir malah bagus yah, padahal tadi mikirnya bercabang. Kok tiba-tiba nulis tentang Maradona? Tiba-tiba aku kesal pada Maradona karena tak mampu mengoptimalkan pemain bintang. Padahal percaya atau tidak, saat itu pikiranku sedang kacau karena berbagai masalah pribadi.
Menulis bisa menjadi sebuah “pelarian” dari masalah. Dengan menulis rasanya masalah yang ada langsung terlupakan. Kuncinya write, write, write. Jangan pikirkan tanda baca. Bebaskan pikiran. Jangan dulu terpaku pada benar atau salah. Biarkanlah walaupun yang tertanam pada otak begitu liar. Jangan berpikir “wah tadi sudah ditulis, takut ini takut itu”. Wah kebebasan berkreatifitas bisa terbelenggu. Tulis-tulis sajalah. Apa saja. Walaupun tentang pengalaman menulis itu sendiri.
(ditulis setelah kejadian aneh di masjid Habiburahman, malam terakhir Ramadhan 18 September 2009)
Komentar dari kang Asep Saepul Mimbar:
“Luzman, menulislah secara kreatif dan imajinatif, tapi tetap tujuannya adalah untuk kebaikan atau dakwah. Mang Asep percaya, Luzman bisa melakukannya dengan baik.”
Sabtu, Mei 09, 2009
Jaman Baheula Penuh Kenangan
Tulisan Jumat, 14 Juni 1996 pas kelas 2 SD
Hari ini aku dan keluargaku menginap di Husein. Kalau Jian sudah di Husein duluan. Saya bangunnya biasa dibangunin karena saya mau shalat shubuh pukul 05.30. Pukul 07.30 saya makan bersama, karean di sekolah saya itu ada Bazar.
Lalu setiba di sekolah saya lalu ditimbang harganya Rp 200,00 dan seterusnya. Di sana banyak barang-barang, ada ciki, mainan, dll. Di sana ada tenda biru lho! Sekarang saya tidak belajar karena ada bazar. Dan tidak ada PR karena tidak belajar.
Hari ini tidak ada jemputan karena ada bazar jadi naik mobil saja. Lalu pas sudah ke sekolah ke viaduct dulu sebentar, lalu ke warung beli obat Supradyn Junior dan obat batuk pilek. Waktu lagi beli obat Bi Cicih beli beras. Lalu ke Riung Bandung sebentar tapi belum Shalat Ashar, Shalat asharnya di Ujung Berung, lalu sampai deh ke Ujung Berung..
haha.. bodor pisan tulisan saya teh..
oh iya foto saya dari jaman baheula dari bayi juga masih ada. ini ada beberapa yg diupload.. hhiihi
Jangan Lupa Log Out!!
Beneran, baru kali ini saya dapat pengalaman kayak gini. Stres bukan kepalang. Ada yang merusak nama baik saya..
Ceritanya tadi tuh kan servis motor di Kawasaki daerah Soekarno-HATTA. trus sambil nunggu ke warnet dulu, biasa buka pesbuk.
Dan Lupa TIDAK DI LOGOUT,,
kebiasaan di rumah ga pernah di log out
kirain ga kan ada apa2..
pas di rumah cape uy lieur, langsung we tidur..
pas bangun2 buka FB dari hp..
hah kok jadi rame yang di status???
ada apa gerangan?
perasaan tadi pagi saya nulis statsunya, "sepertinya hanya barcelona yg bs menghancurkan MU"
dan alangkah terkejutnya ternyata status sy udh berubah..
"aku baru tau kalo memek itu enak"
astagfirullahaladzim..
Demi Allah Rasulullah saya ga pernah nulis status itu..
ada orang jahat yang nulis status itu
INI FITNAH!!
PARRAAAAAHHHHHHHH
TIDAK BERPERASAAN!!!
KACAAUU!!
pantes aja tiba2 status fb sy rame..
bisa aja banyak yg baca
bisa aja kan yg lain baca tapi ga komen..
citra saya tercorreng
saya tuntut!!
saya merasa teraniaya!
saya berdoa agar persib juara!!!
parah parah parah..
mak dengan ini saya beritahukan bahwa,
YANG MENULIS KAta-kata itu bukan SAYA!!
DEMI ALLAH!!
terima kasih bwt yang sudah percaya,,
untung sy langsung buka lagi FB-nya
gimana kalo baru buka lagi besok atau seminggu kemudian..
fiuh..
ini benar2 musibah
sekaligus peringatan..
kalo main FB di warnet harus di log out
banyak orang jahat di sekitar anda
WASPADALAH WASPADALAH
TERNYATA TIDAK SELAMANYA FB LOG OUT OTOMATIS KALO DITUTUP..
biar aman log out aja
di rumah juga ternyata ga kelogout
Selasa, Januari 13, 2009
PR deui..
haha.. baru aja dikasih PR ama dek Ifa, eh dia ngasih PR lagi.. aya-aya wae atuh.. ngasihnya teh ke saya wae.. kayak ga ada orang lain aja.. wkwkwk..
ya udah berhubung besok libur ga ada UAS saya kerjain aja deh..
oh iya PR ini buat blog Kumaha Anjeun tapi saya kerjain di sini aja. soalnya jadi kacau uy kalau diposting di kumaha anjeun, keluar segmentasi gitu. Tadinya mah kan cuman mau ngebahas ttg inter ama Persib, malah jadi PR-PR an wae.. geus we di dieu lah..
Saya jawab nya buat blog Kumaha Anjeun yah bukan blog ini..
1. Mengapa blog kamu bernama. . . . .?
2. Mengapa blog kamu pakai template ini?
3. Kejadian apa yang tak terlupakan dalam hidupmu?
4. Kirim PR ini ke Sahabat blogger!
1. Dulu saya bikin blog ini namanya Kumaha Aing singkatan dari Kumpulan Artikel dan Catatan Harian Antara Inter Milan dan Persib Bandung. Trus kan blog ini pindah (ganti nama jadi Kumaha Sayah, ada yg bilang Aing tuh kasar.. haha). Nah blog yang baru itu saya kasih nama Kumaha Anjeun. itu kata dalam bahasa sunda yang artinya up to you,gimana elo.. hehe..
jadinya yah gimana elo aja mau ngapain di blog gw.. hahai..
mau numpang lewat boleh, mau baca silakan, tapi lebih baik kalo komentar,, hehe..
tus bisa juga jadi singkatan..
rada maksa sih..
KUMpulan Artikel dan catatan HArian Antara iNter milan JEUng persib banduNg
2. Pas awalnya sih pake template standar.. trus iseng nyari-nyari template yang bisa kiri-kanan.. yang three columns.. wah ada yang bagus nih nuansa biru banget cerah.. ada gambar pantainya lagi.. asik aja kan jadinya nyantai kayak di pantai.. hehe.. trus enaknya lagi di template itu udah ada tab-nya. tinggal diatur aja..
trus kalo blog yg ini mah cari template yang ada nuansa Inter nya. nemunya cuman satu ini, ya udah dipake aja deh.. ada 2 orang yg bilang ga pas, ga cocok.. gpp lah males ngatur-ngaturnya lagi.. hehe.. namanya juga Kumaha Sayah.. biarin ancur juga.. hehe..
3. Hmm.. kejadian apaan yah? Bingung juga nih? hehe.. mungkin pas menyaksikan persib mengalahkan persija 3-0 di siliwangi yah. kayaknya keren banget tuh jarang-jarang persib bisa menang telak gitu di siliwangi. rasanya puas banget gitu loh bisa ngalahin musuh bebuyutan dengan skor telak,. mampus lo persija.. persija ke laut aje..kwkwkwkwk.. tapi saya ama the jak tetep damai loh.. jangan marah the jak yg baca ini.. saya mah suporter cinta damai.. haha
puas banget bisa nyaksiin langsung di stadion, sekalian bahan buat tugas majalah dulu teh. saya sempet foto juga tuh ama tema mursadat dan bayu sutha 2 hari sebelum pertandingan di messnya persib.. hehe..
tapi pas musim ini kena karma kayaknya, malah kalah di kandang sendiri, make acara rusuh lagi.. cape deh,,
4. Nah ini dia yang paling asik.. hahahaiii..
kasih ke berapa orang yah??
delapan orang aja deh.. kan saya lahirnya 88, trus nomornya ibrahimovic juga 8.. hahaii...
ini dia orang-orang yang beruntung itu:
1. Blogger Indonesia
2. Indrahelm
3. Ifant
4. Brigadista
5. Bazoekie
6. Cah-qoe-doez
7. Omen
8. Noeqiah
nah untuk orang-orang terpilih itu.. kerjakan PR-nya dengan baik yah.. hehehehehehehehehe
Senin, Januari 12, 2009
Ngobrol Ama Orang Kolombia
Saya baru bikin fesbuk di penghujung tahun 2008. Wah ternyata fb tuh lebih rame dari fs yah. Langsung ketemu ama temen-temen kuliah n SMA. Lebih gampang yah nyari temennya kalo di fb. Tapi kalo di fs mah lebih gampang nyari kenalan baru, saya banyak kenal Interisti dari Fs.
Bay de way anyway baswey.. saya iseng tuh search yang namanya Luzman di FB. Ada ternyata orang Kolombia. Wuih mantap. Terus tiba-tiba aja si orang Kolombia itu ngajakin chating. Ujug-ujug pake bahasa Spanyol deuih, da teu ngarti. Untung aja pake google translate jadi bisa ngerti.
Beginilah percakapan antara dua orang Luzman.
Saya : Luzman Rifqi Karami
Si kolombia : Luzman Bonadiez Hernandez
Luzman Bonadiez Hernandez: que hubo amigo
de que nacionalidad es usted
(hei bro... kebangsaan Anda apa?)
Luzman Rifqi Karami: Soy de Indonesia. Bandung en la ciudad. (Saya orang Indonesia. Saya tinggal di kota Bandung)
Luzman Bonadiez Hernandez: ha bueno soy colombiana barranquilla la puerta de oro de Colombia. si conoces a colombia ? soy de la ciudad de barranquilla colombia, no pense que mi nombre tuviara procedencia en indonesia.hablas español (saya memiliki baranquilla Kolombia di pintu emas kolombia. Kamu tahu pekerjaan saya? Tidak menyangka nama saya berasal dari spanyol dan Indonesia.
Luzman Rifqi Karami: También me sorprende mi nombre sea el mismo con su nombre. Mi nombre es tomado de la lengua árabe. Luzmán medio seguro. ¿Cuál es la Luzmán significado en español? (saya juga kaget memiliki nama yang sama dengan anda. Nama saya berasal dari bahasa Arab. Luzman berarti teguh. Apa arti Luzman dalam bahasa Spanyol?
Luzman Bonadiez Hernandez: Luzman esnombre de hombre Bonadiez mi apellido procedencia italiana pero yo soy colombiano he encontrado 4 nombres Luzman como yo arabe que es Luzman Addci Alac. el significado es hombre Luz como decir super man.
(Luzman esnombre de hombre Bonadiez adalah nama saya. Saya orang Italia berasal dari Kolombia. Saya menemukan 4 nama Luzman dalam bahasa Arab Luzman Addci Alac. Katanya Luz berarti super man.. Luz bisa berarti cahaya)
wuih mantep juga bisa ngobrol ama orang kolombia.. wah ternyata Luzman artinya superman.. keren juga.. wkwkwkw
Rabu, Januari 07, 2009
Ulang Tahun Kumaha Sayah
Happy Birthday Graphic Comments
7 Januari 2008 adalah hari yang bersejarah. Pada hari itu saya mulai membuat blog. Saya terinspirasi membuat blog setelah membaca buku Raditya Dika. Bukunya yang diterbitkan dan menjadi best seller dan berasal dari blog. Selain itu saya juga membaca buku, “Mudahnya Meraih Dollar Lewat Internet” karya Taufik Hidayat (bukan pemain bulu tangkis yah). Judul awal blog ini adalah Kumaha Aing (kumpulan artikel dan catatan harian antara inter milan dan persib bandung).
Nah saya pun tertarik mendapat penghasilan lewat internet. Dan saat itu saya langsung mendaftar di Google adsense. Dan langsung diterima, padahal tampilannya masih sederhana banget. ga ada apa-apanya. Terus saya mencoba mengklik sendiri iklannya. Awalnya sih nyantei aja ga ketahuan, uang terus bertambah. Tapi ternyata ketahuan juga. Akun google ku langsung di banned.. huaa.... serasa hancur dunia.. ramalan kiamat 2012 ternyata salah, saya sudah merasakan kiamat lebih dulu. haha lebay..
Karena kejadian itu saya pun masuk UGD (ya elah lebay lagi).. enggak atuh.. sya bikin blog lagi. yang lebih tertata, teratur, dan jelas. Blog itu diberi nama Kumaha Anjeun. tepat pada hari Kartini, tanggal 21 april blog tersebut diluncurkan. lebih jelas nih segmentasinya.. pokona mah tentang inter dan persib..
trus saya daftar google adsense lagi. tpi ditolak terus uy ama om gugel. hohoho.. padahal menurutku blog ini lebih asik dan banyak pengunjungnya, ternyata sekarang gugel adsens cuman bisa support bahasa inggris. Yah apa boleh buat. saya pun hanya bisa daftar kumpulblogger. nambahnya lama uy kumpulblogger mah. Masa masih 9ribu aja dari dulu..
Oh iya. bagaimana nasib Kumaha aing? karena ada yang bilang kumaha aing itu kasar ya udah saya ganti aja jadi kumaha sayah. Sesuai namanya blog ini jadi bener-bener kumaha sayah. Jarang diurus dan diperhatikan, dibiarkan saja. ada tugas kuliah dimasukin, tapi pas di search di google suka keluar pertama terus sih..
oh iya buat yang belum tau.. kalo search image luzman fotoku langsung keluar pertama loh.. udah terkenal nih.. heehe
kalo di Kumaha anjeun pada bilang blognya keren, di blog in mah sebaliknya. tapi gpp emang ancur kok, aku lebih merhatiin blog kumaha anjeun. kalo blog ini mah sesekali aja..
kalo ada kontes atau ada hal di luar sepak bola baru dimasukin di sini..
Roberto Edward: wah, blog yang ini kok layoutnya acak2an ya... ada apa bung? sibuk kuliah ya ampe ga sempet benahin blog? hehehe
yup gpp sih.. emang ga diurus.. hehe
makanya kalo mau liat blog keren langsung buka aja blogku satu lagi http://kumahaanjeun.blogspot.com
Jumat, Desember 26, 2008
Focus Group Discussion
a. Definisi FGD
Focus Group Discussion (FGD) merupakan bentuk penelitian kualitatif di mana sekelompok orang yang bertanya tentang sikap mereka terhadap produk, layanan, konsep, iklan, ide, atau kemasan. Pertanyaan diminta dalam grup pengaturan interaktif dimana peserta bebas untuk berbicara dengan anggota kelompok lainnya.
Dalam FGD biasanya terdapat suatu topik yang dibahas dan didiskusikan bersama. Prinsip-prinsip FGD di antaranya:
1. FGD adalah kelompok diskusi bukan wawancara atau obrolan. Ciri khas metode FGD yang tidak dimiliki oleh metode riset kualitaif lainnya (wawancara mendalam atau observasi) adalah interaksi! Hidup mati sebuah FGD terletak pada ciri ini. Tanpa interaksi sebuah FGD berubah wujud menjadi kelompok wawancara terfokus (FGI-Focus Group Interview). Hal ini terjadi apabila moderator cenderung selalu mengkonfirmasi setiap topik satu per satu kepada seluruh peserta FGD. Semua peserta FGD secara bergilir diminta responnya untuk setiap topik, sehingga tidak terjadi dinamika kelompok. Komunikasi hanya berlangsung antara moderator dengan informan A, informan A ke moderator, lalu moderator ke informan B, informan B ke moderator, dst. Yang seharusnya terjadi adalah moderator lebih banyak “diam” dan peserta FGD lebih banyak omong alias “cerewet”. Kondisi idealnya, Informan A merespon topik yang dilemparkan moderator, disambar oleh informan B, disanggah oleh informan C, diklarifikasi oleh informan A, didukung oleh informan D, disanggah oleh informan E, dan akhirnya ditengahi oleh moderator kembali. Diskusi seperti itu sangat interaktif, hidup, dinamis!
2. FGD adalah group bukan individu. Prinsip ini masih terkait dengan prinsip sebelumnya. Agar terjadi dinamika kelompok, moderator harus memandang para peserta FGD sebagai suatu group, bukan orang per orang. Selalu melemparkan topik ke “tengah” bukan melulu tembak langsung ke peserta FGD.
3. FGD adalah diskusi terfokus bukan diskusi bebas. Prinsip ini melengkapi prinsip pertama di atas. Diingatkan bahwa jangan hanya mengejar interaksi dan dinamika kelompok, kalau hanya mengejar hal tersebut diskusi bisa berjalan ngawur. Selama diskusi berlangsung moderator harus fokus pada tujuan diskusi, sehingga moderator akan selalu berusaha mengembalikan diskusi ke “jalan yang benar”. Moderator memang dituntut untuk mencairkan suasana (ice breaking) agar diskusi tidak berlangsung kaku, namun kadang-kadang proses ice breaking ini kelamaan, moderator ikut larut dalam “keceriaan” kelompok, ber ha-ha-hi-hi, dan baru tersadar ketika masih banyak hal yang belum tergali, sementara para peserta sudah mulai kehilangan “energi”.
FGD seringkali digunakan dalam diskusi produk pemasaran. Namun beberapa kali FGD gagal menghasilkan produk baru. Kegagalan tersebut disebabkan beberapa faktor:
1. Karakter konsumen. Konsumen jarang membuat keputusan untuk membeli produk atau memilih jasa dalam sebuah kelompok, apalagi mendiskusikannya dengan orang asing yang baru dikenal. Selama ini asumsi yang berlaku di FGD adalah bahwa sebuah kelompok fokus merupakan miniatur pasar, di mana konsumen berinteraksi satu sama lain, sharing dan akhirnya memutuskan mana produk yang patut dibeli. Asumsi ini mungkin benar berlaku dalam kondisi nyata di pasar. Namun yang terjadi di FGD tidak demikian. FGD adalah sebuah proses pemaksaan terjadinya sebuah konsensus sesegera mungkin antara orang-orang yang baru beberapa saat lalu dikenal.
2. Dinamika kelompok. Salah satu kriteria sebuah FGD disebut sukses adalah jika terjadi dinamika dalam kelompok tersebut, artinya suasana diskusi hidup, hangat, antusias, penuh lontaran ide dan umpan balik antara anggota kelompok. Tapi menurut David Minter dan Michael Reid, dinamika yang terjadi saat kelompok fokus adalah semu. Yang sebenarnya terjadi adalah : peserta saling “mencontek” pendapat satu sama lain, atau memberikan jawaban normatif atau hanya duduk diam membisu seribu bahasa selama diskusi berlangsung untuk menghindari perselisihan dengan anggota kelompok lainnya. Atau karena kehadiran si “mulut besar” yang mendominasi diskusi sehingga peserta lain enggan, malas atau minder karena malu pendapatnya dinilai tidak cerdas.
3. Keterbatasan waktu. Mengapa metode FGD sangat populer dan banyak dipilih oleh kalangan pemasaran? Karena FGD cepat menghasilkan temuan dan relatif murah. Nah keunggulan dari sisi kecepatan ini justru menjadi kelemahan fatal dari FGD. David Minter dan Michael Reid menyebutkan bahwa tuntutan hasil secepat-cepatnya dari sebuah FGD menghasilkan pemahaman yang dangkal terhadap target pasar. Waktu selama kurang lebih 2 jam belumlah cukup menghasilkan sebuah insight yang briliant dan inovatif bagi pengembangan produk baru. Ini dilematis, karena jika waktu diskusi ditambah maka peserta akan mengalami sindrom respondent fatigue.
Ada beberapa jenis FGD, yakni:
1. Two-way focus group (FGD dua arah) - satu kelompok disaksikan kelompok lain dan membahas diamati interaksi dan kesimpulan
2. Dual moderator focus group (Dual moderator fokus grup) - moderator memastikan satu sesi berlangsung lancar, sementara yang lain memastikan bahwa semua topik yang dibahas
3. Dueling moderator focus group - dua moderator berada pada sisi yang berlawanan saat berdiskusi.
4. Respondent moderator focus group - satu atau lebih dari responden diminta untuk bertindak sebagai moderator sementara
5. Client participant focus groups - satu atau lebih perwakilan klien berpartisipasi dalam diskusi, baik tertutup ataupun terbuka
6. Mini focus groups - kelompok yang terdiri dari empat atau lima anggota bukan 8 sampai 12
7. Teleconference focus groups –FGD yang menggunakan jaringan telepon
8. Online focus groups (FGD online) – menggunakan internet
b. Tujuan FGD
Biasanya FGD digunakan oleh praktisi periklanan dan pemasaran untuk memperoleh hasil yang baik. Dalam dunia pemasaran, FGD dipandang sebagai alat penting untuk mendapatkan umpan balik mengenai produk-produk baru, serta berbagai topik. Secara khusus, FGD memungkinkan perusahaan yang ingin mengembangkan, paket, nama, atau tes pasar produk baru, mendiskusikan, melihat, dan / atau menguji produk baru sebelum dibuat tersedia untuk umum. Hal ini dapat memberikan informasi berharga tentang potensi pasar terhadap produk.
Dalam ilmu sosial dan perencanaan perkotaan, FGD memungkinkan orang untuk belajar di alam pengaturan yang lebih dari satu-ke-satu wawancara. Dalam kombinasi dengan pengamatan peserta, FGD dapat digunakan untuk mendapatkan akses ke berbagai kelompok sosial dan budaya, memilih situs untuk belajar, sampel dari situs tersebut, dan meningkatkan masalah tak terduga untuk eksplorasi. FGD memiliki ide yang mudah dimengerti dan hasil yang terpercaya. FGD yang rendah dalam biaya, satu dapat memperoleh hasil yang relatif cepat, dan mereka dapat meningkatkan ukuran sampel laporan dengan berbicara dengan beberapa orang sekaligus. (Berdasarkan: Marshall and Rossman, Designing Qualitative Research , 3rd Ed. London: Sage Publications, 1999, p. 115).
FGD tradisional dapat memberikan informasi yang akurat, dan tidak terlalu mahal dibanding daerah lain bentuk tradisional penelitian pemasaran. Bisa menimbulkan biaya yang signifikan jika sebuah produk untuk dipasarkan di seluruh negara, akan sangat penting untuk mengumpulkan responden lokal dari berbagai negara tentang produk baru yang mungkin berbeda-beda karena pertimbangan geografis. Hal ini akan memerlukan cukup besar dalam pengeluaran biaya perjalanan dan penginapan. Selain itu, lokasi FGD tradisional mungkin atau tidak mungkin berada di tempat yang nyaman untuk klien tertentu, sehingga klien perwakilan mungkin harus mendatangkan biaya perjalanan dan penginapan juga. Penggunaan FGD terus berkembang seiring waktu dan menjadi semakin meluas.
Dari foto tersebut terlihat jelas bagaimana FGD berlangsung. Terfokus pada satu masalah, terdapat moderator dan peserta yang mendiskusikan suatu masalah. Bisa dilakukan dalam beberapa meja yang melingkar dan para peserta dapat saling bertatap muka.
d. Contoh FGD
Berikut ini beberapa judul FGD:
1. Focus Group Discussion: Mendorong Transparansi, Akuntabilitas, dan Partisipasi sebagai Upaya Pencegahan Korupsi dalam Pengadaan Logistik Pemilu 2009
2. Focus Group Discussion Akses Informasi di Kementerian Lingkungan Hidup
3. Focus Group Discussion FOSS Development
4. Focus Group Discussion RUU KUHP
5. Focus Group Discussion (FGD) Internal Bappenas
6. Focus Group Disscussion (FGD) khusus bidang ritel
7. Focus Group Discussion (FGD) Project Environmental Sector Programme 2 (ESP2) Kehutanan
8. Focus Group Discussion tentang supremasi hukum
http://www.icel.or.id/index2.php?option=com_content&do_pdf=1&id=258.
http://www.icel.or.id/index2.php?option=com_content&do_pdf=1&id=259.
www.unpad.ac.id/agenda/fdg-tentang-supremasi-hukum
http://komunitas.muslimblog.net
http://researchexpert.wordpress.com/2007/11/08/focus-group-discussion/
http://researchexpert.wordpress.com/2008/07/25/fgd-cara-ampuh-gagalkan-produk-baru/
http://en.wikipedia.org/wiki/Focus_group
Kamis, Desember 18, 2008
Haruskah Gila untuk Menjadi Terkenal?
Gue punya obsesi jadi orang terkenal. Kayaknya asik gitu deh bisa punya banyak fans, dikejar-kejar cewek (bukan karena utang), dipuji, dielu-elukan (bukan digue-guekan). Wow, kayaknya keren abis. Sebenernya sih sekarang gue juga udah terkenal. Terkenal di keluarga gue dan juga terkenal di kalangan kucing-kucing gue.. Ya iyalah.. sama tukang bubur, tukang ojeg juga gue dikenal kok.. hehe..
Bukan terkenal itu lah maksudnya. Terkenal kayak Zlatan Ibrahimovic gitu lah, pemain Inter favorit gue.. haha ngarep banget yah.. Gue terus berpikir... gimana yah caranya.. Akhirnya, gue menemukan sebuah kontes aneh yang "mungkin" bisa membuat hidup gue berubah, Review Komik Kambingjantan.
Hihi.. hadiahnya keren banget nih bro.. hangot plus bego-begoan seharian bareng Raditya Dika dan Dio.. trus yang menang bakal dibuat ceritanya dalam bentuk komik.. wow.. mantaf.. Bener-bener bisa ngerubah hidup gue nih.. (anyway, tumben-tumbenan nih make gue biarin lah biar ikutan Radith.. hoho).
Hmm.. mulai dari mana yah.. Pertama kenal buku Radith itu pada zaman dahulu kala saat masa penjajahan Jepang.. Ups.. sori.. Maksudnya saat gue sedang baca buku novel yang sangat luar biasa dari Andrea Hirata, Laskar Pelangi, novel yang menjadi best seller dan bahkan filmnya pun jadi tontonan yang dahsyat.. sekonyong-konyong entah ada angin dari mana saudara gue nyodorin sebuah buku yang gue anggap dari judulnya pun udah aneh, "Radikus Makankakus". Ya udah gue coba baca.. Dan wow... wow,,,
GILA.. GILA .. GILA.. beda jauh ini mah ama novelnya Andrea Hirata. Kalo Andrea Hirata mah bahasanya keren abis, struktur kalimatnya keren, istilah-istilahnya luar bisa, manfaatnya bisa terasa. Buku Radith? Kebalikannya aja deh.. Bahasanya ancur, ga jelas, istilahnya juga yah parah lah, manfaatnya hampir tidak ada. Yah setidaknya mungkin bisa memperlancar saat BAB. Yah pokoknya ancur abis deh bukunya.. Baru liat gue ada buku kayak gini..
Tapi entah kenapa kok gue jadi suka yah ama bukunya Radith. Soalnya ntu buku bisa buat gue ketawa-ketawa gak jelas. Gue jadi selalu beli buku Radith yang terbaru. Termasuk komik Kambingjantan yang baru terbit. Kayaknay keren juga nih buku komik Kambingjantan dijadiin komik. Sebenernya gue mikir dulu sih perlu dibeli ga nih bukunya. Apakah uang gue akan sia-sia? Berpuluh-puluh juta pertanyaan berkecamuk dalam hati. Namun berhubung lagi diskon 30 % di Gramedia ya udah beli aja deh.. siapa tau bisa dijadiin pengganjel pintu.. hoho
Langsung deh gue lahap komiknya. Yang buat komik ini orang aneh satu lagi yang bernama Rio Rudiman. Urang Bandung oge euy.. Keren nih kelahiran tahun 1991. Cuman beda tiga hari ama adek gue. Adek gue kan tanggal 16 januari, kalo dio mah tanggal 19.
Gambar Dio bener-bener keren euy. Baru liat gambarnya juga gue udah ketawa-ketawa. Dia bisa membuat sosok Radith yang bener-bener gila. Hmm.. gue udah sering baca komik lucu buatan luar negeri kayak Dora Emon ama Shinchan tapi kayaknya komik ini lebih lucu dan menghibur deh.. Pokoknya 8 jempol deh buat Dio! (2 jempol tangan, 2 jempol kaki, plus 4 jempol kakiku..)
Komik ini menceritakan kehidupan gila Radith di Australia. Bagaimana keanehan dia dan teman-temannya saat di Elicos. Gue ketawa ngakak deh pas dia bilang bulu tangkis itu fur blocking. Terus tak berdaya gitu saat bermain badminton. Aduh, kasian banget sih dia. Kayaknya mah lawan kucing gue juga dia mah bakalan keok.. haha.. Pasti dia kehilangan muka tuh waktu kalah.. kayaka gini nih. mukanya diganti.
Haha.. yang jelas komik ini keren abis lah.. ceritanya belum ada di novel Kambingjantan makanya jadi seru. Makin gila dan aneh aja ceritanya. Yang aneh lain (emang semuanya aneh sih) pas Radith ditaksir ama cewek Korea. Dia bingung kenapa bisa gitu. Mungkin ekspresi wajahnya kayak gini nih.
wkwkwk.. ternyata dia suka Radith karena rambut barunya mirip anjing si Kore yang bernama Youra.. Hahaha..
Oh iya ini baru komik bagian satu. Di bagian belakang komik ini ada yang bisa membuat pembaca penasaran, "Apakah Dika akan berbaikan dengan Momo? Apakah Sharon benar-benar seorang wanita? Apakah suara Dika benerana mirip anak babi?" WAH, keren banget, jdai pingin beli komik keduanya..
Yah aneh.. aneh lah.. Emang sekarang kayaknya harus jadi orang aneh atau gila buat jadi terkenal. Jadi ingat Isaac Newton, dia kan pernah dibilang aneh gara-gara mikirin kenapa apel jatuh dari pohon. Orang lain mah langsung makan aja tuh apel, dia malahan mikir. Tapi ternyata dia bisa menemukan teori gravitasi yang menjadi dasar berbagai ilmu fisika. Atau sebutlah Thomas Alva Edison. Ia sempat di-DO saat SD karena banyak nanya, banyak cingconglah. dianggap ama gurunya bego. Eh, ternyata dia jadi ilmuwan yang luar biasa. Bisa menemukan lampu pijar. Atau mungkin Mr Bean di film mah. Orang gila tapi keren.. hoho..Yah pokoknya banyak contoh lah..
Yang paling simpel yah Radith. Lewat kebegoannya dia justru bisa jadi orang terkenal. Semua bukunya jadi best seller. Keren lah. Istilah sekarang untuk orang aneh itu bisa disebut GJ (geje) yang artinya gak jelas.
Tapi ternyata pas di-search di google.. Arti geje adalah HOMO!! walah parah uy, bener-bener ga jelas. Mungkin geje itu dibacanya gay yah..
hmm.. lupakan saja masalah itu. Yang jelas buku-buku Radith telah menginspirasi banyak orang. Termasuk kawan gue yang bernama Haviz. Dia menuliskan pengalaman-pengalaman anehnya di blog http://mulaibelajargila.blogspot.com. Atau adek gue bkin blog geje bin aneh di http://gojigeje.blogspot.com. Haha.. Radith udah banyak pengikut nih..
Kalo gue kayaknya masih normal. Susah buat gila, tapi sedang berusaha. Gue sih lebih banyak nulis tentang bola, lumayan nih udah sebelas kali dimuat di SOCCER. Kalo blog gue yang tentang bola mah di http://kumahaanjeun.blogspot.com. Blog ini tuh rencananya buat tulisan-tulisan lucu n ga jelas. Tapi kayaknya belum ada ide nih..
Di saat orang gila pingin jadi waras kok gue justru pingin jadi orang gila yah.. Maksudnya bukan gila beneran sih.. gila kayak si radith,, hoho.. Ya siapa tau dengan jadi orang gila gue bisa jadi terkenal... bisa digila-gilai (dibilang "hei gila lu")
AJarin gue dong dith, biar bisa gila kayak elo... ^_^
Rabu, Desember 17, 2008
Viral Linking Tag
I've got this Viral Linking TAG from my brother, GojiGeje. he says that this is some kind of virus... he mean it's spreading fast like a virus! Wow.... and he says that her friends got PR 2 in less than 3 months! Hmm very interesting... so i decided to join this Viral Link TAG and i will pass this along too.
{Start Copy Here}
Rules:
1. Copy paste from {Start Copy Here} to {End Copy Here}
2. Please link back to the person who tagged you and PASS this tag to many of your friends
3. If you have more than one blog, please post this to all of your blogs, the more the merrier.
4. The use of NO FOLLOW on links is not allowed, Let's all be fair!
5. Remember to come back here at JENNY TALKS (pls don't change this link) and leave the exact post url so I can add you to the master list to help increase our rankings and improve our Technorati Authority.
6. Spread the virus.. oooopps I mean the VIRAL LINKING and happy blogging!
BLOGGERS:
#1. Scraps & Shots #2. Simply Jen 3. This and That 4. Fab & Chic Finds 5.A Slice of Life 6. Jenny Talks 7.Tech Stuff Plus 8. Food on the Table 9. Aussie Talks 10. When Mom Talks 11. Moments of My Life 12. My Crossroads 13. A Life in Bloom 14. Because Life is a Blessing 15. Digiscraptology 16. BLOGSILOG 14.Cherry's Comfort Zone 15. DigiScrapz: Captured Memories 16. Buzzy Me 17. Fab Finds, Etc. 18. Thinking Out Loud 19. Wishing and Hoping 20. PRC Board Exam Results 21. Jobs Abroad 22. My Blog Portfolio17.Race Corner 18. Mommy Talks. 19. Home and Health 20. All Kinds of Me Stuff 21. Ink Baby Studios 22.The Salad Caper 23. Winding Creek Circle 24. Aggie Scraps 25. Momma Stuff 26. We Are Family 27.Gandacious 28. Busynessworld 29. Folcreative 30. Swanportraits 31. Rumination Under The Clouds 32.Consciously Think 33. Sprawt 34. Healthy Skinny 35. Geekyology 36. When Mom Speaks 37. Rumination38. Amiable Amy 39. Captured on Time 40. Pit of Gadgetry 41. Me and Mine 42. Little Peanut 43. Creative in Me 44. Around the world 45. Pea in a Pod 46. For the LOVE of Food 47. Music of My Heart 48. It’s Where the Heart Is 49. Blog in to Space 50. A Mothers Horizon 51. Simply me 52. Whats Up 53. Comedy Plus 54.Lovin' Life 55.Ozzy's Mom 56. Apple and Candie 57. I was once lost in love 58. Pinay in Love 59. Pau's Big Thoughts 60. Twisted Angel 61. Hailey's Beat and Bits 62. Living A' La Mode 63. Bits and Pieces 64. Honey and Daisy 65. Pinay Ads 66. Great Kingkay 66. It's Naptime 67. Lisgold 68. Signe Says 69. Thomas Web Links 70. Thomas Travel Tales 71. Nita's Corner 72. Great Finds and Deals 73. Nita's Ramblings 74.Batuananons 75. Filipino Online Community 76. Healthy Living and Lifestyle 77. CompTechGadgets 78.Nita's Random Thoughts 79. Make Money Online 80. Erlinda's Wandering Thoughts 81. Kitty's haven 82.This and That 83. Shoppaholic girly 84. My Life in this Wonderful World 85. My Online World 86. Joys in Life 87. Journey in Life 88. Tere's World 89. Jean's Live it Up 90. Muzikistah 91. Maharot 92. SUPASTAH!93.Life is a constant journey 94.Amazingly Me 70. Treeennndddzzz 96. otwarteInfo’s 98. AdventureSage 99. in-Tech Revolution 100. LovingMore 101. From Melissa's Desk 102. denz Recreational 103. Network of Combined Ideas 104. Sheltered Not Shattered 105. Mommying on the Fly 106. Me, Myself and Darly 107. Stay at Home Mom 108. Harmony in Motion 109. My Happy Thoughts 110. Mommyhood is Thankless 111. Life is Random. SO.I.AM 112.Life's sweet and spices 113. Rainbow Colored Me 114. My Oweini Life 115. All About Mye Life 116. Is it Bedtime Yet 117. Super Coupon Girl 118. My Life.... My Journey 119. Project Wicked Blogs and Reviews 120. Life According To Me 121. WilStop 122. I Love Pixels 123. Cellulitic Bliss 124.Underneath It All 125. Momstart 126. Pinaymama's Diary 127. My Heart 4 Him 128. 1StopMom 129.Random Chronicles 130. Maeyonnaise 131.Blessings in Life 132. Survivor Mom 133. Sharing my Thoughts134. Beautiful Language 135. Medical Updates 136. Living in One Income 137. Mommy Elvz 138.elymac&frendz 139. BeinG mYselF 140. Love's Haven 141. Mi Mundo Del Amor 142. Budiawan Hutasoit. 143. BlogGendeng 144.Mr. David(Kejadian Yang Aneh)145.Mr.Ridwan146.Nyoman147.GojiGeje148.Microsoft Encarta149.Kucinggeje150.Kumaha Sayah 152.Kumaha Anjeun 153.Your LInk Here
{END Copy Here}
Nb: Kalau udah nyebarin virus ini harap beri kabar ya dengan posting komentar ke sini link-nya.. Thx before
Senin, Desember 08, 2008
"Bangkit Itu Mencuri!"
Berbicara mengenai bangkit, saya pernah mengirim tulisan dan berhasil dimuat di rubrik Analisisku Tabloid SOCCER No 08/IX, Sabtu 23 Agustus 2008..
Walaupun sudah lama saya rasa tulisan ini masih bisa dimaknai dalam rangka Gerakan Indonesia Bangkit..
“Bangkit itu mencuri, mencuri perhatian dunia dengan prestasi!” Itulah salah satu perkataan yang diungkapkan Deddy Mizwar dalam iklan tayangan masyarakat yang ditayangkan berbagai televisi dalam rangka Kebangkitan Nasional beberapa waktu lalu.
Yup, di tengah carut marut kondisi negeri ini dengan berbagai problem dan masalah, kita membutuhkan sesuatu yang bisa membuat dunia terhenyak. Yakni sebuah prestasi membanggakan yang sayangnya tak kunjung mampir ke negeri yang sudah berusia 63 tahun ini.
Salah satu momen yang pas untuk meraih prestasi adalah di Piala Kemerdekaan yang akan diselenggarakan di Jakarta. Kebetulan kita menjadi tuan rumah. Jargon, “Ini kandang kita!” seperti di Piala Asia 2007 lalu harus dihidupkan kembali.
Dalam
Turnamen Piala Kemerdekaan beberapa saat lagi akan menjadi ujian yang sesungguhnya bagi skuad Benny Dollo. Ranking FIFA yang semakin menukik (kini ranking 147) harus benar-benar diperbaiki dengan meningkatkan performa timnas.
Di Turnamen Piala Kemerdekaan nanti,
Negara lain yakni Libia nyaris tak dikenal oleh
Indonesia memang akhirnya bisa menjadi juara Piala Kemerdekaan. Namun saya rasa gelar juara itu diperoleh dengan cara yang aneh dan tidak membanggakan.. Hanya dengan menang WP lawan Libia di final. Kini dengan jargon "Maju Tak Gentar" saya berharap timnas kita bisa menjadi juara tentunya tidak dengan menang WO..
KITA HARUS BANGKIT!!!